Folklor: Pengertian, Manfaat dan Tantangan di Era Digital

Folklor: Pengertian, Manfaat dan Tantangan.- Di tengah pesatnya arus modernisasi dan digitalisasi, keberadaan nilai-nilai budaya dan warisan leluhur seringkali terabaikan, bahkan terancam punah. Salah satu aspek penting dari keberadaan warisan leluhur dan nilai budaya tersebut yaitu folklor.

Apakah pernah mendengar tentang folklor?. Ya, folklor, sebuah kata yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang karena folklor merupakan konseptual dari teori ilmu pengetahuan antropologi dan kata folklor sering dipakai saat kita belajar konsep kebudayaan.

Folklor: Pengertian dan Manfaatnya untuk Kita Semua

Cerita Rakyat
Folklor: Pengertian, dan Manfaatnya

Folklor sebagai bagian konsep kebudayaan, merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Dari cerita rakyat yang mengandung nilai moral, tarian tradisional yang memiliki banyak makna, hingga adat istiadat yang telah turun-temurun dalam kehidupan sosial, semuanya tercakup dalam istilah folklor.

Folklor membuat Indonesia semakin memiliki identitas sebagai negara yang memiliki beragam budaya, yang mana folklor ini biasanya dituangkan dalam bentuk lisan, setengah lisan, dan non lisan.

Namun, dengan pesatnya arus modernisasi dan digitalisasi, folklor seringkali terbaikan dan dalam hal ini kita perlu untuk melestarikan folklor dalam era modernisasi dan digitalisasi.

Artikel ini akan mengajak Anda untuk menggali lebih dalam mengenai pengertian folklor, manfaatnya dalam masyarakat, dan tantangannya di era digitalisasi. Dengan memahami folklor, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memperkaya identitas dan keberagaman budaya di tengah digitalisasi.

Folklor: Pengertian dari Sisi Sejarah

Folklore Tan Unggal
Folklor: Pengertian, dan Manfaatnya yang perlu kita ketahui.

Tan Unggal Cerita Rakyat Kalimantan Barat, Sumber: Hopes.id

Asal-muasal istilah folklor diadopsi dari kata bahasa Inggris folklore yang merupakan penggabungan dari kata folk dan lore. Menurut Alan Dundes, ahli folklor asal Amerika Serikat, pengertian folk adalah suatu masyarakat yang mempunyai ciri-ciri dan identitas tertentu.

Sedangkan lore adalah tradisi dari masyarakat tersebut. Di sisi lain, ilmuwan antropologi Indonesia bernama James Danandjaja, berpendapat kalau folklor merupakan sebuah kebudayaan tradisional suatu masyarakat yang diwariskan antar-generasi. Menarik kesimpulan dari definisi para ahli, folklor adalah budaya tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai jati diri dan identitas yang melekat di suatu masyarakat.

Budaya folklor dianggap sebagai jejak sejarah yang ditinggalkan oleh para leluhur, sehingga generasi berikutnya dapat memahami budaya, sistem masyarakat, cara berpikir, kondisi lingkungan, hingga mengetahui realita sosial pada zaman dahulu.

Di samping itu, leluhur sengaja mewariskan tradisi folklor pada keturunannya untuk memperkokoh simbol, tradisi, dan identitas mereka untuk membedakan dengan masyarakat lain.

Ilustrasi tokoh punakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong
Folklor: Pengertian dan Manfaatnya Luar Biasa. Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

1. Folkor Lisan

Jenis folklor yang bentuknya lisan, seperti bahasa rakyat, ungkapan tradisional, pertanyaan tradisional (teka-teki), puisi rakyat, cerita rakyat dan nyanyian rakyat.

2. Folklor Setengah Lisan

Gabungan dari jenis folklor lisan dan non lisan. Pernyatannya diungkapkan secara lisan namun memiliki makna metafisika, seperti bawang putih, yang dipercaya dapat mencegah seseorang dari gangguan gaib.

3. Folklor Non Lisan

Jenis folklor yang bentuknya non lisan walaupun secara pembuatannya diajarkan secara lisan dengan baik, seperti obat-obat tradisional, kerajinan tangan rakyat, musik tradisional ataupun gerak tradisional.

Dilansir dari Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Lizawati (2018), Cerita Rakyat Sebagai Sarana Pendidikan Karakterdalam Membangun Generasi Literat, diungkapkan bahwa melalui cerita rakyat yang diteliti yaitu Tan  Unggal  dan Bujang Nadi Dare Nandong, didapatkan hasil penelitian bahwa, budaya lisan mampu memberikan manfaat menciptakan generasi literat Suku Sambas, Kalimantan Barat.

