Petani di antara Mitos Kelor dan Kumis Kucing

CIMENYAN: Sejak agustus 2016 silam kegiatan produksi pertanian Odesa Indonesia di antaranya adalah mengembangkan tanaman herbal Kelor dan Kumis Kucing. Keduanya punya nilai ekonomi dan kesehatan. Namun ada sedikit isu yang perlu direspon karena adanya isu yang bersifat mistis. Oleh sebagian petani, kelor dianggap tanaman pengusir hantu. Kelor juga dianggap sebagai peluruh ilmu kebal atau pengasihan. Orang yang memakai susuk …

Tahun 2017 ini, Odesa Siapkan 100.000 Bibit untuk Kawasan Bandung Utara

Mulanya petani sayur dianggap sulit beralih ke tanaman kopi. Faktanya, lebih banyak yang mau daripada yang menolak. Perubahan pertanian bisa dilakukan dengan prinsip “membumi dalam kebersamaan”. CIMENYAN . Pertengahan tahun 2016 lalu ketika Odesa Indonesia menghadapi pertanyaan itu. Petani sayur tidak mau menanam kopi karena alasan empat alasan; 1) Mengeluh karena belum bisa bercocok tanam. 2) Panen kopi dianggap lama …

Pentingnya Pertemuan Rutin Petani

Oleh FAIZ MANSHUR. Ketua Odesa Indonesia. Odesa Indonesia akan terus memperbanyak forum pertemuan lintas petani. Hal itu teramat penting karena menentukan kemajuan dan peningkatan kapasitas/kemampuan petani untuk lebih baik. Pertemuan antar petani membutuhkan fasilitator yang punya semangat kebersamaan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Fasilitatornya harus memiliki semangat “membumi dalam kebersamaan” dan para petani memiliki semangat untuk memperbaiki keadaan. “Kandungan …

Problem dan Potensi Lokal Perdesaan di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung

Catatan faktual kondisi perdesaan di kampung-kampung Kecamatan Cimenyan Kab.Bandung. Oleh Faiz Manshur Ketua Odesa-Indonesia. Catatan ini kami susun berdasarkan pengalaman lapangan sehari-hari dari kiprah kerja kerelawanan sosial Odesa-Indonesia di Kawasan Bandung Utara (KBU) di 22 kampung pada Desa Cimenyan, Desa Cikadut, Desa Mekarmanik, Desa Mandala Mekar, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Cimenyan merupakan kecamatan yang dekat dengan Metropolitan Kota Bandung namun …

Lahir di Tanah Subur, Bertani di Tanah Seberang

JARUM jam menunjukkan sekitar pukul 10.00 WIB. Sudah dua batang rokok kretek dihabiskan Alo Dadan (39). Kopi hitam tinggal setengah gelas. Angin bukit yang lembut dan sinar matahari yang ramah, membuatnya betah berlama-lama di gelodok warung Kang Odih Wahyudin (45). Dadan bukan pemalas. Sejak pukul 06.00 dia sudah pergi ke kebun untuk menyemprot tanaman di kebun sayurannya dengan obat anti …