Petani Cimenyan Siap Mengubah Gurun Menjadi Kebun

Oleh HERRY DIM. Ketua Divisi Revitalisasi Sumber Daya Alam Odesa Indonesia. Banyak lahan pertanian di Cimenyan yang mengalami kekeringan karena minim pohon tinggi. Pertanian sayuran yang selama ini didukung pemerintah dengan sistem monokultur telah banyak menyebabkan erosi. Selain itu, pertanian monokultur sayuran juga tidak menguntungkan mayoritas petani karena keadaan alam yang semakin sulit air. Naas, puluhan tahun pemerintah Kabupaten Bandung …

Gerakan Pertanian Ramah Lingkungan Bandung Utara

Sepanjang musim penghujan Oktober 2018-Pebruari 2019, Yayasan Odesa kembali melakukan aksi penyelamatan lingkungan hidup. Caranya, memainkan para petani berkerja menggarap lahan pertaniannya tetapi yang tidak lagi merusak lingkungan. Pertanian di Kawasan Bandung Utara (KBU) selama ini merusak lingkungan karena hanya bekerja di atas model monocultur. Odesa mendorong petani untuk menerapkan pertanian baru yang lebih bernilai ekonomi sekaligus merawat lingkungan hidup. …

Bibit Kopi Odesa Panen Lebih Cepat

Tiga hari belakangan, saya kedatangan 7 petani di Cimenyan Kab.Bandung. Semuanya meminta bibit kopi sebagai tambahan. Musim hujan pak. Saya pingin tambah lagi bibit kopinya. Dan itu bibit kopinya sangat bagus yang dulu dianter dari Sindanglaya,” kurang lebih itu ungkapan yang mewakili para petani.




Mereka meminta bibit kopi karena bibit yang dikembangkan Mas basuki suhardiman menganggetkan para petani. Ada yang baru 8 bulan sudah sangat tinggi, tidak lazim seperti bibit lain. Ada yang sudah berbunga, dan yang genap 1 tahun bahkan muncul biji.

Sekalipun kualitas biji pertama diragukan hasilnya, namun tetap saja untuk ukuran 1 tahun berbunga dan berbiji ini membuat petani bilang: “kopi ajaib.” Karena saya tidak ahli pertanian kopi, saya kadang cemas, jangan-jangan itu produk instan hasilnya instan. Tapi petani bilang, batang, daun dan pertumbuhannya memang bagus. Tidak meragukan lagi.

Memang sebelumnya juga banyak kabar, terutama dari Koordinator Hotani Mang Toha, bibit yang dikembangkan dari Mas Basuki ini membuat optimis para petani. Mereka banyak pengalaman buruk, sudah capek-capek tanam, beli mahal, tenaga kerja mahal, nunggu sampai 3 tahun belum berhasil. Mas Basuki pernah bilang, bibit kopiku kira2 2 tahun pertama sudah bisa menghasilkan, walaupun belum optimal. Sementara bibit lain baru 3,5 tahun dengan hasil baik.

Para petani meminta lagi, tentu gratisan karena mereka berat di modal. Bayangkan kalau seandainya mau tanam bibit kopi 1.000 maka harus keluar Rp 4.000 perpohon=Rp 4juta. Ini tidak akan bisa direalisasikan petani.

Untuk tahun 2018 Odesa Indonesia punya stok sekitar 100.000 bibit. Nanti kita aksi bagi bibit gratis lagi, tentu kepada petani yang mau proses pendampingan, tidak nakal, dan serius dalam pendidikan anaknya. Jangan anaknya dibiarkan tidak sekolah. Jangan mau tanam tapi tidak mau mengurus. Jangan sudah punya uang mampu beli tapi tidak mau bayar. Subsidi silang, saling menolong. Sebagian bibit kopi tersebut dijual sebagai bagian pembiayaann kegiatan Odesa Indonesia. Harganya per-pohon Rp 3.500 ritel.

Bagi yang minat bisa komunikasi dengan Mudris Hp/WA 08179220904.