Kehidupan Desa Mesti Dilihat Sebagai Sumber Daya hidup

Kehidupan desa selama ini seringkali dianggap terbelakang. Jutaan orang kota lebih mengidamkan kehidupan kota besar dan metropolitan. Akibatnya banyak penduduk berbodong-bondong ke kota. Desa hanya dipahami sebagai masa lalu dan hanya ditengok saat lebaran atau liburan. Tetapi saat ini, desa telah banyak berubah.

Kehidupan desa, sekalipun kurang dalam hal menghasilkan ekonomi, tetapi memiliki nilai lebih yang lain yang sangat bermanfaat bagi kesenangan, bahkan kebahagiaan.

Memandang Kehidupan Desa dengan Cara Lain

Memahami kehidupan desa mesti diperbaharui karena dengan sudut pandang yang lain kita bisa mengatasi problem penat atas sirkuit modernisasi di perkotaan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lain sebagainya.

Di tengah gedung pencakar langit, kemacetan lalu lintas, dan hiruk pikuk aktivitas perkotaan, terdapat sebuah dunia yang sering luput dari perhatian penduduk kota—ketenangan dan kesederhanaan kehidupan pedesaan.

Artikel ini mengupas mengapa warga kota, di tengah padatnya rutinitas perkotaan, harus meluangkan waktu untuk mengenal dan mengapresiasi keunikan kehidupan pedesaan khususnya di Indonesia.

kehidupan desa
Petani menjadi sentral pengetahuan dalam kehidupan desa.

Beberapa Hal Objektif Tentang Kehidupan Desa

Melihat sisi lain kehidupan desa memberikan perspektif yang mendalam tentang dinamika sosial, budaya, dan ekonomi yang berbeda dari kehidupan perkotaan. Kehidupan desa sering kali dianggap lebih tenang dan dekat dengan alam, namun juga menghadapi tantangan unik. Berikut adalah beberapa aspek menarik dari kehidupan desa:

Kearifan Lokal dan Tradisi

Desa-desa di Indonesia umumnya kaya akan kearifan lokal dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi seperti gotong royong, upacara adat, dan kesenian lokal memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Gotong royong, misalnya, merupakan bentuk kerjasama antarwarga dalam menyelesaikan pekerjaan yang sulit dilakukan sendiri, seperti membangun rumah atau membersihkan lingkungan.

Ketergantungan pada Alam

Masyarakat desa biasanya sangat bergantung pada alam untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pertanian, perikanan, dan peternakan adalah sektor utama yang menopang perekonomian desa. Kehidupan yang lebih dekat dengan alam ini sering kali membuat masyarakat desa lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

Tantangan Infrastruktur dan Aksesibilitas

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh desa adalah kurangnya infrastruktur yang memadai. Jalan yang rusak, minimnya akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan informasi adalah beberapa masalah yang sering ditemukan di desa-desa terpencil.

Komunitas dan Kehidupan Sosial

Kehidupan sosial di desa biasanya lebih terikat erat dibandingkan di kota. Interaksi sosial yang intens dan hubungan antarwarga yang kuat sering kali menjadi ciri khas kehidupan desa. Masyarakat desa cenderung memiliki rasa saling mengenal yang tinggi, sehingga solidaritas dan rasa kebersamaan sangat kuat.

Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat

Banyak desa kini mengembangkan inisiatif pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Program seperti pengembangan pariwisata desa, pelatihan keterampilan, dan usaha mikro menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan perekonomian lokal. Yayasan Odesa Indonesia, misalnya, aktif dalam membantu petani di Bandung Utara dengan program agroforestri yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga lingkungan​ (ODESA INDONESIA)​​ (ODESA INDONESIA)​.

Baca juga:https://odesa.id/kehidupan-desa-lebih-baik-untuk-saat-ini/

1. Melarikan diri dari Hiruk-Pikuk Perkotaan

Hiruk pikuk kehidupan kota, yang ditandai dengan klakson, pembangunan yang terus-menerus, dan hiruk pikuk aktivitas sehari-hari yang tiada henti, dapat berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang.

Dengan mulai pergi ke pedesaan yang tenang, sejatinya mampu memberikan pelarian yang sangat dibutuhkan dari suasana perkotaan, memungkinkan masyarakat kota untuk terhubung kembali dengan alam dan memulihkan indra mereka.

Liburan akhir pekan ke desa-desa indah di sekitar Jakarta, seperti Cisarua atau Puncak, menawarkan angin segar dan sangat kontras dengan kondisi perkotaan. Di sini, perbukitan, tanaman hijau subur, dan suara alam yang damai menciptakan suasana tenang untuk relaksasi.

2. Pelestarian Warisan Budaya

Indonesia memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang beragam, yang seringkali berakar kuat pada suasana pedesaannya. Menjelajahi kehidupan desa memberikan penduduk kota kesempatan untuk menyaksikan dan menjadi bagian dalam adat istiadat, upacara, dan praktik kerajinan tradisional yang mungkin memudar di daerah perkotaan.

Di desa-desa di Jawa Tengah, seperti Borobudur atau Solo, seseorang dapat merasakan tradisi Jawa, mulai dari pertunjukan wayang kulit hingga proses pembuatan batik yang rumit namun menyenangkan dan patut dicoba. Pengalaman-pengalaman ini tidak hanya memperkaya pemahaman budaya seseorang tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian kekayaan warisan Indonesia.

3. Praktik Gaya Hidup Sustainable Living

Kehidupan pedesaan sering kali merupakan perwujudan praktik sustainable living yang dapat dipelajari dan diterapkan oleh penduduk kota dalam kehidupan mereka sendiri. Dari pertanian organik hingga metode konstruksi ramah lingkungan, masyarakat pedesaan menawarkan wawasan berharga mengenai hidup berdampingan secara harmonis dengan alam.

Desa Ubud di Bali terkenal dengan komitmennya terhadap kehidupan berkelanjutan. Di sini, warga secara aktif terlibat dalam praktik pertanian organik, akomodasi ramah lingkungan, dan rasa kebersamaan yang kuat, yang menunjukkan model kehidupan sadar lingkungan. Anda bisa mengunjungi tempat ini untuk belajar penerapan gaya hidup sustainable living.

Baca juga:https://odesa.id/slow-living-menyehatkan-dengan-berkebun-di-desa/

4. Berhubungan dengan Komunitas dan Masyarakat Lokal

Desa-desa di Indonesia dicirikan oleh komunitas yang erat dimana hubungan dibina melalui pengalaman bersama dan rasa keramahan yang kuat. Penduduk kota bisa mendapatkan manfaat dari sambutan hangat dan rasa memiliki yang sering diberikan oleh desa.

Menjelajahi desa-desa di sekitar Yogyakarta, seperti Kaliurang, memberikan kesempatan bagi penduduk kota untuk berinteraksi dengan komunitas lokal. Baik saat mengikuti upacara adat maupun menikmati kuliner lokal, keramahtamahan warga desa dapat menciptakan ikatan yang langgeng.

5. Berhubungan Kembali dengan Sumber Makanan

Perjalanan dari pertanian ke meja makan menjadi nyata di desa, dimana praktik pertanian merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Penduduk kota dapat lebih mengapresiasi sumber makanan mereka dengan menyaksikan langsung proses budidaya dan pemanenan.

Pada praktiknya, anda bisa mengunjungi desa-desa dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah dan menjelajahi pertanian lokal yang menanam kentang dan tanaman lainnya. Memahami perjalanan pertanian tidak hanya mendorong pola pikir farm-to-table namun juga menumbuhkan apresiasi yang lebih besar atas kerja keras para petani lokal.

Baca juga:https://odesa.id/berkebun-alternatif-kegiatan-tingkatkan-kualitas-hidup/

Sejatinya, di kota-kota Indonesia yang dinamis, daya tarik kehidupan pedesaan sangat menarik, menawarkan pengalaman kontras yang edukatif sekaligus transformatif.

Dengan meluangkan waktu untuk mengeksplorasi dan memahami kehidupan pedesaan, warga dari kota-kota besar lainnya tidak hanya dapat menemukan hiburan tetapi juga mendapatkan wawasan berharga yang berkontribusi terhadap gaya hidup yang lebih holistik dan seimbang.

Menjelajahi pesona pedesaan di Indonesia memberikan kesempatan bagi masyarakat kota untuk menemukan kembali kesederhanaan dan keaslian yang sering luput dari perhatian mereka di perkotaan yang ramai, padat dan sibuk.[]

Penulis: Wanda Parahita.

Admin: Alma Maulida

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja