poor, man, homeless-8042285.jpg

Pemikiran Budhiana Kartawijaya dalam Memahami Kemiskinan 

Memahami kemiskinan secara tepat -. Budhiana Kartawijaya, seorang akademisi, jurnalis dan peneliti di praktisi gerakan sosial di Yayasan Odesa Indonesia. Ia memiliki pandangan tentang kemiskinan yang menarik untuk perhatikan karena konsepnya melampaui pakem pemikiran mainstream. Menurut Budhiana, orang miskin itu punya masalah bukan sekadar kekurangan pendapatan atau aset, melainkan bersifat multidimensional.

“Orang miskin itu ya kurang duit, kurang air, kurang pendidikan, kurang pergaulan, kurang wawasan. Beragam kekurangan itu menuntut kita untuk memandang secara interdisipliner,” kata Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia itu.

Cara Tepat Memahami Kemiskinan 

kemiskinan desa
Memahami Kemiskinan butuh cara pandang baru.

Budhiana menyoroti bahwa kemiskinan tidak hanya terkait dengan kurangnya akses terhadap sumber daya ekonomi seperti uang, pekerjaan, dan properti. 

Dia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan dimensi sosial, seperti ketidaksetaraan, ketidakadilan, dan eksklusi sosial yang dapat mengakar dalam masyarakat yang miskin.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya aspek budaya dalam pemahaman tentang kemiskinan, termasuk nilai-nilai, norma, dan pola perilaku yang dapat mempengaruhi siklus kemiskinan.

Dalam kerangka kerjanya, Budhiana mendorong untuk memahami kemiskinan secara holistik, yang memperhitungkan berbagai faktor yang saling terkait dan berinteraksi. 

Ekologi untuk Perdamaian Kehidupan Budhiana Kartawijaya-Bagian 1

Pendekatannya memungkinkan untuk pengembangan kebijakan yang lebih komprehensif dan efektif dalam mengatasi kemiskinan, dengan fokus tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga pada transformasi sosial dan budaya yang diperlukan untuk mengatasi akar penyebab kemiskinan.

Budhiana Kartawijaya, juga memandang kemiskinan khususnya terkait dengan konsep “kemiskinan budaya”. Menurutnya, kemiskinan budaya terjadi ketika individu atau komunitas tidak memiliki akses pengetahuan yang bisa memandu perubahan dan cenderung berpikir jangka pendek. Ini berbeda dengan “budaya kemiskinan”, yang lebih sering dibicarakan.

Menurut Budhiana, kemiskinan budaya mencakup berbagai aspek, seperti nilai-nilai, norma, dan pola perilaku yang mungkin menjadi penghalang bagi kemajuan ekonomi dan sosial. 

Misalnya, norma-norma yang membatasi akses perempuan terhadap pendidikan atau lapangan kerja dapat menyebabkan kemiskinan yang bertahan dalam jangka panjang. Selain itu, adanya stigma sosial terhadap kelompok tertentu atau budaya kemiskinan juga dapat menghambat mobilitas sosial dan ekonomi.

miskin pengetahuan
Memahami desa dan memahami kemiskinan.

Memahami Kemiskinan Mengusahakan Strategi Mengatasinya

Dengan menyoroti kemiskinan budaya, Budhiana menekankan pentingnya melampaui pendekatan yang lebih holistik yang memperhitungkan peran budaya dalam membentuk dan mempertahankan kemiskinan.

Pendekatan ini mencakup upaya untuk mengubah norma-norma dan pola perilaku yang dapat memperkuat siklus kemiskinan serta mempromosikan inklusi sosial dan partisipasi aktif dalam pembangunan.

Dengan mempertimbangkan dimensi budaya dalam pemahaman tentang kemiskinan, Budhiana berharap dapat menghasilkan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam mengatasi akar penyebab kemiskinan dan mempromosikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kemiskinan Budaya
Memahami Kemiskinan

Beberapa Aspek Penting dari Kemiskinan Budaya:

  1. Pola Pikir Jangka Pendek:

    • Orang yang mengalami kemiskinan budaya cenderung mencari cara cepat untuk mendapatkan penghasilan tanpa perencanaan jangka panjang. Misalnya, mereka mungkin tidak menabung untuk membangun rumah secara bertahap tetapi menunggu hingga memiliki uang besar.
  2. Keterbatasan Etika dan Egoisme:

    • Mereka yang hidup dalam kemiskinan budaya sering memandang bahwa orang lain harus memberikan apa yang mereka inginkan dan memiliki etika terbatas hanya untuk menjaga keamanan diri mereka sendiri.
  3. Kurangnya Pengetahuan dan Perencanaan:

    • Mereka tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan untuk menghitung kebutuhan harian, pakaian tahunan, atau membuat rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Ini menyebabkan ketergantungan pada warisan dan mengabaikan pentingnya perjuangan sendiri untuk mendapatkan harta​ (ODESA INDONESIA)​.

Pemikiran Budhiana menyoroti pentingnya mengatasi kemiskinan dengan pendekatan yang lebih holistik, termasuk pendidikan dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya perencanaan dan kerja cerdas, bukan hanya kerja keras.

miskin
Belajar memahami kemiskinan perdesaan

Kemiskinan dan Pentingnya SDGS

Selain memiliki gagasan dalam usaha mengatasi kemiskinan di petani perdesaan, Budhiana Kartawijaya juga memiliki pandangan kemiskinan dan ekologi terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yang merupakan kerangka kerja global yang ditetapkan oleh PBB untuk mengatasi tantangan-tantangan pembangunan yang ada di seluruh dunia, termasuk kemiskinan, ketimpangan, perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan.

Dalam konteks SDGs, Kartawijaya menyoroti pentingnya pendekatan yang holistik dan terpadu dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Dia mungkin menekankan bahwa untuk mencapai SDGs secara efektif, diperlukan pendekatan yang tidak hanya memperhitungkan dimensi ekonomi, tetapi juga sosial, lingkungan, dan budaya.

Penjelasan SDGS Budhiana Kartawijaya di Youtube

Budhiana juga menilai pentingnya partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan masyarakat umum dalam implementasi SDGs. Dia mungkin mendorong adanya kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara yang berkelanjutan dan inklusif.

Selain itu, Budhiana juga melihat pentingnya memperhitungkan konteks lokal dan karakteristik unik dari setiap negara atau wilayah dalam pelaksanaan SDGs. Pendekatan yang sukses dalam mencapai SDGs harus memperhitungkan kebutuhan dan aspirasi lokal, serta membangun pada kekuatan dan sumber daya yang ada dalam masyarakat.

Dengan pandangan yang kaya tentang pembangunan berkelanjutan dan pengalaman dalam bidang kesejahteraan sosial dan pembangunan, Budhiana memberikan kontribusi yang berharga dalam upaya global untuk mencapai SDGs dan mewujudkan visi pembangunan yang inklusif melalui Yayasan Odesa Indonesia.[]

Budhiana Kartawijaya: Intelektual Perlu Terjun untuk Menjawab Problem Kemiskinan Budaya

Budhiana Kartawijaya: Bantuan Sosial Tepat Sasaran Harus diperbanyak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja