Oleh FAIZ MANSHUR. 
Ketua Odesa Indonesia
IG Faiz Manshur
IG Odesa Indonesia

Mengubah perilaku petani  bisa dilakukan dengan cara khusus. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan pendapatan ekonomi, tetapi mesti memasuki usaha perbaikan gizi dan lingkungan.

Hari ini, Rabu 15 Desember 2021, saya kembali Kawasan pertanian ke hutan Oray Tapa Cimenyan Kabupaten Bandung.  Menemui beberapa petani di sana untuk melihat lahan petani yang mesti diberikan bibit tanaman buah, dan juga mengecek tanaman-tanaman yang dulu dibagikan sejak tahun 2017.  Kalau hari minggu lalu saya dan Pak Enton Supriyatna Sind ke pinggir hutan di Merak Dampit, kali ini saya mengajak Pak Poedji Irawan ke Pinggir hutan di Oray Tapa. Dua bukit yang berjauhan (sekitar 6 km).

Mengubah Perilaku Petani Membutukan Ketelatenan Bertahun-tahun
Mengubah Perilaku Petani Membutukan Ketelatenan Bertahun-tahun

1) Tanaman buah-buahan berjalan baik. Tumbuh berkembang pesat. Mayoritas petani punya kesungguhan merawat tanaman. Tanaman jeruk Lemon California, jeruk nipis dan jeruk purut paling cepat di antara tanaman lain. Sebagian ada yang sudah panen dalam waktu satu tahun, sebagian lagi panen pada dua tahun kemudian. (tergantung usia bibit saat ditanam).

2) Tanaman lain seperti sirsak, nangka, sukun, kelor, manggis, belimbing dan sebagian lagi tanaman penghasil kayu juga tumbuh berkembang baik. Bibit-bibit tanaman yang siap hidup (bukan siap mati) sangat menentukan. Oleh karena itu berikan bibit tanaman kepada petani yang benar-benar sudah siap berkembang di ladang. Pelajaran yang penting dicatat di sini, masih banyak usaha menanam pohon tetapi dengan bibit kecil yang dilakukan pemerintah. Banyak bibit tanaman yang dibagikan pemerintah itu ditanam lalu mati karena terlalu kecil pohonnya.

Kerusakan Lingkungan dan Kemiskinan Petani

3) Saya ngobrol ulang dengan kang Toha, salahseorang petani yang sejak awal saya libatkan kerja bersama Odesa. Ia tidak lagi punya problem seperti masa-masa awal rintisan. Tahun 2016 lalu petani itu tidak menghargai bibit tanaman baru. Sekarang mereka sudah mengikuti apa yang kami anjurkan. Mereka bisa menerima untuk berubah perilaku. Bahkan karena antusias yang tinggi meminta bantuan bibit, Odesa yang kerepotan. Sebab dari puluhan petani yang kita organisir di awal telah memberi bukti banyak kebaikan, di antaranya ialah panen kelor dan mereka sadar kelor sangat berguna untuk sayuran yang menyehatkan penyakit mereka. Juga tanaman jeruk yang laku dijual dan meningkatkan ekonomi sekaligus menghemat modal pertanian. Demikian juga bibit kopi yang mencampai 600.ribu lebih selama masa 5 tahun. Berjalan baik dan telah memberi dampak ekonomi bagi para petani.

Mengubah Perilaku Petani Membutuhkan Pendampingan Panjang
Mengubah Perilaku Petani Membutuhkan Pendampingan Panjang

4) Pelajaran penting yang berharga untuk diserap dari perubahan ini adalah soal perilaku. Saya sendiri percaya problem hidup pada urusan perilaku, demikian juga dengan teori ekonomi, mesti memasuki ruang perilaku. Orang miskin terus miskin karena perilakunya yang dikendalikan oleh pikiran (mind set). Dan perubahan pikir tentu bukan dengan ceramah, melainkan mesti dibuktikan dengan tindakan nyata. Setelah ada kenyataan dan melihat proses mereka yakin dan ingin melakukan. Karena itu tidak penting memberi contoh dengan sekadar kesuksesan, yang terpenting adalah mengikuti proses secara bersama. Hasil kesuksesan sedikit tidak masalah karena mereka hanya butuh keyakinan bahwa apa yang dilakukan itu tidak merugikan. Jadi kalaupun untung sedikit pasti akan diterima.

5) Perilaku petani miskin juga sama seperti perilaku orang makmur tetapi bermental miskin, yaitu mereka cenderung menolak hal yang baru karena ketakutan bahwa apa yang mereka miliki (sekalipun secuil) akan hilang. Perilaku orang (bermental) miskin cenderung menutup diri dan tidak berani keluar dari kotak pemikiran. Hanya sedikit orang yang mau mengambil jalan awal untuk melakukan perubahan. Dan ini buat saya tidak jadi soal, toh dengan cukup memberi contoh pada 17 petani, nyatanya sekarang lebih 2.300 petani menjadi terhubung dengan Odesa.

6) Perilaku pertanian yang tadinya merusak saya kira bisa diarahkan ke jalan produktif yang tidak harus merusak lingkungan. Budidaya pertanian secara monokultur yang puluhan tahun dilakukan dan membentuk kebiasaan buruk bisa diubah dengan catatan muncul gerakan baru yang laras dengan kepentingan para petani.  Apa yang tadinya tidak bisa akan menjadi bisa karena kebiasaan.

7) Saya puas dengan proses ini, apalagi program sanitasi dan literasi juga berjalan. Berjalan bukan sekadar event sesaat melainkan berkelanjutan. Saya juga puas atas kepercayaan semua pihak yang selama ini bersama Odesa ikut serta dengan kegiatan amal seperti berbagi beras, pakaian layak pakai, donasi sanitasi, donasi bibit, dan seluruh relawan yang ikut berlumpur-lumpur dalam pekerjaan ini.[]

Aksi Baik Sumbang Bibit Petani

Tinggalkan Balasan