Manfaat Kelor untuk Pupuk Penyubur Tanah

Di luar urusan pemenuhan kebutuhan pangan, kelor memiliki manfaat penyubur tanah. Kalau biji kelor terkenal sebagai penjernih air, Daun Kelornya ternyata bagus untuk pupuk.




Penelitian Fakultas Teknologi Pertanian, Cross River Obubra, Nigeria misalnya menyimpulkan bahwa dengan adanya tanaman Kelor yang tumbuh, tanah di kawasan tropis atau sub-tropis akan membaik. Penelitian pada tahun 2009-2010 tersebut juga membuktikan daun kelor yang dibuat pupuk tanaman sangat baik kesuburannya karena mampu meningkatkan panen bertahap dalam setahun pada beberapa jenis tanaman dengan gambaran peningkatan, 0, 5, 10, dan 20 untuk setiap hektar.

Fakta tersebut juga menyingkap bahwa pupuk kandang biasa biasanya menurunkan PH tanah, namun dengan masuknya Kelor sebagai bahan baku pupuk terbukti meningkatkan PH tanah secara baik pada usia pemupukan tanah 140 hari. Penelitian itu membuktikan bahwa dengan bertanam Kelor tanah di sekelilingnya akan mengalami kesuburan yang lebih. Dan penggunaan pupuk dari daun Kelor juga terbukti sangat bagus memperbaiki tanah.

Ada juga hasil penelitian lain dari PO Anyaegbu, peneliti Agricultur Nigeria yang meneliti manfaat daun Kelor sebagai campuran pupuk membuktikan peningkatan kesuburan tanah. Pada penelitian yang dilakukan tahun 2012 hingga 2013 tersebut membuktikan PH tanah meningkat dari 5,4 menjadi 6,7 karena pengaruh pupuk yang dibuat dari Daun Kelor. Pengaruh positifnya berbuat pada hasil panen yang cukup baik, yaitu 9,5 t ha -1 pada tahun 2013 dan 10,5 t ha -1 pada tahun 2013.




Ujicoba Anyegbu pada dengan pupuk NPK maupun pupuk ungags juga membuktikan hasil nyata pengaruh Pupuk berbahan baku kelor yang tertiri dari ranting, kulit pohon dan daunnya. Pengaruh yang baik dari pupuk berbahan kelor tersebut sangat potensial dijadikan sumber pupuk organik guna mengganti pupuk kimia.
Inilah Cara Membuat Pupuk dari Daun Kelor
Penelitian berlanjut pada tahun selanjutnya terdapat penelitian lain yang meneliti pada ubi Jalar di Nigeria. Jika sebelum menggunakan pupuk Kelor hasil pertanian ubi hanya menghasilkan 18,6 ton per hektar, pada tahun kedua meningkat menjadi 20,8, tahun kedua menjadi 22,9. Sementara pada uji coba yang bersamaan dengan pupuk kimia, pada rentang tiga tahun tersebut terjadi penurunan panen yang drastis.

Dengan kata lain pemakaian pupuk organik berbahan baku kelor meningkatkan hasil panen pada rentang tiga tahun, sementara yang memakai pupuk kimia pada 3 tahun akan mengalami penurunan hasil panen. –Eni/Adit




Baca Kelor untuk Mengatasi Kekurangan Gizi Zambia
Baca https://odesa.id/manfaat-kelor-untuk-pupuk-penyubur-tanah/
Baca Cara Meningkatkan ASI Secara Cepat dengan Kelor
Baca Kelor di Negeri Yahweh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*