Selain itu, dalam cerita rakyat tersebut juga menemukan  adanya  nilai  agama,  nilai  sosial,  dan  nilai  moral  pada  cerita  rakyat Tan  Unggal  dan Bujang Nadi Dare Nandong. Wah, ini menarik bukan! Cerita rakyat memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat Folklor Dalam Kehidupan Sehari-Hari

1. Perekat identitas budaya

Folklor memiliki nilai budaya dan warisan leluhur turun menurun menjadi perkuat identitas budaya dan memungkinkan anak muda selalu terhubung dengan nilai sejarah budaya dan menjadi bangga atas warisan leluhur.

2. Pembelajaran Moral dan Nilai

Contoh-contoh Folklor seperti cerita rakyat atau puisi rakyat seringkali memiliki pesan moral yang penting. Harapannya dengan kita membaca atau mendengarkan kembali cerita rakyat ataupun puisi rakyat (jenis-jenis Folklor lainnya) dapat memberikan pembelajaran hidup mengenai etika dan nilai moral sehingga menginspirasi setiap pribadi hidup lebih baik.

3. Meningkatkan Imajinasi dan Kreativitas

Selain Folklor memberikan nilai pesan moral yang penting, Folklor juga dapat meningkatkan imajinasi dan kreativitas seseorang sehingga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dijumpai pada jenis Folklor berupa mitos, kerajinan tangan rakyat, nyanyian rakyat dan lain-lainnya.

4. Pelestarian Bahasa

Folklor juga dapat diungkapan dalam pengucapan bahasa tradisional yang dapat membantu pelestarian bahasa daerah setempat.

5. Menyampaikan Sejarah

Cerita rakyat, merupakan Folklor yang memiliki jejak sejarah suatu masyarakat atau daerah yang tinggi. Melalui cerita rakyat, masyarakat belajar sejarah leluhur setempat, memahami dan memberikan wawasan mengenai peristiwa atau tradisi yang pernah terjadi kepada masyarakat lainnya, sehingga disinilah, manfaat Folklor yang dapat menyampaikan sejarah dari masyarakat satu ke masyarakat lainnya.

6. Hiburan dan Relaksasi

Lagu, tarian, puisi merupakan contoh Folklor yang menjadi sumber hiburan relaksasi bagi masyarakat. Melalui pesan-pesan moral yang diungkapkan secara lisan, maupun non lisan, dapat menjadi penghiburan tersendiri bagi yang menontonnya atau mendengarnya.

7. Perhubungan Antarbudaya

Mengenal Folklor dari berbagai budaya daerah, tentunya saja akan membuat kita semakin memahami kesamaan dan perbedaan antar budaya yang ada. Toleransi antar budaya akan muncul dan menjadi jembatan budaya-budaya yang berbeda.

Tantangan Folklor di Era Digitalisasi

Folklor dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya berfungsi sebagai jembatan antara masa lalu dengan masa kini, tetapi juga membentuk identitas budaya dan sosial suatu komunitas. Namun, di tengah dominasi digitalisasi, Folklor menghadapi beberapa tantangan yang berdampak pada keberlangsungan dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa tantangan Folklor di era digitalisasi berdasarkan pengalaman penulis, misalnya:

1. Folklore harus bersaing dengan konten digital besar yang menarik perhatian banyak audiens, terutama generasi muda. Ini termasuk hiburan digital, seperti film, musik, dan game yang dapat mengalihkan perhatian dari warisan budaya.

2. Penyebaran folklore melalui platform digital menimbulkan pertanyaan tentang hak cipta dan kepemilikan intelektual, terutama ketika elemen folklore digunakan dalam karya yang menghasilkan keuntungan finansial.

3. Digitalisasi dan globalisasi dapat menyebabkan homogenisasi budaya, di mana aspek-aspek unik dari folklore lokal tergerus dan digantikan oleh budaya pop global, menghilangkan keunikan dan keragaman budaya.

4. Dalam upaya untuk menarik wisatawan atau konsumen, aspek-aspek tertentu dari folklore seringkali dikomersialkan. Hal ini dapat mengurangi kedalaman dan keaslian folklore, mengubahnya menjadi produk digital yang kehilangan nilai dan makna budayanya.

Tentunya di era digitalisasi ini, kita semua diharapkan dapat menjadi agen perubahan digital yang dapat memberikan literasi digital kepada masyarakat secara baik dan benar.

Aspek-aspek Folklor sebagai nilai budaya dan warisan leluhur kita jaga eksistensinya supaya beberapa contoh tantangan di atas dapat diminilisir yang mana pencegahannya dimulai dari diri kita sendiri.

Baca juga:

https://odesa.id/mengenal-danghyang-semar-yang-fenomenal/

https://odesa.id/pentingnya-mempelajari-sejarah-danghyang-semar-1/

https://odesa.id/pentingnya-mempelajari-sejarah-danghyang-semar-2/

 

Oleh: Anugrah Fitri

Editor: Ni Made Florentina
Admin: Alma Maulida

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja