Hari-hari Terakhir Fidel Castro bersama Kelor

Telat mengetahui manfaat Kelor tak menyurutkan semangat Castro mendorong rakyatnya membudidayakan tanaman bernama Moringa Oliefera itu. Sampai akhir hayatnya, ia setia berkawan Kelor.

Jauh sebelum Fidel Castro mendorong pertanian Kelor (Moringa Oliefera) tahun 2012 lalu, pada tahun 1960 tanaman kelor sudah masuk Kuba. Yang membawa bibitnya adalah Che Guevara. Kala itu, Che Guevara membawa beragam jenis tanaman untuk Kuba dan ditanam secara terbatas dengan tujuan untuk pembibitan. Salahsatunya adalah kelor. Namun sampai puluhan tahun kemudian kelor tetap tidak berkembang. Rupanya Castro belum tahu manfaatnya.



Ketika di kepulauan Haiti terjadi bencana alam tahun 2010 dan menyebabkan banyak penderitaan orang, seperti wabah kolera dan kekurangan makanan, Castro yang sudah pensiun dari tampuk kekuasaan itu merasa prihatin. Ia kemudian berbicara Concepcion Campa Huergo, pendiri Institut Finlay di Kuba guna mendiskusikan persoalan tersebut. Salahsatu hasil pembicaraan tersebut terdapat pentingnya makanan yang bisa mensuport kebutuhan pangan sekaligus menyehatkan masyarakat. Setelah berdiskusi serius dan membaca kajian penelitian beberapa jenis tanaman, Castro meletakkan Kelor sebagai jawaban atas persoalan yang menimpa Haiti.

Sikapnya yang cepat tanggap dan tepat dalam memilih kelor sebagai solusi adalah langkah cerdas. Faktanya terdapat banyak penelitian tentang kelor yang benar-benar bisa menyelesaikan banyak problem. Kandingan gizinya sangat luar biasa banyak. Kelor adalah makanan yang terbukti memiliki ragam gizi sehingga wajar jika Castro memilihnya sebagai solusi kebutuhan perut. Pada seseorang yang setiap hari makan kelor, perut akan terpenuhi banyak gizi.

kelor kasiat

Lembaga dunia FAO dan WHO sendiri sudah menganjurkan tanaman ini sebagai jawaban atas persoalan umat manusia sejak 40 tahun silam. Di beberapa negara terbelakang seperti Afrika banyak dikembangkan kelor. Di negara-negara maju yang sadar kesehatan, kelor menjadi sejumlah bahan kesehatan bahkan pengobatan terhadap beragam penyakit berat seperti HIV/AIDS, Diabetes, Kegemukan/Kolesterol, dan pemulihan luka terhadap kulit. Kelor juga sangat hebat untuk memasok gizi ternak sehingga ternak sehat dan pakan menjadi hemat.

Antusias Castro soal kelor tak berhenti pada anjuran pidato. Selain mengirim peneliti dan praktis tanaman ke India sekaligus mencari bibit lebih banyak, Castro juga mencari tenaga pertanian terampil lain. Salahsatu dari Tim Pertanian Kubua menemukan sosok Omar Gonzalez Santamaria. Kebetulan pada tahun 2009 Omar yang gemar bertani organik ini juga mengenal kelor dan mulai tertarik membudidayakan. Seperti dikisahkan pada situs Radio26 Castro memanggil Omar ke rumahnya. Lebih dari satu jam Castro mengajak bicara tentang kelor dengan segala macam kekayaan dari kelor.




Sejak itu Omar dan Castro sering bertemu dan terus memotivasi Omar serius menekuni pertanian kelor. Penyebaran bibit kelor pun dilakukan, sejak 17 Juni 2012. Keterkaguman Castro terhadap kelor sampai membuat dirinya bertanya, kurang lebih sama dengan setiap orang yang mulai mengenal dan merasakan manfaatnya, yaitu mengapa tidak ada produksi massal pada kelor karena sumber vitaminnya begitu banyak.

kuba kelor2Castro tidak main-main dengan kelor. Meskipun ia tidak secara langsung melihat pertanian kelor dan murbeinya, ia selalu telaten memantau perkembangan kelor yang digarap oleh Omar. Dengan kelor itu pula ia kemudian menjadi sahabat Castro. Castro sering bertanya melalui telepon atau mengirim orang suruhannya untuk melihat perkembangan pertanian kelor dan murbei. Sampai di hari terakhirnya Fidel, 26 November 2016, Sang Comandante tersebut menghabiskan umurnya dengan semangat membudidayakan kelor.

Guajiro Matancero, seorang peneliti yang dikirim oleh Castro ke India untuk mendapatkan pengetahuan dan membawa bibit kelor mengatakan, “saya begitu bangga bahwa Fidel bekerja sampai hari-hari terakhir hidupnya berbudidaya tanaman ini.” – Sadur Sentosa. Diolah dari berbagai sumber]




Baca Fidel Castro dan Kelor

kuba kelor

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kakek di Vietnam Ini Sembuh Stroke Setelah Rajin Mengonsumsi Kelor – ODESA INDONESIA
  2. Alexander Yang Agung dan Kisah Kelor India – Odesa Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*