Cara Meningkatkan ASI Secara Cepat dengan Kelor

Penggunaan Kelor untuk menghasilkan Air Susu Ibu (ASI) sudah menjadi kebiasaan umum di Pilipina. Para peneliti penasaran dan meneliti. Bagaimana hasilnya?

Pilipina mungkin lebih beruntung dalam hal Kelor. Sejak kedatangan tanaman itu Cina (sekitar 600 tahun silam), warga masyarakat mengenalnya sebagai tanaman sayur. Tidak ada isu mistis yang menghambat di sana. Hanya saja karena Daun Kelor tidak menyajikan rasa enak untuk dikonsumsi, orang-orang hanya terbatas mengonsumsinya sebagai obat saat anak-anak sakit dan para suami mencarikan daun Kelor untuk istrinya yang sedang menyusui.

Sejalan dengan inisiatif kegiatan-kegiatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) selama 20 tahun terakhir, beberapa tahun belakangan di Pilipina beredar luas pandangan positif tentang Kelor bagi Ibu-ibu yang menyusui. Bahkan para dokter pun tidak ragu-ragu memberikan resep untuk mendorong ibu-ibu menyusui agar mengonsumsi bubuk atau kapsul guna mendorong mengucurnya ASI. Selain terbukti menghasilkan ASI yang melimpah, terdapat pula hasil yang baik pada anak-anaknya setelah empat bulan kemudian.

Uji Klinis
Beberapa catatan hasil penelitian uji klinis menarik diperhatikan. Misalnya penelitian Raguindin, P. F., dkk menyebutkan “Moringa oleifera as a Galactagogue.” Breastfeeding Medicine (2014) menyebutkan Ibu menyusui yang mengonsumsi 250-350 mg dua kali setiap hari, produksi ASI mereka meningkat dan peningkatan bobot bayi secara cepat dan mengalahkan pengobatan memakai plasebo (obat semu).

Penelitian Almirante, C., & Lim, C. Efektivitas Natalac sebagai Galactagogue. Jurnal Phil Med Assoc (1996) menyebutkan semua data percobaan tentang ibu menyusui yang mengonsumsi kapsul Kelor tak kalah menariknya. Pada hari keempat setelah Ibu melahirkan, menunjukkan hasil produksi ASI meningkat hingga 28-32% pada hari ke 3 berlanjut kemudian meningkat mencapai 51-58% pada hari ke 4, dan pada hari kelima mampu meningkat hingga 152-176%.

Terkait dengan bobot bayi terdapat fakta ibu menyusui yang mengonsumsi kapsul Kelor meningkat mencapai 75% dari berat lahir pada minggu ke 6. Kemudian berlanjut meningkat mencapai 121% pada minggu ke 16. Ini artinya membuktikan ibu menyusui yang mengonsumsi Kelor mampu meningkatkan bobot bayi sampai 66%.

Penelitian dari Raguindin, P. F., dkk menyebutkan, tidak terdapat efek samping yang nyata muncul terkait dengan konsumsi Kelor pada Ibu Menyusui. Semua ibu menyusui yang diuji mengonsumsi Kapsul Kelor setelah persalinan keadaannya baik-baik saja. Hanya saja Raguindin menyarankan saat Ibu menyusui hendak meminum Kelor dan obat harus konsultasi terlebih dahulu.

Sebagai pembanding, studi yang dilakukan oleh empat dokter (Ma Corazon P. Estrella, MD, Jacinto Bias V. Man Taring III, MD, Grace Z. David, MD, dan Michelle A. Taup, MD) tahun 2000 lalu, terhadap kelahiran bayi prematur yang kemudian ibunya mengonsumsi kapsul komersial Kelor 250mg perhari dua kali juga berhasil meningkatkan produksi ASI pada hari ke 5. Yang mengejutkan adalah lompatan yang cukup tinggi karena bisa berubah mampu mencapai 176% peningkatan.
Baca Riset
Pada riset-riset tersebut juga tidak ada efek samping yang mencemaskan karena faktanya membuktikan aman.-Aini/Lukman

Baca Temuan-Temuan Baru tentang Kelor Perlu diperluas Publikasinya
Baca Mengenal Moringa Kelor dan Manfaatnya
Baca Kelor di Negeri Yahweh
Baca Alexander Yang Agung dan Kisah Kelor India

1 Trackback / Pingback

  1. Manfaat Kelor untuk Ibu Hamil dan Menyusui – Odesa Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*