Ilmu Botani Memahami Evolusi Kelor

You are currently viewing Ilmu Botani Memahami Evolusi Kelor

Memahami Evolusi Kelor

Hanya sedikit yang memahami manfaat “Pohon Kehidupan” bernama kelor ini. Salahsatu ketidakpahaman orang terhadap kelor sehingga terbiasa membiarkan Kelor tumbuh meninggi dan menua. Padahal evolusi pohon ini harus berkembang cepat dengan “mutasi genetik” perpisahan cabang.

Banyak Pengetahuan Botani di Website Odesa Indonesia

Ilmu Botani: Memahami Evolusi Kelor

Ilmu Botani: Memahami Evolusi KelorArtinya Kelor butuh peran manusia untuk berevolusi lebih cepat dengan tebang dan tanam. Jika manusia tidak mengusahakan itu, maka kelor akan berevolusi lebih lama dengan perkembangan biji, dan itu tidak selalu berjalan mulus, apalagi seperti pohon yang tumbuh di sekitar perumahan di mana biji-bijinya banyak jatuh di jalan aspal/beton.

Kelor “sangat senang” jika makhluk lain membantunya dengan budidaya yang terawat. Ia akan membalas kebaikan pada makhluk yang mengambil peran ini seperti menggemburkan tanah untuk tempat tanam kelor, memberikan sedikit pupuk dan menyiramnya pada usia 1 hingga 60 hari.

Selanjutnya kelor akan mandiri hidup sekalipun dengan tanah yang kering. Kelor kebal dengan kekeringan karena di dalam bagian akarnya sangat kuat menyimpan air dan gizi sehingga saat kemarau melampaui 1 tahun pun kelor tidak akan mati.

Jika kelor tumbuh meninggi maka konsekuensinya adalah penuaan batang dan itu tidak menghasilkan produksi daun yang gizinya sangat melimpah untuk manusia, ternak dan tanah.

Ilmu Botani: Memahami Evolusi Kelor
Ilmu Botani: Memahami Evolusi Kelor

Manusia harus “menolongnya” dengan menebang dan mengembangkan di sekitarnya. Kelor akan berevolusi secara baik jika ditanam dengan rumus rerumpunan; bergerombol dalam jarak dekat, bisa 40cm, 50cm, atau 75 cm.

Dengan penggerombolan tersebut kelor akan hidup lebih segar, lebih berdaya, bergotong royong saling menyuburkan satu sama lain karena terbukti akar, dan daunnya sangat baik memberikan gizi bagi tanah. Tebanglah kelor lalu tanam dengan ukuran pendek-pendek supaya banyak. Semakin banyak kelor semakin baik tanah dan lingkungan serta semakin baik tubuh manusia yang mengonsumsinya. []

Baca Kakek di Vietnam Ini Sembuh Stroke Setelah Rajin Mengonsumsi Kelor
Baca Mengenal Moringa Kelor dan Manfaatnya
Baca Pohon Bicara Satu Sama lain

Mengenal Grup Pertanian tanaman Obat Cimenyan 

Tanaman Obat Cimenyan (TAOCI) adalah grup pertanian yang didirikan oleh Yayasan Odesa Indonesia untuk mengawal program perbaikan pangan di masyarakat. Tujuan Taoci Taoci adalah pendidikan pertanian bagi para petani agar mampu mendayagunakan kemampuannya untuk menghasilkan produksi pertanian dalam bidang 1) Tanaman Obat, 2) Tanaman Pangan, 3) Tanaman Ekosistem.

Pembibitan merupakan kerja paling mendasar karena pertanian kita mengalami kelemahan dalam penyediaan bibit-bibit tanaman di atas. Tanaman Obat yang paling utama mendapat prioritas garapan adalah Moringa Oleifera (Kelor) karena memiliki beberapa manfaat strategis, yaitu penyedia gizi multivitamin (sumber pangan penting manusia dan ternak) memiliki nilai untuk pengobatan beragam penyakit (sumber pengobatan alami) dan juga berguna untuk ekosistem karena kemampuannya memperbaiki tanah dan air.

Grup Taoci secara bertahap juga mengembangkan tanaman obat lain seperti Buah Tin/Ara, Bunga Matahari, Hanjeli, Sorgum, Kopi, Gingseng Jawa, Anggur, Bidara, Jeruk, Daun Afrika, Durian, Mangga, dan lain sebagainya.

Kegiatan-kegiatan pertanian Taoci diarahkan untuk mengawal kemajuan pertanian, terutama di kalangan petani Pra-Sejahtera (Sangat Miskin) melalui basis pertanian Pekarangan dan Ladang di Cimenyan Kabupaten Bandung. Semangat yang mendasari kegiatan ini adalah pendidikan pertanian berkelanjutan dengan meningkatkan kapasitas pembibitan, kapasitas perawatan tanaman, kapasitas pengolahan pasca panen, dan kapasitas perdagangan.

Sistem kegiatan dilakukan melalui pendampingan secara rutin, bertahap dan berkelanjutan sehingga memungkinkan berkembangnya Sumber Daya Manusia (SDM) penghasil pangan berkualitas. Taoci bergiat membawa spirit Odesa Indonesia dalam bidang Pangan, Ternak, Literasi dan Teknologi. Empat pilar ini menjadi landasan kerja melalui sistem pendidikan yang terintegrasi, terarah dan terukur menuju suatu target perbaikan hidup warga pra-sejahtera, terutama pada mereka yang yang hidup tanpa pemenuhan hak-hak sebagai warga negara.

Kita membuka kesempatan yang baik untuk mereka yang mengalami marginal dalam ekonomi, pendidikan dan kesehatan sehingga setiap gerakan pertanian juga membuka cakrawala perbaikan kualitas hidup rumah tangga di perdesaan. Mereka, para buruh tani (pra sejahtera) adalah penyedia pangan yang memiliki keterbatasan ilmu pengetahuan, modal dan teknologi yang menjadi syarat dasar perkembangan pertanian. Jangan biarkan para penyedia pangan itu tidak berkembang, apalagi frustasi sehingga tidak mampu mengurus pertanian.

Mereka adalah aset besar bangsa ini, yang akan menjawab problem ketersediaan pangan Bangsa Indonesia. Perbaikan dilakukan melalui basis Sumber Daya Manusia (SDM) agar mereka memiliki kemampuan mengolah Sumber Daya Alam (SDA). Dengan memahami ruang lingkup hubungan SDM dan SDA ini kita bergiat dengan melihat konteks persoalan. Ada sejuta problem dalam kehidupan mereka, sekaligus ada sejuta peluang untuk perubahan.

Pada eksperimen dua tahun pertama TAOCI berhasil mendorong para petani untuk bergerak mengawal program penyediaan bibit tanaman Kelor. Sebagian hasil bibit tersebut dijual ke luar Cimenyan untuk menghasilkan finansial yang kemudian hasilnya dapat menyokong permodalan dan kegiatan pembibitan lanjutan. Sebagian lagi bibit-bibit Kelor tersebut dibagikan gratis kepada petani binaan lain agar mengembangkan tanaman kelor untuk gizi masyarakat dan juga kita dorong agar menjadi bagian dari perbaikan ekonomi melalui pengolahan pasca panen.

Penjualan bibit
Beragam bibit herbal dan tanaman pangan dalam polybag dan juga benih kemasan tersedia.

Para pembeli bibit tanaman biasanya memilih langsung ke lokasi dengan datang langsung ke tempat. Harga lebih murah didapat langsung di tempat. Pelayanan setiap hari dari mulai jam 11.00 hingga jam 19.00, sabtu-minggu tetap buka untuk melayani para pembeli yang kesulitan waktu datang di hari biasa.
Lokasi Taoci berada di Kampung Sekebalingbing, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Lokasi Mapsnya Alamat Pembibitan Tanaman Obat Cimenyan

Tinggalkan Balasan