Hotani: Petani Berhimpun untuk Kemajuan Bersama

MEKARMANIK. Selasa, 11 April 2017 Odesa-Indonesia mengadakan pertemuan perwakilan untuk menyepakati rencana sebelumnya, yaitu pembentukan organisasi petani. Ada kebutuhan berorganisasi karena tanpa ikatan yang jelas kemajuan bersama sulit dicapai.



Beberapa petani di Kampung Waas, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung yang selama ini sudah bekerjasama dengan Odesa-Indonesia membentuk Organisasi Hotani (Himpunan Orang Tani ber-Niaga). Nama ini dilekatkan pada beberapa acuan seperti keorganisasian, kultur lokal, dan imajinasi yang hendak diraih yaitu kemampuan berniaga.

Organisasi ini setahap demi setahap akan diberdayakan oleh Odesa-Indonesia dengan 4 tujuan utama, 1) Menguatkan produksi pertanian lebih cepat dan lebih besar, 2) Modernisasi budidaya, pasca panen, dan pemasaran. 3) Memperkuat hubungan sosial dan kegotong-royongan. 4) Meningkatkan pendidikan warga petani.

Tiga hal tersebut dilandaskan dari pilar kegiatan Odesa yang punya imajinasi membangun peradaban berdasarkan empat pilar, yaitu kemajuan Budidaya Pangan, Ternak, Literasi dan Teknologi.

Pengurus Hotani
Pada pertemuan tersebut disepakati Ketua Hotani adalah Toha Odik (39 tahun), Sekretarisnya adalah Winda Ruhiat (22 tahun) dan bendaharanya adalah Ahdar (55 tahun).

Hotani didirikan sebagai usaha maksimalisasi pendampingan Odesa-Indonesia untuk bidang pertanian. Organisasi ini pada masa rintisan secara penuh akan didampingi oleh Odesa melalui penanggungjawab Agung Prihadi, Alumni Teknik Geothermal Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan Sekretaris Yayasan Odesa Indonesia.

Berdirinya Hotani memiliki latarbelakang proses sebagai berikut. Sejak Agustus 2016 lalu, Odesa-Indonesia memulai pendampingan terhadap petani. Salahsatu metode yang dikembangkan adalah menggali Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian yang memiliki jiwa kreatif untuk urusan produksi.

Toha bin Odik (39 tahun) merupakan salahsatu SDM yang terseleksi dengan predikat unggul untuk menjadi motor penggerak perubahan. Penilaian panjang berbulan-bulan dengan model kerjasama membuktikan sosok Toha ini layak didorong maju untuk memimpin pendampingan para petani, terutama petani yang lemah.

Beberapa nilai lebih yang menjadi penilaian Odesa pada sosok Toha adalah, 1) Memiliki kemampuan bertani lintas tanaman. Ia menguasai berbagai jenis budidaya dengan cara yang paling sederhana, efektif dan rendah biaya. 2) Memiliki rasio perhitungan yang bagus dalam perencanaan pekerjaan. 3) Mampu membangun kultur kerja keras pada keluarganya. 3) Tidak suka berkeluh-kesah. 5) Punya jiwa sosial yang baik terhadap tetangga, terutama mereka yang tidak mampu. 6) Terbukti mampu mengembangkan usaha dari kecil menjadi lebih besar, 7) Teruji amanah dalam menjalankan usaha, 8) Sadar kelemahan, sekalipun hanya jebolan kelas 2 SD tapi selalu semangat dalam belajar, termasuk betah dalam diskusi ilmu pengetahuan.




Lebih jauh mengenal Toha, baca Toha, Kisah Petani Miskin Yang Baik Hati

Melalui Hotani, kita berharap terjadi perubahan bersama dalam kehidupan kaum petani yang terbelakang menjadi maju. Dari proses menuju progres.-Teguh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*