Sisi gelap modernisasi

Sisi Gelap Modernisasi: Memakmurkan, tapi Belum Tentu Membahagiakan

Secara sekilas, modernisasi memang membawa dampak positif. Hal ini terlihat dari pengertiannya, modernisasi yaitu sebuah perubahan sosial dari sesuatu yang masih tradisional ke yang lebih modern. Dengan begitu, maka akan terjadi kemajuan di berbagai sektor, seperti teknologi, pendidikan, ekonomi, politik, dan lain-lain.

Tak hanya itu, tata nilai, sikap, dan pola pikir masyarakat pun juga ikut mengalami perubahan, yaitu biasanya lebih menghargai keterbukaan. Namun disisi lain, modernisasi juga bisa memberikan berbagai dampak negatif, lho. Itu berarti, kemajuan dan kemakmuran, belum tentu membawa kebahagiaan, bukan?

Dampak Negatif Modernisasi

Tak bisa dipungkiri, modernisasi memang membawa banyak manfaat. Mulai dari segi ekonomi, membuat masyarakat lebih mudah berbelanja dan melakukan pembayaran secara online, sedangkan di bidang kesehatan, tersedianya alat kesehatan yang canggih.

Di bidang pendidikan, proses pembelajaran lebih bervariasi, yaitu menggunakan video, infografis, dan lain-lain. Selain itu, di bidang teknologi dan informasi, selalu bermunculan inovasi gadget dan elektronik terbaru yang canggih. Dan tentunya, masih banyak lagi dampak positif lainnya.

Namun, di balik kemajuan dan kemakmuran tersebut, tersimpan beberapa sisi gelap atau dampak negatif dari modernisasi, antara lain:

1. Menimbulkan Kesenjangan Sosial

Kesenjangan Sosial
Foto: Yuliani Liputo/Kesenjangan Sosial di Indonesia

Modernisasi dapat membawa kemakmuran bagi sebagian orang yang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dan ekonomi. Namun sayangnya, ada sebagian orang lainnya yang mungkin tertinggal dan tak bisa beradaptasi dengan perubahan. Nah, inilah yang menjadi penyebab terciptanya kesenjangan sosial.

Kesenjangan sosial akan mengakibatkan munculnya jarak pemisah yang besar antara si kaya dan si miskin. Makanya, ada pepatah yang tentunya sering kita dengar; “Yang kaya, makin kaya. yang miskin, makin miskin”.

2. Merusak Lingkungan

Tak hanya manusia yang terdampak oleh perubahan sosial ini, tetapi lingkungan pun juga harus menanggung akibatnya. Biasanya, perubahan sosial ditandai dengan munculnya pembangunan beberapa industri di berbagai sektor. Nah, inilah yang menyebabkan pencemaran karena limbah industri.

Selain itu, modernisasi juga membuat masyarakat berbondong-bondong menggunakan alat transportasi, seperti motor dan mobil. Dengan begitu, hal ini dapat meningkatkan angka kemacetan dan polusi udara.

Baca juga: 10 Langkah Mengatasi Kemiskinan dan Kerusakan Lingkungan

3. Mengganggu Kesehatan Mental

Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2023, bunuh diri menjadi penyebab kematian tertinggi keempat untuk usia 18-29 tahun. Kebanyakan, kasus bunuh diri disebabkan karena rasa depresi, stress, dan putus asa. Tak jarang, perasaan tersebut dipicu karena paparan sosial media yang berlebihan.

Pasalnya, di era digital ini, seseorang bisa dengan mudah pamer kekayaan dan pencapaian melalui sosial media. Nah, inilah yang menyebabkan perasaan insecure bagi sebagian orang lainnya. Jika tidak segera ditangani, rasa insecure ini bisa mengakibatkan gangguan kesehatan mental.

4. Meningkatkan Kriminalitas

Modernisasi juga dapat meningkatkan kriminalitas. Ada berbagai faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, dan persaingan masyarakat. Selain itu, kriminalitas juga bisa disebabkan oleh lingkungan padat penduduk, akibat migrasi orang-orang dari desa ke kota.

Kriminalitas di era modernisasi ini pun juga semakin canggih. Tak hanya sekedar mencopet atau menjambret saja, tetapi juga scam, phising, cyber, dan lain-lain. Jika tak bisa beradaptasi dengan teknologi, maka potensi menjadi korban kriminalitas semakin besar.

5. Memudarnya Budaya Tradisional

Modernisasi membuat masyarakat cenderung ingin mengikuti budaya barat. Tentunya, hal ini dapat menghilangkan budaya tradisional yang telah menjadi warisan dari generasi ke generasi. Biasanya, jika budaya tradisional perlahan pudar, maka nilai budaya, agama, dan nilai yang ditanamkan pada diri pun juga turut dilupakan.

Sungguh miris, jika melihat dampak negatif di atas yang telah meracuni masyarakat, terutama generasi muda. Itu artinya, modernisasi yang sudah jelas membawa kemakmuran saja, ternyata belum tentu membahagiakan, bukan?

Oleh karena itu, Odesa mengajak masyarakat untuk melakukan aksi nyata sebagai upaya mengatasi dampak negatif modernisasi. Salah satu program yang sudah terealisasi adalah menerapkan pertanian ramah lingkungan dan menanam berbagai bibit tanaman buah dalam rangka mengatasi kerusakan lingkungan akibat modernisasi.

Selain itu, Odesa juga mendirikan Sekolah Samin, mengajak anak untuk membaca, dan memberikan fasilitas peminjaman buku, serta pendampingan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan literasi anak-anak desa, sekaligus sebagai upaya untuk mengatasi kemiskinan.

Baca juga: Sekolah Samin: Mahasiswa Bandung Bergiat Literasi di Desa

Dan masih banyak lagi aksi nyata Odesa lainnya dalam mengatasi dampak negatif dari modernisasi. Sebagai generasi muda, kita boleh mengikuti perkembangan zaman yang ada saat ini, tetapi jangan hanyut dan terlena. Sisakan sedikit kepedulianmu untuk masyarakat desa yang tertinggal dan menjadi korban dari modernisasi.

Penulis: Afi Nur Hanaindy

Admin: Alma Maulida

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja