Warisan Kelor Fidel Castro Memperlihatkan Hasilnya

Tiga tahun sebelum meninggal ia mendapatkan informasi gizi kelor yang luar biasa. Antusias menanam dan bereksperimen. Sekarang, apa yang terjadi setelah Castro menggerakkan tanam Kelor di Kuba?

Sama seperti negara Indonesia, awal munculnya pohon Kelor (Moringa Oleifera) tidak banyak diketahui. Tetapi Kuba lebih awal mengenal manfaat Kelor pada zaman perang dunia II, saat seorang ahli tanaman Juan Tomás Roig menemukan kandungan bunga Kelor memiliki manfaat untuk obat penenang. Namun setelah itu tidak ada lagi wacana lagi. Sejarah kemudian berubah karena Fidel Castro sebagaimana dikisahkan pada tulisan ini Castro dan Kelor mengambil peran penting dalam membuat solusi untuk kesejahteraan rakyatnya bersama “Pohon Kehidupan” itu.

Castro sangat semangat mengapresiasi Kelor bahkan menjadikan tubuhnya sebagai eksperimen pribadi dengan setiap hari mengonsumsinya. Penyakit kanker usus yang 10 tahun dideritasnya sangat susah diatasi pada usia 88 tahun. Tapi dengan kelor ia merasa bugar dan lebih sehat saat itu. Ia juga mempublikasikan tulisan tentang pentingnya rakyat Kuba menanam Kelor pada 17 Juni 2012. Satu tahun kemudian banyak sekali tanaman Kelor berkembang di Kuba. Castro bukan hanya penyeru, melainkan pekebun yang baik. Di istananya ia tanami ratusan pohon Kelor bersama dengan pohon kesukaan sebelumnya, Mulberry.
castro 2014
Kisah-kisah pertanian Kelor Kuba
Pada tanggal 1 April 2018 lalu, situs demoringa.com dari Kuba melaporkan tentang banyaknya panen Kelor di Kuba yang menggembirakan karena kemampuannya menghasilkan nilai ekonomi, kemajuan ternak, kesehatan dan lain sebagainya. Di daerah Camaque yang menjadi kebun pertama Castro bereksperimen pertanian Kelor pada tahun 2011 misalnya, terdapat 30.000 pohon Kelor yang telah berhasil sesuai tujuan dasarnya, yaitu mempergizi masyarakat, mempermudah pakan ternak dan menstabilitaskan susu. Pada tahun 2018 ini, di Camaque telah berkembang 9 hektar pertanian Kelor sebagai agen utama penyebaran biji yang tujuannya untuk menghasilkan jutaan bibit kelor yang akan digelar pada area 1.400 hektar.

Pada mulanya Castro memulai di kawasan ini karena di kawasan pertanian ini sering tertimpa kemarau panjang. Hasilnya sekarang telah terbukti, produksi susu ternak terjaga secara baik dan petani merasa diuntungkan oleh situasi ini. Kisah lain juga terjadi pada provinsi Cienfuegos, terutama di kota Rhodes yang ditemukan banyak petani mencapai hasil produktivitas yang lebih baik dengan pupuk Kelor dan juga stabilitas penghasil susu. Secara khusus di Rhodes ini Castro bereksperimen pada satu hektar pada tahun 2013 lalu dan berhasil menstabilkan perolehan susu ternak dalam jumlah 27.300 liter sekalipun didera kekeringan panjang.

Pada bulan Juli 2014 Kuba dan Cina menandatangani perjanjian untuk membangun peternakan di Kuba yang tujuannya secara khusus diarahkan untuk pembuktian Kelor dalam mendukung produksi peternakan seperti ulat sutra. Cina waktu itu mengirim benih berkualitas. Dan program ini terbukti berhasil meningkatkan produksi ulat sutra.

Pada tahun 2014 juga terdapat program Kelor di Kuba yang lain, tepatnya di provinsi timur Holguin yang tujuannya untuk membuat formulasi pakan ternak agar tidak bergantung pada pakan pabrik semata. Karena di sana terdapat pabrik gula, Castro memanfaatkan residu pabrik gula dan hasilnya sangat bagus untuk semua peternakan. Lalu pada pupuk, eksperimen dengan dengan campuran residu gula, madu, sortiran kue, dan lain-lain memperkaya panen pertanian singkong dan bunga matahari.
fidel castro kelor Sedangkan di Provinsi Western Mayabeque, Pohon Kelor yang dikembangkan pada tahun 2015 kini telah berhasil menyuplay 7.000 kerbau. Petani lebih efektif dalam mengurus pakan kerbau yang sebelumnya banyak mengalami kesulitan. Lebih menguntungkan lagi karena susu kerbau juga lebih stabil dan meningkat menjadi rata-rata 4 liter setiap hari. Tak terkecuali tanah-tanah yang kurang subur karena dampak kimia kini mulai pulih menjadi lebih organik.
ADA KEGIATAN AMAL MEMAJUKAN PETANI. CARANYA MUDAH KLIK
Lalu pada kota Troy, di Provinsi Timur Granma, jenis eksperimen ekstraksi minyak biji Kelor juga membuahkan hasil. Setelah 6 tahun menunggu panen biji, pada pertengahan 2016 lalu juga menghasilkan pestisida guna melawan hama tanaman. Atas hasil ini banyak perusahaan Labiofam yang memproduksi pestisida alami.

Dalam urusan apapun Castro selalu ilmiah. Urusan Kelor apalagi menyangkut gizi dipandang sebagai urusan laboratorium. Ia pun melibatkan banyak sekali tenaga medis untuk bergiat. Dimulai dengan satu laboratorium yang melibatkan 6 tenaga riset medis saat Castro masih hidup, sekarang di Kuba sudah terdapat dua laboratorium penelitian Kelor yang melibatkan lebih 1.700 tenaga kerja medis. Sejak tahun 2016 hingga kini, produk-produk bio-organik berbahan Kelor pun mulai bermunculan di Kuba.
–Sadur Sentosa
BACA Alexander Yang Agung dan Kelor
BACA Bibit Kelor Bandung

1 Trackback / Pingback

  1. Kelor: Manfaat Gizi, Obat dan Solusi Stunting – ODESA INDONESIA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*