Pesantren Sarang Rembang dan Masyarakat Samin Blora

Kisah Pesantren Sarang Rembang dan Masyarakat Samin Blora –  Selama dua hari (Jumat dan Sabtu, 3-4 Mei 2014), saya mengunjungi dua kabupaten yang pada 30 tahun silam pernah lekat dengan kehidupan saya.

Pertama, di Sarang, Kabupaten Rembang, sebuah kampung nelayan yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di sana saya pernah belajar di Madrasah Ghazaliyah al-Syafi’iyyah (MGS) Pesantren Sarang Rembang.

Kedua, di Blora, sebuah kabupaten yang berbatasan dengan Rembang yang juga sering saya datangi selama belajar di Sarang. 

Pesantren Sarang
Kehidupan Pesantren Sarang Rembang

Urusan utama saya di Sarang adalah mengurus 4 anak penerima beasiswa Yayasan Odesa Indonesia yang telah beberapa tahun bersekolah di sana. Selain itu saya juga punya kesempatan untuk menengok 11 keponakan saya dari Kaloran Temanggung.

Kenapa sebagian penerima beasiswa Odesa Indonesia berada di sana? Ceritanya, suatu hari beberapa anak dari penerima beasiswa itu lulus sekolah SMP dari Al-Mizan Jatiwangi Majalengka, menyampaikan untuk niat melanjutkan sekolah.

Pondok Pesantren
Pesantren Sarang Rembang

Campaign Kitabisa: Salahsatu Kegiatan Odesa Indonesia Memberikan Beasiswa Anak-Anak Petani Desa

Saya menawarkan agar mereka memilih tempat yang lebih jauh. Dengan merantau di pesisir itu saya berharap mereka mendapatkan nilai lebih karena merasakan dua kutub perbedaan yang kontras antara kehidupan masyarakat petani pedalaman versus masyarakat nelayan.

Kecamatan Sarang ini dikenal sebagai salah satu pesantren yang terkenal di kalangan kaum santri Jawa, sebagai tempat “perburuan” ilmu, terutama ilmu Bahasa Arab, Fiqih, Tasawuf, Mantiq, Falak dan beberapa jenis ilmu pengetahuan agama lainnya. Saat ini diperkirakan terdapat lebih 15.000 santri di sana.

Mengapa dalam keadaan padat dan panas seperti itu banyak orang betah bermukim di sana? Bukankah nyantri atau sekolah bisa di tempat lain yang bangunannya lebih bagus dan situasinya lebih nyaman?

Salah satu nilai lebih dari Pesantren Sarang adalah kemampuan mendidik santri untuk membaca kitab lebih cepat. Dengan kata lain, banyak orang tertarik belajar agama di Sarang bukan karena fasilitasnya, melainkan karena kapasitas pengajar dan kultur belajar.

Selama ini Pesantren Sarang Rembang identik dengan tokoh terkenal K.H Maemun Zubair (alm). Tetapi sebenarnya di sana sangat banyak sekali kiai yang bisa menjadi pilihan untuk belajar aneka ragam jenis ilmu agama. 

Setelah urusan di Sarang selesai, kami ke Blora untuk menuruti hasrat sahabat saya, Enton Supriyatna, Wartawan Senior yang ingin melihat perpustakaan Pramoedya Ananta Toer, dan juga ingin liputan tentang masyarakat Samin, sebuah kelompok masyarakat yang hidup dengan kultur unik dan berbeda dengan mainstream masyarakat Jawa. 

Pramudya Ananta Toer
Perpustakaan Pramudya Ananta Toer di Blora

Di rumah keluarga Pramoedya kami menggali informasi seputar kehidupan keluarga Pram dari adiknya, Susilo Ananta Toer. Kebetulan, sosok Pramoedya juga relevan dengan kegiatan Odesa karena para relawan Odesa sering mendiskusikan karya-karya Pramoedya. Pengurus Odesa juga akrab dengan istilah Samin karena kami mendirikan kegiatan literasi “bermerek” Sekolah Samin.

Pada pertemuan malam hari dengan sesepuh Samin, Mbah Lasio, saya bilang, kami juga orang Samin. Ia bertanya, “kok bisa?” Saya jawab, “iya, karena organisasi Odesa menjalankan kegiatan belajar di hari Sabtu dan Minggu. Mbah Lasio yang santun itu mendadak tertawa mendengar istilah Samin “Made in Bandung” itu. 

Samin Blora
Masyarakat Samin Blora

Berada di Kampung Samin dan bertemu dengan para petani di sana, kami pun mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya gagasan.

Ya, Samin bukanlah suku, melainkan sebuah gagasan hidup yang menaungi ribuan petani, dan sampai sekarang masih bertahan sebagai cara hidup. Kisah lanjutnya akan saya jabarkan lebih lanjut.[]

Penulis: Faiz Manshur.

Admin: Fadhil Azzam.

Tentang Sekolah Samin Odesa Indonesia

Sekolah Samin Odesa: Melayani Anak-Anak Petani di Kawasan Bandung Utara

Perpustakaan Keliling Sekolah Samin Odesa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja