Kisah Petani Toha Delapan Tahun Bersama Odesa

Kisah Petani Toha.- Lebih 800.000 bibit tanaman terdistribusi dan ditanam petani. Banyak lansia bisa mendapatkan pertolongan karena pelayanannya. Banyak warga kesulitan air sekarang terpenuhi. Lebih 4.000 warga mendapatkan akses toilet yang lebih baik. Banyak anak-anak mendapatkan kesempatan belajar di hari minggu.

Inilah ringkasan yang saya dapatkan dari Odesa Indonesia terkait dengan kiprah sosial dari petani bernama Toha. Mang Toha, demikian banyak relawan Odesa memanggilnya. Ia dikenal sebagai petani yang melayani para relawan dan pengurus Odesa mengurus banyak hal dalam bidang pemberdayaan masyarakat desa.

Petani Kisah
Kisah Petani Toha  Saat awal bersama Odesa Indonesia bisa dibaca di sini Toha Si Gila dari Oray Tapa

Kisah tentang Toha menarik karena menurut para pengurus Odesa dirinya merupakan sosok penting dalam banyak kegiatan di Odesa. Tanpa bermaksud menonjolkan sisi individualnya, kiprahnya tetap harus dilihat secara khusus karena bagaimana pun juga kekuatan kolektif sebuah organisasi juga ditentukan oleh kekuatan-kekuatan individu. Setelah lebih 8 tahun berkiprah di Odesa, ada hal yang perlu ditanyakan langsung kepadanya. Saya, Abdul Hamid dan Fadhil Azzam mendokumentasikan wawancara dengan Mang Toha.

Kisah Petani Toha Bersama Odesa

Video Kegiatan: Belajar Pertanian Bersama Mang Toha

Mang Toha, bisa diceritakan awal mulanya terlibat di Odesa?

Awal mulanya saya itu ditemui Pak Faiz, Ketua Odesa. Dulu saya ditemui pagi-pagi sekali. Pak Faiz itu sejak pindah dari kota ke Cikadut punya kebiasaan masuk-masuk kampung di pinggiran hutan. Itu dilakukan berbulan-bulan secara rutin setiap subuh. Katanya sih pingin kenal banyak petani dan mengenalnya harus pada waktu subuh supaya tahu kehidupan petani dari subuh sampai malam. Pernah cerita ke saya juga paling penasaran menemui petani yang tinggalnya di perbukitan paling ujung di hutan. Nah, saya salahsatu orang yang tinggal di dekat hutan. Saya ingat ketemu pertamanya waktu itu. Saya sedang memasarkan sapi di pinggir jalan menjelang Idul Adha 2016. Pak Faiz bertanya-tanya tentang sapi. Dari situ saya kenal.

Apa yang dibicarakan?

Biasa saja. Tanya tentang kegiatan pertanian. Menanam apa saja, asalnya dari mana, jualan hasil tani kemana. Sapinya milik siapa. Kalau jualan kemana dan bagaimana hasilnya. Juga sering bertanya tentang pemerintahan desa. Setelah itu beli sayuran.

Kisah petani Toha
Kisah Petani Mang Toha Mengurus Bibit Kelor

Selanjutnya langsung diajak masuk Odesa?

Belum. Odesa belum ada. Pak Faiz terus menemui saya secara rutin. Dalam seminggu bisa duakali datang ke rumah saya atau main ke kebun saya. Sepertinya senang memotret bukit dan dari situ juga mulai membawa teman untuk dikenalkan kepada saya. Saya dikenalkan Kang Khoiril, Mas Mudris, Mas Agung dan Pak Basuki dan selanjutnya banyak sekali teman-temannya yang sering menemui saya seperti Pak Didin, Pak Budhiana, Pak Enton, Prof Moko dan seterusnya. Saya pun disuruh ke rumahnya di Cikadut dan dari situ saya mulai kenal banyak orang lagi, termasuk juga dihubungkan dengan petani lain yang ditemui pak Faiz seperti Pak Nanang di Pondok Buah Batu, Pak Suherman di Cilengkrang, Pak Agus di Sindanglaya, Kang Ujang Rusmana di Cikadut dan banyak lagi. Setelah beberapa kali pertemuan itu saya mulai mendengar kalau Pak Basuki ingin menyebarkan bibit kopi dan saya yang disuruh Pak Faiz untuk mengurusnya. Saya mau saja karena namanya dibantu apalagi bibit. Saya juga sangat butuh bibit kopi itu. 

Kemudian urusan apa saja?

Setelah urusan bibit kopi urusannya melebar, sapi, pupuk, bantuan pakaian, pembangunan toilet dan lain sebagainya. Beberapa bulan setelah kenal barulah saya tahu teman-teman pak Faiz mendirikan Odesa. Saya pun juga disuruh mendirikan membuat organisasi perkumpulan, namanya Hotani, Himpunan Orang Tani Niaga. Alasannya waktu itu kalau di organisasi Yayasan tidak akan bisa karena Yayasan tidak memiliki anggota. Dibuatnya organisasi supaya saya dan tetangga saya supaya bisa bergotong-royong dan memudahkan urusan penyaluran bantuan juga. 

Kisah Petani Bandung
Mang Toha bersama Pakar Keuangan Mike Rini Sutikno dan Karyana Hutomo Dosen Universitas Bina Nusantara

Sekarang sudah 8 tahun berjalan. Apa yang membuat Mang Toha bertahan di Odesa?

Ya mau keluar alasannya apa? Di Odesa itu urusannya saling memudahkan bukan saling menyulitkan. Saya butuh bibit diusahakan. Anak saya bisa belajar laptop, bisa dapat buku dan dapat bimbingan belajar. Tetapi yang lebih penting adalah bahwa adanya Odesa bisa menolong tetangga-tetangga saya juga. Sekalipun itu bukan bantuan dari saya tapi saya ikut membantu mengurusnya. Jadinya bisa ikut berbuat baik. Kalau dulu saya bingung mau main kemana sekarang bisa punya teman main banyak. Pokoknya di Odesa itu banyak teman dan banyak urusan.

Susah senangnya di Odesa?

Kalau hidup susah saya sudah biasa. Jadi kalau cuma disusahin urusan Odesa saya sudah kebal. Lagi pula tidak ada orang Odesa yang niatnya menyusahkan orang. Kalau ada kesusahan, itu urusan di lapangan bukan karena Odesa tapi macam-macam sebabnya. Tapi itu semua biasa saja. Yang penting ramai banyak teman dan ada manfaatnya buat saya sekeluarga dan juga buat masyarakat. 

Kisah Petani Toha
KISAH PETANI: Mang Toha bersama Dr. Hawe Setiawan Dosen Univ. Pasundan

Apa yang membuat Mang Toha percaya sama Odesa?

Orang-orang Odesa itu kalau punya rencana dibuktikan dengan kerja, bukan hanya omong. Kita butuh bibit kopi dilayani dan selalu diusahakan yang bagus. Kita butuh bibit tanaman buah-buahan juga diperjuangkan yang bagus, bukan asal menyumbang lalu nyusahin petani. Kerja membangun WC juga selalu bagus. Ada orang kesusahan air dicarikan solusi. Begitu juga dalam membangun rumah yang tidak layak huni. Jadi bagus dan hasilnya bisa dirasakan.  Lagi pula pengurus Odesa itu ada terus di Cimenyan. Pak Faiz ada di sini bisa ditemui kapan saja pengurus yang lain juga rutin menemui saya. Jadi gimana enggak percaya. Beda kalau misalnya Odesa organisasinya jauh dan hanya sekali kegiatan. 

Kira-kira apa yang membuat para pengurus Odesa percaya sama Mang Toha dan mau bergerak bersama petani lainnya?

Saya ndak tahu. Tanya saja ke pengurus Odesa. Saya sih prinsipnya memahami maunya mereka jangan hanya maunya dipahami. Di Odesa itu semuanya bareng-bareng belajar. Saya hanya dipesankan sama Pak Faiz kalau ada tamu itu dilayani, disempatkan. Orang kota tanya pertanian itu tandanya baik. Saya juga disuruh melayani mahasiswa yang sering mengajar di desa termasuk mengusahakan tempat belajar. 

Kisah Petani Bandung
Kisah Petani Toha di Koran Galamedia.

Mang Toha itu menjalankan pertanian tetapi harus mengurus banyak sekali petani. Saya tanya petani di Cileunyi yang jaraknya lebih 15 km pun kenal dan berurusan dengan Mang Toha. Mengapa itu bisa dijalankan sampai seluas itu?

Ya itu karena kita kompak bareng. Saya tidak mungkin mengurus sendirian. Apa yang dilakukan dari Odesa itu semuanya dijalankan bersama. Kekurangan selalu ada tetapi selalu diusahakan untuk cukup. Sebab katanya kalau ngurusin kekurangan saja kita akan selalu kurang. Yang mampu dan ada itu yang dijalankan. Kalau belum ada tetapi sangat dibutuhkan akan diusahakan. Salahsatu contohnya adalah program pengaliran air bersih. Lama sekali tetapi sekarang berhasil karena usaha. Kalau mau berhasil semua harus sabar.

Kisah Petani
Mang Toha dalam Rubrik Apa & Siapa Koran Pikiran Rakyat.

Mang Toha ikut Odesa merasa lebih baik?

Ya pasti. Kalau tidak ya buat apa. Dulu tidak panen alpukat sekarang bisa panen. Dulu tidak punya kelor sekarang punya. Dulu tidak bisa membantu air untuk masyarakat sekarang bisa. Saya tetap bisa bekerja lancar seperti biasa dan saya jadi banyak teman. Kalau dulu urusannya cuma sapi sekarang bisa macam-macam, termasuk kelor, dan buah-buahan, juga urusan dengan banyak orang. Yang saya senang karena sering bisa membantu orang-orang tua yang susah hidupnya walau sekadar memberi beras atau pakaian. Minimal saya bisa berbuat menolong dengan menyalurkan dan dari situ saya bisa membantu orang yang tidak mendapat perhatian pemerintah. Saya berterimakasih kepada siapa saya yang sering menyumbang ke Odesa. Itu menolong sekali. Bibit tanaman, pakaian, buku, perabot rumah tangga atau apa saja sangat dibutuhkan warga desa di sekitar saya. 

Kisah Petani Kaisar Rock Band
Mang Toha (Kanan) Bersama Vokalis Kaisar Rock Band Banhasir Lumbanraja.

Apa yang dulu dibayangkan dan sekarang sudah terbukti dari Odesa?

Dulu itu saya ndak percaya kalau bisa membangun toilet sampai 47 tempat. Membangun satu saja susah duitnya. Tapi ternyata pelan-pelan bisa mencapai 47. Dulu Pak Faiz sering bilang suatu saat nanti akan banyak bibit tanaman pohon buah-buahan yang bagus. Saya waktu itu saya kurang yakin berhasil karena saya tahu harga bibit tanaman itu mahal. Saya baru bisa percaya pada bibit kopi karena murah harganya dan sudah dijalanlan. Tetapi untuk buah-buahan, saya kurang yakin karena harganya mahal. Ternyata tidak disangka lebih 300.000 bibit.

Coba kalau dihitung rata-rata bibit pohon buah harganya Rp 30.000 saja. Sudah berapa itu. lalu dalam kegiatan, banyak sekali kegiatan yang dilakukan. Setiap minggu bisa 3 sampai 4 kali. Padahal kalau dipikir-pikir uangnya juga tidak jelas. Tapi saya tahu karena para pengurus saling bekerja dengan cara berbeda-beda.

Apa yang terasa dari Odesa?

Banyak bergurau tapi kalau urusan pekerjaan serius dan saling bertanggungjawab. Kemudian kalau ada apa-apa dibicarakan bersama dan tidak saling lempar tanggungjawab.

Siapa yang paling berperan dalam urusan dengan Mang Toha dari Odesa?

Di Odesa itu sama saja semuanya berperan. Tapi kalau banyaknya urusan tentu dengan Pak Faiz karena rumahnya yang dipakai untuk tempat para pengurus Odesa berkegiatan.[]

Penulis: Abdul Hamid

Admin: Fadhil Azzam

Belajar Pertanian Pangan di Kebun Botani Odesa

Pohon Untuk Bandung Utara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja