Memperbaiki Politik untuk Memperbaiki Ekologi
Demokrasi berjalan lambat, kerusakan lingkungan berjalan cepat. Politik mesti mengurus ekologi agar kerusakan lingkungan berubah baik
Demokrasi berjalan lambat, kerusakan lingkungan berjalan cepat. Politik mesti mengurus ekologi agar kerusakan lingkungan berubah baik
Hutan Arcamanik dan Ladang Pertanian Cimenyan, Sumber kehidupan yang kini menjadi bencana karena kerusakan merajalela
Sekolah demokrasi diperlukan karena kecenderungan politik di Indonesia seringkali jauh dari semangat berdemokrasi, yaitu menegakkan keadilan sosial.
Sekolah Demokrasi sebagai Cara Memperbaiki Politik Read More »
Oleh BUDHIANA KARTAWIJAYA. Ketua Pembina Odesa Indonesia IG Budhiana Kartawijaya IG Odesa Indonesia Tentang Civic Journalism SABTU sore 21 Agustus cuaca cerah…Masih dalam suasana kemerdekaan, saya bekerja menjalankan tugas sebagai orang Yayasan Odesa. Duduk di meja putih, di belakang sawah membentang. Secangkir kopi panas menghangatkan sore. Cuaca cerah, suara tonggeret dan kodok, kopi panas dan
Global Village: Sawah, Wifi dan Civic Journalism Read More »
Tiap orang punya ukuran kebahagiaan sendiri. Ini namanya kebahagiaan subjektif. Seseorang di daerah terpencil yang masih kaya dengan pantai jernih dan ikan banyak mungkin tak punya harta banyak, income per-kapitanya rendah
Orang miskin dengan ponselnya bukannya makmur tetapi mereka menonton kemakmuran orang-orang di kota. Karena laku hidup bergaya itu tampak menyenangkan mereka pun meniru. Niru gayanya
“Jika masalah kemiskinan itu karena pendapatan rendah, mengapa strateginya bukan menaikkan pendapatan?” demikian pertanyaan seorang teman kepada saya.
BEBERAPA minggu sebelum mendapatkan buku “Puisi Sunda Zaman Belanda” ini saya melihat tayangan di laman Facebook Dr. Hawe Setiawan. Saya tidak terlalu
Oleh BUDHIANA KARTAWIJAYA. Ketua Pembina Odesa Indonesia. IG Budhiana Kartawijaya IG Odesa Indonesia Mengemis dalam analisa gerakan sosial SELAMA Ramadan, puluhan lembaga pencari dana mengkampanyekan zakat, infaq, sadaqah dan wakaf. Mereka menggunakan berbagai media: cetak, radio, televisi, media sosial, dan pesan instan (instant messenger) seperti Whatsapp, Telegram, Line dan lain-lain. Pesan-pesan itu umumnya mengajak calon
Orang-orang miskin harus diurus bahkan oleh mandat konstitusi negara. Tetapi bukankah negara Indonesia sampai sekarang tak mampu mengatasi kemiskinan?