Manfaat Pepaya California dikenal luas. Namun hanya sedikit orang yang terbiasa makan pepaya. Apalagi keluarga petani miskin. Odesa mendorong petani menanam pepaya supaya mereka makan tanpa membeli. 

Besar Manfaat Pepaya Sehingga Harus digerakkan

“Orang kota sudah banyak yang berminat membeli tanah ini. Tapi saya tidak akan menjualnya. Selama ini sudah membantu kehidupan saya. Bisa ditanami berbagai macam tanaman. Kadang kentang, bawang atau jagung,” kata Dayat (76), sambil menunjukkan lahan miliknya yang luasnya lebih dari 200 tumbak ( 1 tumbak – 14 mater persegi).

Warga Kampung Cisanggarung, Desa Cikadut, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung, ini memang masih beruntung. Dayat adalah salah seorang dari sedikit petani yang memiliki lahan sendiri. Kebanyakan, beraktivitas sebagai petani penggarap yang menyewa lahan kepada orang lain. Harga sewa lahan bervariasi antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per tumbak per tahun.

Lahan milik Dayat memang subur dan juga punya view yang bagus. Ke arah utara bisa menikmati alam pegunungan, sedangkan ke selatan mata akan tersita panorama perkotaan. “Pasaran tanah saya Rp 10 juta per tumbak. Itu masih murah jika dibandingkan harga di kota Rp 10 juta per meter persegi. Iya kan?,” katanya lagi.

Dayat memilih mengolah tanahnya dengan sungguh-sungguh, tidak pernah menelantarkannya. Meskipun dia haris pontang-panting untuk memenuhi kebutuhan benih dan pupuk. Baginya, harga kedua barang itu terbilang mahal. Karena keterbatasan dana, terkadang dia tidak bisa menanami semua lahannya. Disesuaikan dengan ketersediaan tanaman.

Manfaat Pepaya California Cisanggarung
Manfaat Pepaya California Cisanggarung

Sebagian lahannya, kini ditanami jagung. Sebagian lagi masih kosong. Padahal musim hujan sudah lama datang. “Ya mudah-mudahan saja saya dapat rezeki, sehingga lahan ini segera terisi tanaman. Tidak enak rasanya kalau punya lahan tapi kosong,” ujar Dayat di sela-sela menanam bibit pohon papaya jenis california, yang dibagikan Yayasan Odesa Indonesia kepada para petani Cisanggarung, Rabu (12/1/2022).

Mudah dipanen

Dengan cekatan, Dayat menggali lobang dan membenamkan bibit papaya itu di pinggir lahannya. Pohon papaya bukanlah tanaman yang asing bagi penduduk Indonesia. Buahnya bisa ditemukan dengan mudah di pasar dan warung-warung. Menanamnya juga tidak sullit. Akan tetapi masih jarang petani yang menanamnya di lahan pertanian, di antara tanaman sayuran mereka.

“Di sekitar kita, banyak pohon papaya mah. Tapi jenis yang biasa, yang pohonnya tinggi-tinggi itu. Kalau yang jenis California mah di sini sangat jarang yang menanam,” ujar Warnah (74), ketika berbincang dengan Nina Danny Natawidjaja, salah seorang relawan Odesa. “Kenapa jarang menanam pepaya, termasuk juga pepaya jenis california ini?” tanya Nina. “Ya, karena tidak punya bibitnya Bu,” kata Warnah lagi.

Lalu Nina pun menjelaskan tentang manfaat buah pepaya. Dia meminta kepada sejumlah perempuan petani itu, agar tidak segan memohon ditambah lagi bibit jiga masih kurang. “Pepaya jenis ini rasanya manis dan bergizi. Tinggi pohonnya hanya sekitar 1,5—2 meter. Buahnya lebat bisa mencapai 25—30 buah per pohon. Karena pohonnya pendek, ibu-ibu dengan mudah memanennya,” kata Ninna.

Selain menanam pepaya di lahan pertanian mereka, para petani juga menanamnya di halaman rumah. Sekitar delapan bulan kemudian, pepaya sudah bisa dipaneh buahnya. Aksi tanam kemarin, diakhiri dengan makan bersama buah pepaya. “Mudah-mudahan tanamannya bagus. Delapan bulan kemudian saya bisa memanennya,” tutur Tardi (71).

Tardi terbilang petani yang tekun dan mau menerima pengetahuan dari luar. Selain menanam sayuran, Tardi juga membudidayakan hanjeli dan sorgum. Secara rutin hasil panennya dia kirimkan ke Odesa. Tardi juga menularkan pengalaman tersebut kepada petani lainnya. Hanjeli dan sorgum antara lain bisa diolah menjadi bubur, seperti layaknya beras.

Petani Cimenyan Mengubah Gurun Menjadi Kebun

Yayasan Odesa Indonesia secara rutin membagikan bibit tanaman buah-buahan kepada para petani di kawasan Cimenyan. Bibit tersebut merupakan sumbangan dari para donatur. Selain sebagai upaya untuk menghijaukan kawasan Bandung utara, para petani juga dapat menikmati hasilnya. Lahan-lahan sayuran di kawasan tersebut memang sangat minim tegakan, yang berisiko mudah tergerus air atau longsor. Fungsi sebagai daerah resapan air juga terus berkurang.

Sejauh ini, jenis pohon buah-buahan yang sudah ditanam antara lain mangga, duren, petai, sukun, alpukat, jambu, sirsak, pepaya, nangka, jeruk dan belimbing. Para petani antusias menerima bibit pohon tersebut. Mereka meminta agar pembagian pohon buah-buahan terus dilakukan. Mereka juga siap untuk menanamnya di antara tanaman sayuran. (Enton Supriyatna)

Chaya Sayuran Bergizi Mencegah Erosi

Donasi Sumbang Bibit untuk Kesejahteraan Petani Pra-Sejahtera

Tinggalkan Balasan