Herry Dim Serukan Agar Warga Kota Bandung Berbagi Pohon Kepada Petani

Untuk kesekian kalinya, Yayasan Odesa Indonesia melanjutkan Aksi tanam pohon di area lahan kritis pinggir jalan. Acara yang rutin dilakukan setiap hari jumat melibatkan petani di bawah Yayasan Odesa Indonesia itu setiap jumat pagi atau jumat sore berkeliling menanam pohon di pinggir jalan.
A Cibanteng tanam 2020 bagi bibit
Toha Odik, seorang relawan yang selama ini aktif menggerakkan masyarakat menanam pohon buah kepada petani mengatakan, aksi hari jumat, 31 Januari 2020 ini dilakukan di Kawasan sebelah utara Desa Mandala Mekar berlanjut di Kampung Cibanteng Kawasan Desa Cimenyan Kabupaten Bandung.

“Kita selalu mencari lokasi tanah milik negara yang bisa ditanami pohon keras. Kami tanami pohon buah-buahan supaya nanti warga juga bisa menikmati hasilnya,” terang Toha yang pada hari jumat ini membawa 210 pohon. Tak sampai di situ, setiap habis aksi jumat, Toha juga masih sering membawa 150 bibit tanaman yang secara khusus ditanam di ladang untuk petani Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

Herry Dim, Ketua Bidang Revitalisasi Sumberdaya Alam Yayasan Odesa Indonesia mengatakan, bahwa aksi rutin tanam pohon ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Banyak lahan kosong yang dibiarkan lama tidak ditanam dan itu bukan karena masalah penebangan. Menurut Herry Dim, erosi di Kawasan Bandung Utara tidak semuanya disebabkan penebangan pohon, melainkan karena sejak zaman dahulu banyak bukit yang belum ada pohonnya.

“Memang sebagian lahan kritis disebabkan oleh penebangan pohon. Tetapi itu hanya bagian, bukan semuanya. Kalau kita lihat di google dari tahun ke tahun misalnya, sebagian lahan kritis itu memang belum ada pohonnya. Tidak ditemukan juga bekas pohon besar. Orang-orang tua di Cimenyan juga menceritakan era 1970an banyak yang berubah lahan alang-alang kemudian dijadikan area pertanian,” terang Pelukis Bandung tersebut.

Menurut Herry Dim, masalah lingkungan di Kawasan Bandung Utara memang tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut pendekatan. Ada varian-varian masalah masa lalu dan masa kini. Karena Yayasan Odesa Indonesia terlibat langsung dengan petani, maka Herry Dim meyakini bahwa aksi yang dilakukan tersebut adalah cara yang tepat.

“Petani mau menanam pohon besar. Mereka juga mengerti jenis-jenis pohon yang bisa menguntungkan dari beberapa sisi, bukan sekadar mengatasi erosi. Misalnya tanamam buah seperti Nangka, Sirsak, Sukun, bahkan hanjeli, sorgum dan kelor pun diminati,” kata Herry.

padang pasir kawasan bandung utara
Bedakan antara pertanian yang sekarat dengan yang produktif seperti padang pasir. Pertanian konvensional monoculture pada musim kemarau tidak menyerap tenaga kerja. Petani menganggur. Sedangkan pada pertanian polyculture yang dikembangkan Odesa Indonesia tetap berjalan. Para petani di musim kemarau pun masih bisa memanen 2 kali. Inilah yang semestinya kita kembangkan lebih luas. Sangat rugi jika petani yang mestinya produktif mengurus ekosistem di ladang justru menjadi kuli di kota. Para petani adalah produsen pangan yang harus dimuliakan. Ciptakan situasi bisa produktif sekalipun di musim kemarau.

Karena alasan itulah Herry Dim menyerukan kepada warga Kota Bandung yang selama ini terkena korban banjir juga ikut ambil bagian. Terutama kepada pemilik lahan yang lahannya mangkrak atau hanya diserahkan petani tetapi tidak memodali tanaman keras, maka diharapkan warga kota segera memodali petani dengan bibit-bibit tanaman buah.

“Jangan salahkan petani sementara pemerintah tidak pernah memiliki solusi misalnya mendirikan pembibitan dan membagikan bibit tanaman buah. Kita harus paham persoalan dan segeralah berbagi bibit tanaman buah ke Cimenyan, Cilengkrang dan Cileunyi,” jelasnya. –Abdul Hamid

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*