admin

Cara Menilai Keterbelakangan Petani

Cara Menilai Keterbelakangan Petani Oleh FAIZ MANSHUR Ketua Yayasan Odesa-Indonesia. Sekadar urusan makan petani di Indonesia bisa mengatasi. Tapi mereka bukan monyet atau musang yang hidup cukup untuk urusan perut dari hasil alam sehingga dibiarkan begitu saja. Negara harus mulai sadar tentang nilai-nilai peradaban bagi warganya. Sejak Maret 2016 saban hari saya menyerap kehidupan petani […]

Cara Menilai Keterbelakangan Petani Read More »

Kopi untuk Lahan Kritis Bandung Utara

Oleh: Budhiana Kartawijaya. Pegiat Odesa-Indonesia.Wartawan Senior. TULISAN Irma Tambunan di Kompas ( 28/11/2016) Kompas pagi ini bercerita tentang bagaimana tanaman kopi bisa menghijaukan kembali lahan kritis, sekaligus memberdayakan petani di Kabupaten Kerinci Jambi. Permintaan dunia akan kopi tak henti-hentinya. Jadi kopi bukan masalah marketing, tapi masalah produksi. Lalu, mari kita lihat lahan kritis di Bandung

Kopi untuk Lahan Kritis Bandung Utara Read More »

Kenangan Pemilu 1971: Kepala Bocor (2)

Pemilu 1 971 adalah langkah penting bagi pemerintahan orde baru untuk memperkuat legitimasinya. Ada sepuluh peserta yang ikut kompetisi dalam hajatan demokrasi tersebut, yaitu Partai Katolik, Partai Syarikat Islam Indonesia, Partai Nahdlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia, Golongan Karya, Partai Kristen Indonesia, Partai Musyawarah Rakyat Banyak, Partai Nasional Indonesia, Partai Islam Perti, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan

Kenangan Pemilu 1971: Kepala Bocor (2) Read More »

Kenangan Sindangmulih (1)

Kampung itu tidaklah besar. Bahkan boleh dibilang sebagai kampung terkecil diantara tetangga-tetangganya. Namanya Sindangmulih. Termasuk dalam wilayah Desa Sukamenak, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 8 km ke arah timur dari pusat kota. Setelah Kota Tasikmalaya terbentuk, Sindangmulih termasuk di dalamnya. Kini sesudah Cibeureum dimekarkan, kampung itu menjadi bagian Kec. Purbaratu. Sepanjang sejarahnya,

Kenangan Sindangmulih (1) Read More »

Perbaikan Kualitas Kopi, Urus Petani

Oleh Basuki Suhardiman. Pegiat Odesa-Indonesia. Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Perbaikan kualitas kopi harus terus dilakukan agar petani menemukan nilai lebih. Bicara persoalan kopi kita masih berurusan dengan problem fundamental rendahnya hasil panen kopi yang berkualitas. Kata rendah bukan berarti merendahkan sebab dalam takaran produk global terdapat parameter yang pasti. Memang dari beberapa cupping-test kopi

Perbaikan Kualitas Kopi, Urus Petani Read More »

Petani Tidak Kapok Menanam Cabe

Temanggung. Kita tidak pernah kapok makan Lombok (cabe) begitu juga petani. Tahun lalu hampir 40% tanaman lombok (cabe) di Dusun Grembul, Tembarak, Temanggung mengalami gagal panen akibat mati oleh curah hujan yang cukup tinggi. Namun masyarakat tetap mempunyai harapan pada komoditas cabai sebagai inti tanaman pada musim penghujan. Sehingga tak heran bila sekarang sebagian besar

Petani Tidak Kapok Menanam Cabe Read More »

Siti Komariah

Nilai Lebih Seorang Pembibit Tanaman

Karena kemampuannya membibit banyak tanaman, stok dagangan bisa stabil. Harganya pun bisa lebih murah sehingga para pembeli bisa belanja lebih banyak. Inilah pengalaman yang patut dipetik dari seorang penghobi tanaman Siti Komariah (46 tahun). Kesukaannya mengurus tanaman selama puluhan tahun membuat dirinya punya pengetahuan yang mendalam tentang jenis-jenis tanaman hias dan tanaman herbal yang cocok

Nilai Lebih Seorang Pembibit Tanaman Read More »

Bakul Peuyeum Pak Ada Ada Aja…..

Saat saya dalam perjalanan menemui petani sayur di perbukitan Cikawari Tutupan Cimenyan Kabupaten Bandung (Kamis 24/11/2016) tiba-tiba muncul seseorang memanggul dagangan. Saya perhatikan, rupanya saya pernah bertemu dengan bapak ini di tempat lain. Sayang saya lupa bertanya namanya. Begitu mendekat…. “Eh, nama bapak siapa?” tanya saya. “Pak Ada,” jawabnya. “Ada? Ada atau adak? Adak siapa

Bakul Peuyeum Pak Ada Ada Aja….. Read More »

Keranjang Belanja