Membantu Fakir Miskin Punya Toilet Sendiri

MEMBANTU FAKIR MISKIN PUNYA TOILET SENDIRI

Keadaan Toilet Rumah Tangga Fakir Miskin Cimenyan Kabupaten Bandung
Keadaan Toilet Rumah Tangga Fakir Miskin Cimenyan Kabupaten Bandung.

“Ada ribuan keluarga yang sanitasinya buruk. WC-nya sempit di dalam rumah. Pagarnya compang-camping sehingga menimbulkan bau.

Lubang toiletnya buruk. Saluran pembuangan akhirnya masuk ke tanah tanpa septick-tank. Sebagian lagi warga tidak memiliki WC pribadi.

Sering menumpang berak di rumah tetangga juga bisa menimbulkan konflik. Kalau berak di selokan selain menimbulkan penyakit juga memperkumuh kampung.”

Kenyataan inilah yang dirangkum oleh Budhiana Kartawijaya, Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia yang sejak tahun 2016 bergiat aktif memperbaiki sanitasi buruk di beberapa perkampungan di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

Lokasinya hanya berjarak antara 10 hingga 17 km dari Kantor Ibukota Provinsi Jawa Barat, tetapi hal itu merupakan fakta. Selain sanitasi buruk, aliran air bersihnya juga tidak lancar. Keadaan ini semakin memprihatinkan di mana sekarang musim kemarau sering lebih panjang sehingga pasokan air bersih seringkali berhenti.

Membantu Fakir Miskin Memiliki Toilet Sendiri
Membantu Fakir Miskin Memiliki Toilet Sendiri

“Ada banyak anak-anak kecil yang pasti kesehatannya buruk. Ibu-ibu sengsara karena kesulitan mencuci. Kami memantau selama  lima tahun dan mengusahakan perbaikan terus-menerus. Pemerintah desa belum mengambil problem ini sebagai prioritas. Akibatnya banyak keluarga yang rendah kualitas hidupnya,” papar Budhiana.

bantu fakirmiskin punya toilet sendiri 
bantu fakir miskin punya toilet sendiri 

Budhiana menjelaskan, sejak tahun 2016, Yayasannya sudah mencoba melakukan terobosan-terobosan dengan menggalang donasi untuk pembangunan toilet, tetapi bersifat komunal.

Dengan pembangunan toilet bersifat komunal tersebut setidaknya problem pada setiap lokasi bisa menolong belasan keluarga miskin.

Tetapi tidak semua lokasi bisa dibuat toilet komunal. Bahkan sekalipun dibuat toilet komunal, tetapi toilet di rumahnya juga masih dipakai dengan cara yang tidak sehat.

“Sekarang kita akan melakukan tahapan lanjutan pembangunan toilet berbasis keluarga,” kata Budhiana.

Pembangunan toilet untuk warga ini dimaksudkan sebagai edukasi melalui praktik pemberdayaan dengan mengedepankan keteladanan.

Sebagaimana telah dilakukan dalam pembangunan toilet umum, sebagian warga telah terinspirasi untuk memiliki toilet yang bagus di rumahnya masing-masing.

Tetapi memang, tidak semua bisa membangun sekualitas bangunan yang dibangun Odesa dengan standarisasi kesehatan yang memadai.

“Ada banyak orang miskin. Mereka secara faktual tidak mampu secara finansial karena keadaan ekonominya sangat miskin (fakir).Pekerjaannya buruh tani,” kata Budhiana.

Atas dasar itu, Budhiana merasa perlu menginisiasi tindakan baru. Selain tetap membangun toilet komunal, juga perlu membangun toilet sehat berabasis keluarga.

Cara yang akan ditempuh ialah dengan memberi bantuan finansial kepada keluarga fakir-miskin untuk membangun toilet rumah tangga dengan septick-thank.

Karena sifatnya bantuan, menurut Budhiana, alokasi bantuan biaya diperuntukkan bagi warga sifatnya hanya sebagian, mungkin hanya 60 persen dari total kebutuhan.

“Setiap bantuan materiak dilakukan dengan pendampingan dan semangat edukasi.

Dari ribuan rumah tangga yang kumuh, kita akan alokasikan pada mereka yang memiliki kesungguhan niat untuk berubah ke arah hidup sehat,” kata Budhiana.

Pada program ini, Yayasan Odesa Indonesia telah menujuk warga lokal yang sudah terpercaya menjadi pelaksana program, yaitu Ujang Rusmana dan Toha Odin.

Keduanya warga lokal yang selama lima tahun telah teruji menjadi agen perubahan di bidang sanitasi dan ekologi. Keduanya telah berhasil memimpin pelaksaan sanitasi dengan membangun 36 Toilet Umum.

Menurut Ujang, kebutuhan biaya pembangunan toilet berbasis keluarga membutuhkan dana sekitar Rp 7 juta. Biasanya biaya itu diperuntukkan separohnya untuk toiletnya, dan setengahnya lagi untuk septick-tank.

“Saya kira kalau warga diberikan stimulan antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta mereka bisa mewujudkannya. Nanti kita akan pilih sebagai percontohan,” terangnya.

Ditanya berapa target yang bisa dilakukan untuk pembangunan ini semuanya tergantung pada ketersediaan dana yang masuk. Jika ada yang masuk Rp 5 juta bisa langsung berjalan satu rumah tangga. Seterusnya begitu.

“Kalau soal berapa jumlah keluarga yang membutuhkan, bisa mencapai lebih 3000 keluarga di Cimenyan ini.

Selagi dana nanti didapat, saya pun siap melaksanakannya setahap demi setahap,” katanya.[]

Jika Anda ingin berdonasi untuk program ini bisa menghubungi admin Yayasan Odesa Indonesia, Abdul Hamid. Hp/WA 082117204059. Email odesaindonesia@gmail.com

Bisa juga menyalurkan langsung bantuan melalui kitabisa.com di link Campaign Bantu Toilet Fakir Miskin. Klik

Bangun Toilet Agar Tak Menumpang Mandi ke Tetangga

Dokumentasi Kegiatan Pembangunan Toilet Umum Odesa

Berbenah Kampung Kumuh ala Odesa

Mengenal Kiprah Odesa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja