Budhiana Kartawijaya: Bantuan Sosial Tepat Sasaran Harus diperbanyak

TerdaBantuan sosial kemanusiaan harus terus dilakukan. Sebab menurut Ketua Pembina Odesa Indonesia, Budhiana Kartawijaya, banyak keluarga miskin yang selama ini bergantung pada pendapatan harian tak kunjung pulih ekonominya. Selain bantuan sosial kemiskinan akibat Pandemi Covid-19, musim penghujan awal tahun 2021 ini juga banyak bencana alam terutama longsor dan banjir.

“Hanya solidaritas sosial yang akan menjawab masalah sosial ini. Sebab bantuan sosial pemerintah selain minim juga tidak berkembang ke masyarakat kategori rawan miskin yang sekarang berubah status miskin,” kata Budhiana di hadapan para relawan Yayasan Odesa Indonesia, Kamis 14 Januari 2021, di Pasir Impun Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

Menurut Budhiana, hasil laporan dari kegiatan relawan Odesa Indonesia saat mendampingi kegiatan belajar anak-anak petani menjadi petunjuk yang baik karena informasinya aktual dan mendengar langsung dari akar rumput di masyarakat.  Terdapat laporan dari Relawan Odesa Indonesia tentang keluarga yang tidak bekerja selama dua minggu sehingga kesulitan beras. Ada pula laporan anak petani yang tidak bisa sekolah karena tidak memiliki handphone. Ada juga laporan tentang lelaki yang sakit sementara istrinya tidak bekerja sehingga membutuhkan santunan.

Budhiana Kartawijaya Rajin Blusukan Menemui Kaum Papa
Aksi Blusukan menemui warga di kampung-kampung yang memungkinkan para relawan mengenal kehidupan keluarga pra-sejahtera (sangat miskin) atau rawan miskin.

“Dengan menunjukkan kisah di sepuluh kampung, kita bisa menyimpulkan juga bahwa di kampung-kampung lain bantuan sosial untuk golongan keluarga miskin maupun rawan miskin sangat diperlukan. Itulah mengapa warga yang mampu harus sering mengetahui warga yang tidak mampu. Untuk mengetahuinya tentu saja harus mendatangi langsung ke rumah mereka,” kata Budhiana.

Dalam Pandangan Budhiana, membantu keluarga miskin bukan semata untuk melakukan kebaikan dari sang dermawan, melainkan juga berperan besar terhadap keselamatan sosial. Sebab menurut Budhiana, ketidakadilan sosial yang menyebabkan terjadinya kemiskinan struktural sering berdampak luas pada masalah-masalah patologi.

“Terjadinya kriminalitas misalnya juga sering berhubungan dengan masalah kekurangan ekonomi. Banyak orang tidak bisa membayar hutang karena menjadi pengangguran. Banyak orang menjadi putus asa karena hidupnya harus fokus mengejar kebutuhan paling dasar yaitu makanan sehingga urusan pendidikan anak-anaknya terabaikan,” terang Budhiana.

Modal Usaha Tani Strategis Mengatasi Kemiskinan
Modal Usaha Tani Strategis Mengatasi Kemiskinan. Dengan program tani pekarangan keluarga pra-sejahtera bisa menghemat pengeluaran harian sebesar Rp 8000-10.000 (Rp 240.000-300.000 setiap bulan). Jika  terjadi surplus produksi bisa dijual dan meningkatkan pendapatan.

Selain menekankan pentingnya solidaritas sosial dengan penyaluran bantuan sosial, Budhiana menekankan pentingnya menyalurkan bantuan secara tepat sasaran pada mereka yang membutuhkan. Dan untuk tepat sasaran para Indonesia membutuhkan banyak relawan yang aktif memantau kehidupan keluarga miskin. Selain itu bantuan yang lebih bagus jika diarahkan pada modal seperti yang dilakukan di Odesa Indonesia, yaitu bantuan sosial modal usaha semacam pembibitan dan tani pekarangan. Dengan bantuan modal usaha yang tepat, akan banyak orang miskin bisa keluar dari jebakan ketidakberdayaan.

“Beberapa petani yang sekarang mahir membibit kelor memiliki pendapatan ratusan ribu setiap bulan. Hal ini tentu bagus dan perlu dikembangkan karena terbukti memiliki nilai keberlanjutan. Demikian juga bantuan pangan dengan cara memberikan polybag, benih dan pendampingan tani pekarangan sayuran. Banyak keluarga yang mendapatkan sumber pangan sendiri dan mengurangi pemborosan belanja,” kata Budhiana.

Seruan kepada donatur

Budhiana juga menyerukan agar kaum dermawan yang pendapatannya cukup untuk terus berbagi karena dengan peran para dermawan dalam mengalokasikan bantuan sosial ke masyarakat lemah bukan sekadar berbuat baik, melainkan juga memperbaiki keadaan. Penyaluran bantuan yang tepat pada kelompok lemah, apalagi dengan pendampingan ekonomi niscaya niscaya bisa memperbaiki keadaan.

“Derma atau menyumbang itu sudah tindakan baik. Akan lebih baik kalau bantuan sosial itu dilakukan dengan cara memberikan insentif untuk pekerjaan produktif sehingga unsur keberlanjutannya terjamin,” paparnya.[]

Contoh Strategis memberikan bantuan modal bibit tanaman sayuran dan pembibitan yang dilakukan Yayasan Odesa Indonesia kepada para petani sebagaimana pada Campaign Crowdfunding di kitabisa ini adalah contoh nyata perbaikan mengatasi kemiskinan:  Baca Bantuan Sosial Modal Pembibitan Mengentaskan Kemiskinan 

 

Ada juga bantuan untuk toilet umum bagi warga kelurga miskin yang kesulitan air bersih dan hidup jauh dari kesehatan. Ketika bantuan sanitasi dijalankan, banyak petani bisa bekerja lebih efektif karena tidak lagi mencari air berjam-jam. Waktu kerja mencari air bisa digunakan untuk mengerjakan yang lain. Selain itu anak-anak juga lebih terjamin kesehatannya. Lihat Campaignya di Bangun Toilet Sehat untuk Keluarga Pra-Sejahtera

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*