Nilai Lebih Seorang Pembibit Tanaman

Siti Komariah
Yanti Bunga (Siti Komariah): Penjual dan Pembibit tanaman di Jalan Pacuan Kuda Arcamanik Bandung

Karena kemampuannya membibit banyak tanaman, stok dagangan bisa stabil. Harganya pun bisa lebih murah sehingga para pembeli bisa belanja lebih banyak. Inilah pengalaman yang patut dipetik dari seorang penghobi tanaman Siti Komariah (46 tahun). Kesukaannya mengurus tanaman selama puluhan tahun membuat dirinya punya pengetahuan yang mendalam tentang jenis-jenis tanaman hias dan tanaman herbal yang cocok untuk lahan terbatas.




“Saya sudah lebih 26 tahun mengurus tanaman. Dagangan saya sebagian juga dari praktik membibitkan sendiri karena itu lebih menguntungkan dan bisa memurahkan harga,” katanya kepada Odesa-Indonesia, Jumat, 25 November 2016.

Di pinggir jalan Pacuan Kuda Arcamanik Kota Bandung, perempuan yang dikenal dengan nama Yanti Bunga itu memiliki koleksi tanaman yang agak lengkap di banding pedagang lain. Di tempat itu, stok tanaman Yanti tergolong bagus-bagus. Dalam hal transaksi ia pun bisa fleksibel memberikan harga. Satu jenis tanaman harganya bisa tiga macam sehingga pembeli bisa lebih leluasa memilih sesuai kemampuan finansialnya. Kelebihan lain, Yanti Bunga punya kemampuan menjelaskan manfaat dari ragam jenis tanaman secara detail.

“Saya sering ikut program pelatihan budidaya tanaman. Bukan hanya tanaman hias tapi juga tanaman obat. Sering saya mendapatan pesanan pembibitan tanaman obat. Yang terbaru nih, saya ada pesanan membibitkan bawang dayak dari seorang Profesor. Ini katanya bagus untuk mengatasi masalah kolesterol. Saya sudah mulai ujicoba, dan sekarang lagi mulai mempelajari khasiat dan cara penggunaannya,” katanya.

Siti Komariah

Selain gemar ikut pelatihan atau seminar, ia juga gemar membaca ulasan-ulasan tentang tanaman dari media massa. Kalau kebanyakan pedagang tanaman lebih suka memilih pembicaraan transaksional harga, Yanti lebih suka menceritakan tentang manfaat, cara tanam, pengemasan dalam pot, dan seterusnya.

Dalam soal meraih keuntungan, ia pun tidak memasang harga tinggi. Pengalamannya berjualan tanaman membuat Yanti sadar Calon pembeli bertanya itu bukan berarti tidak tahu, melainkan sekadar meminta informasi. Karena itu Yanti memilih memberi harga yang realistis. Sebab dengan harga yang realistis apalagi murah, orang akan terdorong membeli lebih banyak tanaman.

“Kalau yang dicari jumlahnya banyak dan murah ini bisa cuma 15 ribu. Ada yang 20 ribu. Saya tidak perlu mahal-mahal karena saya bisa membibitkan sendiri,” ucapnya.




Dengan kemampuannya membibit sendiri, Yanti Bunga memiliki nilai lebih. Selain mampu memproduksi banyak tanaman, stok dagangannya tidak semua bergantung pada pemasok. Karena nilai lebih berproduksi sendiri itu, aset usaha dan modal dagangan Yanti tidak terus bergantung kepada orang lain. Dan pergaulannya dengan orang luar yang simpatik karena ketekunannya membuat dirinya bisa beradaptasi dalam hal komunikasi melalui teknologi modern.

“Sekalipun tangan dan badan saya bau pupuk, tapi saya setiap hari browsing informasi tanaman dan juga marketing internet. Kalau hari begini pedagang tidak bisa internet sulit maju,” katanya tertawa.-Nilam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*