Anak-Anak Pasir Impun Belajar Peduli Sejak Dini

amal sosial liputan galamediaSore itu Adzan Asar berkumandang. Anak-anak remaja berlarian keluar dari rumahnya menuju ke Masjid. Usai shalat Asar, mereka berkumpul di sebuah rumah yang berjarak 100 meter dari masjid Al-Hikmah, Kawasan Pasir Impun, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

Di rumah tersebut telah berkumpul beberapa pengurus dari Yayasan Odesa Indonesia Bandung yang sedang sibuk mengurus data bingkisan lebaran untuk warga.




“Adik-adik, hari ini kita akan melanjutkan kegiatan kita berbagi bingkisan. Kalau ditanya bingkisannya dari siapa, nanti dijawab bantuan dari saudara-saudara di Kota. Ingat, bukan dari Yayasan Odesa ya. Kita hanya menyampaikan, membawa amanah bantuan dari orang-orang baik hati dari kota. Kita doakan mereka sehat dan mendapatkan berkah dari amal baiknya,”ujar Faiz Manshur, Ketua Yayasan Odesa Indonesia sebelum kegiatan dimulai.

Beberapa pengurus Odesa yang terlibat langsung dalam acara Bakti Ramadan itu terdapat Budhiana Kartawijaya (Litbang Harian Pikiran Rakyat), Basuki Suhardiman (Peneliti ITB), Didik Harjogi (Dosen Politeknik Negeri Bandung), Omas Witarsa (Karyawan ITB), Khoiril Anwar (Pengurus PWNU Jawa Barat), Faiz Manshur (Ketua Yayasan Odesa Indonesia).

Kegiatan selama dua hari menjelang Idul Fitri itu dimotori oleh Yayasan Odesa Indonesia dengan melibatkan 27 remaja desa warga kampung di sekitar Pasir Impun Atas. Mereka membagikan aneka ragam bingkisan yang digalang Yayasan Odesa Indonesia dari donatur kota untuk dibagikan kepada warga, terutama kepada warga yang kurang mampu.

Didik Harjogi, Koordinator Amal Sosial Yayasan Odesa Indonesia itu sengaja mendesain kegiatan amal dengan melibatkan anak-anak remaja karena punya tujuan untuk edukasi dan partisipasi. Sebab menurutnya, sekadar membagikan bingkisan itu urusan mudah. Tanpa melibatkan banyak orang pun bisa.

“Karena kita mengusung semangat pendidikan, maka kegiatan kita setting dengan model keterlibatan dalam kebersamaan. Sebelum aksi dilakukan anak-anak diberikan pengertian tentang makna pentingnya memperhatikan orang lain, setelah kegiatan usai mereka pun mengapresiasi pengalaman yang dialaminya,” kata Dosen Politeknik Negeri Bandung tersebut.

Aksi Amal Sosial dengan melibatkan remaja desa itu menurut Didik Harjogi mengandung nilai edukatif dan partisipatif. Pada sisi edukasi, anak-anak remaja mendapatkan pengalaman kolektif membangun kesadaran penting berbagi. Dari kegiatan itu juga muncul kesadaran untuk mengerti siapa orang yang paling penting harus mendapatkan bantuan dan siapa yang tidak. Dari sisi kolektif, muncul pembangunan karakter sosial menumbuhkan kegotong-royongan.

Nur Arafi (14 tahun) Koordinator pelaksana lapangan yang membagikan bingkisan-bingkisan lebaran itu punya kesan yang menyenangkan. “Capek tapi senang karena bareng-bareng teman. Buka puasanya ramai. Tahu tentang mana orang yang harus diutamakan mendapatkan bantuan,” katanya.

Ladang Amal di Cimenyan
Sementara itu Faiz Manshur mengungkapkan, kegiatan Amal sangat penting dilakukan di kawasan Cimenyan karena kawasan itu sekalipun jarak dari perkotaan Bandung hanya rentang 5-14 kilometer namun terdapat banyak warga yang luput dari perhatian negara maupun para dermawan. Menurut Didik, banyak kampung dengan kantong-kantong kemiskinan yang akut karena warga buruh tani hanya mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp 400-600 ribu perbulan untuk konsumsi 3-4 kapita.




Aksi di Kawasan Pasir Impun dalam dua hari tersebut membagikan 266 bingkisan. Sebelumnya Yayasan Odesa Indonesia juga mengadakan bakti Ramadan di Kampung Wass-Tareptep Desa Mekarmanik, dan di Kampung Cisanggarung, Desa Cikadut. Beberapa kampung lain seperti Pondok Buahbatu, Cikawari, Cipahet, Pasanggrahan, Babakan Sekebalingbing, Cadas Gantung juga mendapatkan bagian sekalipun tidak merata karena kurangnya jumlah bantuan sehingga hanya dipilih pada kelompok yang paling prioritas seperti janda/duda lanjut usia. Bantuan-bantuan tersebut 30% berasal dari pengurus Odesa Indonesia dan 70% dihasil dari donasi warga Kota.

“Jumlah bingkisan yang kami dapatkan dari teman-teman dermawan di Kota Bandung, Jakarta dan Tangerang jumlahnya mencapai 388 bingkisan.Jumlah ini lumayan banyak namun lebih banyak yang menjadi pekerjaan rumah karena kami memiliki data lebih dari 890 keluarga miskin. –Sumber Koran Cetak Galamedia, Selasa 4 Juli 2016.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*