Idul Adha di Desa, Petani Harus Kuat Peternakannya

Odesa Indonesia menjadikan kegiatan Idul Adha dengan amalnya untuk menyatukan warga, mendorong sikap berbagi, dan mengerti tentang pentingnya perhatian terhadap warga yang lemah. Bahkan lebih dari itu, kegiatan kurban juga menjadi sarana edukasi kuliner untuk ibu-ibu di desa.

Di Kampung Sentak Dulang (5 Km dari Lapas Sukamiskin, puncak perbukitan) Odesa Indonesia menyatu dengan ratusan warga. Sebelumnya Odesa Indonesia menggalang hewan korban, Kelompok Pecinta Mobil Blazzer Botram Bandung memberikan suport hewan dan bergiat dalam tim untuk kegiatan edukasi masak ibu-ibu desa, sedangkan Rumah Amal Salman mengirim 10 ekor domba. Sampai pada kamis, H-1 pelaksanaan, masih ada juga yang menyumbang hewan kurban. Hingga total semuanya mencapai 16 ekor domba dan dua ekor sapi.

“Kita boleh senang dengan jumlah korban hewan yang banyak, tetapi jangan bangga. Kita baru bisa bangga nanti kalau keluarga petani di sini mampu memperbanyak domba di peternakan kita masing-masing. Kalau kita punya hewan ternak yang banyak, itu artinya kita bisa mandiri,bahkan kita bisa lebih banyak menjual ke kota, mampu berbagi ke warga yang lain yang belum mampu. Petani harus kuat peternakannya karena ternak merupakan salahsatu kekuatan untuk membangun perekonomian yang kokoh,” kata Faiz Manshur, Ketua Odesa Indonesia dalam acara sambutannya.

Faiz Manshur melanjutkan prinsip kegiatan Amal Sosial adalah bukan semata untuk berbuat baik, melainkan harus mengarah pada berlipatnya efek dari kebaikan yang kecil ke arah kebaikan yang banyak. Salahsatu efek yang ditarget adalah menumbuhkan sikap berbagi antar warga. “Orang yang terus menerima bagian hanya merasa senang saat menerima bantuan. Padahal ada yang lebih nikmat dari menerima bantuan, yaitu membagi,” katanya.

Dalam hal target distribusi, Odesa Indonesia berpijak pada kaidah, “mengusahakan warga yang paling sulit mendapatkan jatah daging kurban.” Survei dengan cek lapangan melalui cara blusukan pun dilakukan sebagai prinsip gerakan. Alhamdulillah, berjalan lancar….lebih 600 bungkus tersalurkan dalam sehari.

Kampung Sentak Dulang merupakan basis lanjutan dari kegiatan sebelumnya, bibit kopi, tanaman obat, dan lain-lain. Bahkan kampung ini warganya sangat antusias mengirim putra-putrinya mengikuti Kursus Bahasa Inggris setiap Minggu di Kantor Odesa Indonesia.

Berdekatan dengan Cisanggarung yang selama ini menjadi basis kegiatan Odesa, akan sangat penting menjadi basis pendampingan ekonomi, pendidikan dan kesehatan selanjutnya. Yayasan Odesa Indonesia mengucapkan terimakasih kepada semua dermawan yang telah berkontribusi bagi kegiatan ini. Menyalurkan bantuan apapun melalui Yayasan Odesa akan selalu sampai pada kelompok warga yang paling lemah.

“Kami punya tim pengawal bantuan sampai ke sasaran. Semua kegiatan amal Yayasan Odesa Indonesia akan senantiasa diletakkan sebagai pintu awal gerakan transformasi sosial yang di dalamnya memuat pendampingan/pemberdayaan,” kata Faiz.-odesa.id

Tinggalkan Balasan