Petani Tidak Kapok Menanam Cabe

Pertanian di Grembul Desa Jragan, Tembarak, Temanggung, tidak memiliki infrastruktur pengairan.

Temanggung. Kita tidak pernah kapok makan Lombok (cabe) begitu juga petani. Tahun lalu hampir 40% tanaman lombok (cabe) di Dusun Grembul, Tembarak, Temanggung mengalami gagal panen akibat mati oleh curah hujan yang cukup tinggi. Namun masyarakat tetap mempunyai harapan pada komoditas cabai sebagai inti tanaman pada musim penghujan. Sehingga tak heran bila sekarang sebagian besar petani sudah kembali menanam cabai.




Lahan pertanian di Grembul yang masuk wilayah Desa Jragan, Tembarak, Temanggung, merupakan lahan kering yang terhampar di punggungan lereng gunung Sumbing dan tidak memiliki infrastruktur pengairan. Sehingga pola bertani masyarakat selalu mengikuti siklus alam, termasuk budidaya tanaman cabai yang mengandalkan pengairan dari hujan.

Di tengah gagal panen tahun lalu ternyata ada seorang petani cabai yang sukses, yaitu H. Sukemi (50). Saat kami temui di ladangnya, Rabu (2/11/2016), ia sedang melakukan penanaman. H. Sukemi menjelaskan kepada kami cara budidaya cabai dari proses penyiapan lahan hingga penanaman. Ia mengatakan bahwa lahan seluas satu hektar bisa ditanami 14 ribu pohon, membutuhkan pupuk kandang 4 muatan truk dan pupuk kimia sebanyak 4 kwintal. Modal yang diperlukan hampir mencapai Rp 10 juta, bisa menghasilkan sekitar 600 kg cabe.

Langkah pertama menyiapkan lahan yang bersih dari sisa-sisa tanaman yang baru di panen dan juga rumput-rumput. Setelahnya itu tanah di cangkul dan di buat gundukan (bedengan) dengan jarak antar gundukan 85 cm. Di dalam gundulkan tersebut harus di beri pupuk kandang dan pupuk kimia, setelah itu gundukan di tutup menggunakan plastik mulsa.

Kemudian plastik mulsa di lubangi dengan diameter 8 cm atau seukuran lingkar kaleng susu. Jarak antar lubang kira-kira panjang 40 cm dan lebar 35 cm. Setelah itu bedengan didiamkan selama tiga hari agar tanah leram, baru kemudian ditanami bibit cabe yang sudah berumur satu bulan.

Informasi harga cabe per kilogram di Pasar Kliwon Temanggung (24/11/2016) sebagai berikut: Merah Kriting Rp 50-60 rb, Hijau Kriting Rp 28-30 rb, Hijau Kriting Lokal Rp 35 rb, Rawit Setan Rp 40 rb, Rawit Hijau Rp 38 rb.-Taat/Hendri/A.



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*