Herry Dim: Kaum Muda Pergerakan Harus Berpikir Ekologis

Berpikir ekologis adalah bagian terpenting dalam usaha kemajuan hidup manusia. Sebab jika manusia melepaskan tanggungjawab merawat lingkungan, kerusakan tersebut juga akan semakin menyulitkan manusia untuk survive. Hal tersebut disampaikan oleh Herry Dim, Ketua Bidang Revitalisasi Sumberdaya Alam Yayasan Odesa Indonesia di hadapan peserta Kajian Sekolah Ilmu Sosial di Pasir Impun Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Kamis, 26 November 2020.

“Berpikir ekologi itu sendiri sejatinya ialah usaha memenuhi kebutuhan ekonomi, kelangsungan pendidikan dan juga masa depan hidup yang lebih baik,” terang Herry Dim.

Menurutnya, sejak Indonesia merdeka, negara Indonesia belum sungguh-sungguh mengutamakan pertanian sebagai kekuatan sumber kehidupan. Ketika semakin hari modernisasi mencampakkan pertanian, maka di situlah kemudian masyarakat agraris mengalami keterbelakangan dan kemudian banyak yang berbodong-bondong meninggalkan pertanian dana lam juga ikut mengalami kerusakan. Padahal menurut Herry Dim, dunia pertanian lebih menjamin survival untuk warganya.

“Kita punya bukti sekarang, yang paling terdampak dari hantaman covid-19 lebih banyak yang berada di sektor jasa dan industri. Pemutusan hubungan kerja massif. Sementara para petani sekalipun ikut terdampak tetapi relatif lebih bisa bertahan,” kata Herry Dim.

Sekolah Ilmu Sosial Odesa
Sekolah Ilmu Sosial Odesa. Sesi Ekologi bersama Pelukis Herry Dim, Kamis 26 November 2020.

Menurut Herry Dim, kerangka berpikir ekologis mutlak ditetapkan dalam pergerakan sosial Odesa Indonesia karena sudah menjadi kewajiban setiap negara-bangsa agar menetapkan keselamatan lingkungan hidup sebagai bagian keselamatan umat manusia. Ia menegaskan, jika bangsa ini hanya memikirkan keuntungan ekonomi semata berarti pemikirannya terbelakang karena gagasan ekonomi yang baik saat ini adalah keberlangsungan hidup.

“Urusan hidup bukan semata urusan ekonomi, melainkan keselamatan tanah, air, udara. Tanpa kerangka berpikir seperti itu tidak akan ada keselamatan bagi manusia. Dan kerja pertanian tentu tidak sekadar ekonomi karena dengan pertanian banyak keuntungan meliputi usaha penyelamatan air, ketahanan pangan, dan juga mendorong kemajuan dalam pendidikan,” terang Herry Dim.

Herry mencotohkan apa yang dilakukan Odesa Indonesia sejak tahun 2016 di Kawasan Bandung Utara dalam bidang pertanian bukan semata meningkatkan pendampatan ekonomi. Sebab dari serangkaian pergerakan yang intensif juga memberi dampak besar bagi perubahan sosial . Herry memberikan bukti misalnya, banyak anak-anak petani mendapatkan kesempatan belajar informal, bahkan juga mendapat beasiswa sehingga bisa bersekolah lebih tinggi. Ada belasan petani yang mendampatkan kemampuan jauh lebih maju dalam mengurus banyak hal sehingga kemajuan terus bergerak. Jejaring antara warga kota dengan warga desa pun tumbuh berkembang pesat dan meningkatkan martabat hidup para petani.

“Dalam mengambil model pergerakan, Odesa Indonesia berada di jalan yang lurus  karena mengambil bidang pertanian. Saya juga bangga karena kegiatan Odesa di Garut dengan Sekolah Ekologinya cepat berkembang. Semakin optimis bahwa kaum muda bisa menjadi agen perubahan sosial,” kata Herry Dim.

Pada acara Training of Trainer Sekolah Ilmu Sosial Yayasan Odesa tersebut juga mengetengahkan materi keorganisasian yang diisi oleh Faiz Manshur (Ketua Yayasan Odesa Indonesia), materi stategi gerakan sosial berbasis empati oleh Budhiana Kartawijaya (Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia), dan juga materi Jurnalisme untuk para aktivis oleh Enton Supriyatna (Koordinator Pendidikan Jurnalistik).[]

Herry Dim Serukan Agar Warga Kota Bandung Berbagi Pohon Kepada Petani 

Pertanian Taoci Memperbaiki Gizi

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan