Search Results for: manfaat kelor

Krisis Ekonomi Butuh Inovasi Tani Model ini

Krisis ekonomi butuh inovasi. Wabah Pandemi Covid-19 yang menimpa kelompok buruh tani membutuhkan tindakan konkret. Tani pekarangan adalah solusi penting saat ini.  Kesulitan pekerjaan sejak mewabahnya pandemic Covid-19 bulan Maret 2020 benar-benar menyulitkan kehidupan buruh tani. Ada yang memilih menganggur sambil terus berharap bantuan pemerintah, ada pula yang memilih cara baru mengatasi situasi dengan inovasi. […]

Krisis Ekonomi Butuh Inovasi Tani Model ini Read More »

Budidaya Pertanian Menjawab Krisis Pandemi Covid-19

Krisis ekonomi yang berlangsung akibat pandemi Covid-19 mengundang keprihatinan tokoh Pertanian K.H Fuad Affandi. Akibat krisis tersebut banyak orang kehilangan pekerjaan. Banyak juga buruh tani yang semakin kekurangan pendapatan. Pengasuh Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq Rancabali Kabupaten Bandung tersebut memberi support kepada para tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan. Menurutnya, setiap kesulitan menuntut berpikir keras dan bertindak cepat.

Budidaya Pertanian Menjawab Krisis Pandemi Covid-19 Read More »

Strategi Menggerakkan Tani Pekarangan

Tani Pekarangan adalah gerakan penting bagi kelangsungan hidup rumah tangga. Pada keluarga miskin yang memiliki pekarangan, kegiatan pertanian kreatif ini sangat baik untuk menjawab problem ekonomi, kesehatan dan lingkungan. Sekarang saatnya kita berpikir dan bertindak serius. Jangan sampai orang miskin yang masih memiliki pekarangan itu tidak melaksanakan kegiatan potensial ini. Yayasan Odesa Indonesia menggerakan Tani

Strategi Menggerakkan Tani Pekarangan Read More »

Gerakan Ibu Rumah Bandung Utara Berkebun di Pekarangan

Menghadapi krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19, ibu rumah tangga di kalangan keluarga pra-sejahtera sangat penting untuk mengambil peran pangan bergizi. Tani pekarangan, menurut Nina Danny Hilman Natawidjaja, harus disebarluaskan di kalangan keluarga pra-sejahtera karena dari kegiatan kecil ini memiliki manfaat besar untuk peningkatan gizi, bahkan meningkatkan ekonomi secara efisien. “Pangan dan tani pekarangan itu satu

Gerakan Ibu Rumah Bandung Utara Berkebun di Pekarangan Read More »

Survive di Tengah Pandemi

Oleh Faiz Manshur. Ketua Yayasan Odesa Indonesia Realitas baru harus disikapi dengan cara baru. Situasi ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 tiada mungkin berbalik normal seperti sebelumnya. Lebih baik segera memperbaiki pola pikir dan menerapkannya. Memang, kata “adaptasi” atau penyesuaian terasa enak didengar, namun itu bukan perkara mudah dilaksanakan karena menyangkut kebiasaan hidup. Survive-nya spesies, termasuk

Survive di Tengah Pandemi Read More »

Keberagaman Gerakan Odesa Membuka Ruang Luas Pengabdian

-Catatan Akhir Tahun 2019. Yayasan Odesa Indonesia Bandung. -Keberagaman memnbuka partisipasi yang luas untuk berbagi kepada kaum papa. Mereka yang terlibat dalam gerakan Kesukarelawanan Odesa Indonesia sangat beragam. Menurut Pendiri Odesa Indonesia, Enton Supriyatna, keberagaman para pengurus maupun sukarelawan, bahkan donatur tersebut merupakan kekayaan sumber daya manusia untuk kebaikan sosial. Atas dasar itu, Pengurus Odesa

Keberagaman Gerakan Odesa Membuka Ruang Luas Pengabdian Read More »

Pergerakan Kaum Muda Odesa Indonesia

Oleh FAIZ MANSHUR. Ketua Odesa Indonesia. Odesa institute resmi berdiri 4 Juni 2020. Nama ini dipilih dengan menyertakan kata Institute untuk mewadahi secara khusus Sumber Daya Manusia (SDM) dari latarbelakang kaum muda, terutama mahasiswa. Harapannya, dengan sistem yang terintitusi ini, kolektivitas kerja lebih massif dan menjadikan organisasi ini sebagai mesin produksi keilmuan dan pengalaman. Pengisi

Pergerakan Kaum Muda Odesa Indonesia Read More »

Petani Cimenyan Siap Mengubah Gurun Menjadi Kebun

Oleh HERRY DIM. Ketua Divisi Revitalisasi Sumber Daya Alam Odesa Indonesia. Banyak lahan pertanian di Cimenyan yang mengalami kekeringan karena minim pohon tinggi. Pertanian sayuran yang selama ini didukung pemerintah dengan sistem monokultur telah banyak menyebabkan erosi. Selain itu, pertanian monokultur sayuran juga tidak menguntungkan mayoritas petani karena keadaan alam yang semakin sulit air. Naas,

Petani Cimenyan Siap Mengubah Gurun Menjadi Kebun Read More »

Keranjang Belanja