puntung rokok

Yuyun Ismawati, Giat Suarakan Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan

Puntung rokok, yang sering dianggap sepele kebanyakan orang, namun sebenarnya memiliki dampak yang serius terhadap lingkungan.

Sebagai salah satu sumber polusi yang sering diabaikan, puntung rokok dapat mencemari lingkungan secara signifikan dan merusak ekosistem alam.

Fakta menariknya, sisa dari rokok ini menjadi barang yang paling banyak dibuang sembarangan secara global dan setiap tahunnya ada sekitar 4,5 triliun filter rokok dibuang ke lingkungan (Herdiana, 2024).

Salah satu sumber daya alam yang dapat tercemar karena sampah dari bekas rokok ini adalah air. Bahan kimia berbahaya yang ada dalam 1 filter puntung rokok ternyata dapat mencemari 40 liter air (Herdiana, 2024).

Pernyataan ini juga sejalan dengan Kompas.com, bahwa setiap batang rokok telah mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dan penelitian menunjukkan bahwa satu filter dapat mencemari hingga 40 liter air (Kompas.com, 2024). Berbagai aktivitis yang peduli terhadap lingkungan mulai giat menyuarakan bahaya buang puntung rokok sembarangan dalam berbagai webinar dan seminar, termasuk Yuyun Ismawati.

Pada artikel ini akan dipaparkan secara lebih dalam mengenai zat bahaya dalam puntung rokok dan bagaimana Yuyun Ismawati sebagai salah satu perempuan pejuang lingkungan menyuarakan isu ini.

Zat Berbahaya Puntung Rokok

Puntung rokok mengandung sejumlah zat berbahaya yang dapat mencemari lingkungan dan berpotensi merugikan kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya. Beberapa zat berbahaya yang terdapat dalam puntung rokok antara lain:

  • Nikotin: Zat ini merupakan senyawa yang menyebabkan ketergantungan pada rokok. Nikotin dapat terlarut dalam air dan tanah, sehingga mencemari lingkungan air dan tanah ketika puntung rokok dibuang sembarangan.
  • Timbal (Lead): Pada beberapa jenis rokok, timbal digunakan dalam proses pembakaran. Timbal dapat mencemari tanah dan air, berdampak negatif pada ekosistem, dan dapat meracuni organisme hidup.
  • Arsenik: Zat ini merupakan logam berat yang beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Arsenik yang terdapat dalam puntung rokok dapat merusak ekosistem air dan tanah jika terbuang ke lingkungan.
  • Tar: Tar adalah residu yang dihasilkan dari pembakaran rokok. Zat ini dapat terakumulasi dalam tanah dan air, menyebabkan pencemaran lingkungan yang berkelanjutan.
  • Benzene: Senyawa kimia ini merupakan karsinogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Benzene yang terdapat dalam puntung rokok dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
  • Ammonia: Zat ini digunakan dalam proses pembuatan rokok untuk meningkatkan efek nikotin. Ammonia yang terdapat dalam puntung rokok dapat mencemari lingkungan air jika terbuang ke saluran air.

Siapakah Yuyun Ismawati?

 

Yuyun Ismawati
Yuyun Ismawati Sumber: Alchetron.com

Yuyun Ismawati adalah salah satu pendiri dan Penasihat Senior Nexus3, yang sebelumnya dikenal sebagai Yayasan BaliFokus, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk masa depan yang adil, bebas dari racun, dan berkelanjutan. Beliau memiliki pengalaman yang luas dan kaya dalam masalah kesehatan lingkungan, iklim, bahan kimia, dan limbah.

Pendekatan partisipatif, pelibatan pemangku kepentingan, dan perubahan sistemik merupakan pendekatan utama intervensinya dalam menangani masalah lingkungan dan kesehatan. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Indonesia, dan gelar MSc. di bidang Perubahan dan Manajemen Lingkungan dari University of Oxford. Yuyun adalah LEAD Fellow (Leadership for Environment and Development), Ashoka Fellow, dan penerima Goldman Environmental Prize Tahun 2009.

Kampanye Yuyun Suarakan Bahaya Puntung Rokok

Sebagai seorang sosok aktivis perempuan yang berperan penting dalam advokasi lingkungan di Indonesia, Yuyun Ismawati, telah menunjukkan komitmen dan dedikasi yang luar biasa dalam memperjuangkan isu-isu lingkungan yang krusial.

Dalam kompas.com, Yuyun Ismawati, mengungkapkan filter pada puntung rokok ternyata membutuhkan waktu sedikitnya 15 tahun untuk terurai. Selama proses ini, ribuan serat mikroplastik terbentuk.

Mikroplastik filter puntung rokok yang mencemari lingkungan air dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada ekosistem air, termasuk gangguan pada rantai makanan, perubahan habitat, dan penurunan kualitas air yang berdampak pada kehidupan organisme air. Selain itu, di dalam campuran filter rokok juga terdapat bahan kimia lainnya yang membuat filter puntung rokok tidak mudah terbakar dan basah.

Dalam berbagai seminar dan webinar baik lintas universitas maupun umum, Yuyun menjadi narasumber atau pembicara dan memaparkan bahaya puntung rokok jika dibuang sembarangan kepada masyarakat.

Yuyun berharap dengan kampanye yang dijalankannya sebagai aktivitis perempuan yang peduli dengan isu lingkungan, setidaknya, anak muda sebagai penerus masa depan dan memiliki populasi terbanyak di negara ini, lebih memiliki keasadaran dalam mengelola puntung rokok dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.

Yuyun Ingatkan Komitmen Pemerintah Indonesia

Dalam pernyataan yang dipublikasikan 21 Februari 2024 di surat kabar VOA Indonesia, oleh Yayasan Lentera Anak, pendiri dan penasihat senior Nexus3 Foundation, Yuyun, juga mengatakan bahwa filter rokok terbukti melepaskan berbagai bahan kimia yang berasal dari pemanenan dan pengolahan tembakau (VOA, 2024).

Oleh karena itu, Yuyun yang kini juga menjabat sebagai Dewan Pengarah Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) bersama Lentera Anak dan Nexus3 Foundation pun meminta pemerintah untuk memperhatikan masalah penanganan sampah puntung rokok (Kompas.com, 2024).

Yuyun juga menambahkan pasal mengenai puntung rokok setidaknya harus masuk dalam proses negosiasi perjanjian internasional tentang plastik. Komite Negosiasi antarnegara yang ketiga (INC-3) sudah berlangsung di Nairobi, Kenya, pada 13-20 November 2023 tempo lalu dan Yuyun terus mendorong Pemerintah Indonesia untuk mendukung pasal ini dibahas pada INC-4.

Baca Juga:

https://odesa.id/munculnya-ekofeminisme-dalam-menghadapi-perubahan-iklim/

https://odesa.id/upaya-marthen-welly-restorasi-terumbu-karang-indonesia/

https://odesa.id/10-langkah-mengatasi-kemiskinan-dan-kerusakan-lingkungan/

Penulis: Ni Made Florentina.

Admin: Alma Maulida

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja