Cara Menanam Kelor dan Waktu Menanamnya

You are currently viewing Cara Menanam Kelor dan Waktu Menanamnya

Cara menanam kelor perlu  diketahui, termasuk waktunya. Sebab kelor juga butuh ditumbuhkan secara efektif dan terhindar dari kematian.

SHNet, BANDUNG – Menanam Kelor terkesan mudah. Namun menurut Ketua Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan, Ujang Rusmana, menanam kelor harus memperhatikan kaidah dan situasi. Tujuannya supaya hasil tanaman bergizi tinggi bernama latin Moringa Oleifera itu bisa menghasilkan panen yang melimpah.

Cara Menanam Kelor
Cara Menanam Kelor

“Kalau untuk tanam di ladang perkebunan, awal musim hujan ini sangat bagus supaya kita mendapatkan kemudahan dalam urusan air sampai bulan April atau Juni tahun mendatang. Kelor itu memang tanaman yang tidak membutuhkan banyak air bahkan kalau terkena genangan air pada akarnya akan mati. Tapi masa pertumbuhan selama 1 tahun pertama harus stabil air, pupuk dan perawatan,” katanya kepada SHNet di Bandung, Senin, 29 Oktober 2018.

Dengan pengalaman tersebut Rusmana dan 17 petani di Cimenyan saat ini mulai membudidayakan kelor sebagai lanjutan dari program tahun sebelumnya. Menurut Rusmana, sekalipun tanam kelor itu terkesan mudah, namun tidak bisa sembarangan. Alasannya, ada banyak faktor yang membuat tanaman tersebut bisa berkembang baik atau justru mati.

“Untuk tanam skala besar dengan kecil saja sudah berbeda. Kalau jumlahnya banyak harus butuh ekstra karena tanaman di masa pertumbuhan tetap harus diperlakukan berbeda dengan pohon Kelor yang sudah tua. Termasuk sistem tanam model stek. Perlu perlakukan yang berbeda lagi. Belum lagi soal usia tanam pohon kelor,” jelasnya.

Cara Menanam Kelor

Rusmana juga punya pengalaman menanam Kelor dari biji di ladang. Menurutnya, sebagian memang ada bibit dari biji yang ditanam langsung di tanah ladang, tapi itu juga tidak menjamin hidup kalau lalai perawatan.

Bisa susah berkembang karena kalah dengan rumput, bisa pula rusak karena faktor angina atau faktor lain. Rusmana menyarankan sebaiknya usia tanam bibit kelor yang ideal itu setelah usia 7 bulan di dalam polybag. Dengan batang yang kokoh pada usia 7 bulan itu, barulah dipindah ke ladang.

Cara Menanam Kelor di lahan sulit
Cara Menanam Kelor di lahan sulit

“Pengalaman saya ini tentu mungkin akan berbeda di daerah lain. Kalau kondisi tanah hitam gembur Kelor lebih cepat tumbuh, sedangkan di kawasan Cimenyan ini tanah merah. Kalau musim hujan lembek berarir tapi begitu kemarau dua bulan saja tanah pecah-pecah dan sering merusak akar primer Kelor,” jelasnya.

Rusmana juga menambahkan tips khusus bagi penanam kelor di kawasan Cimenyan agar memanfaatkan media tanam dengan tanah dari daun bambu yang sudah membentuk tanah atau dengan tanah humus dari hutan. Selain itu untuk musim kemarau media tanam akan bagus jika dicampur dengan sabut/serabut kelapa karena dari sabut kelapa itu mampu menampung air hingga 30% sehingga kelor tidak mudah kekeringan.

Adapun pupuk organiknya, sebagian bisa memanfaatkan dari pupuk kandang, terutama pupuk domba, dicampur air kencing kelinci, dan bahan kompos pendukung. Ada pula model tambahan lain untuk menumbuhkan daun kelor dengan cairan tomat.

“Kelor akan sangat bagus pertumbuhannya sekalipun kita menanam jarak rapat 30×40 cm dengan catatan komposnya cukup dan rutin dipupuk, terutama setelah daun-daun kita petik,” terangnya.[] Sumber SHnet

Kelor Dari Cimenyan Bandung
Jual Bibit, Teh dan Biji Kelor

 

Menanam kelor sering dibilang mudah. Nyatanya banyak yang gagal. Ada apa?

Menurut Huda, petani pengembang kelor Odesa Indonesia, hal tersebut disebabkan karena banyak faktor. Bisa karena salah cara tanam, bisa disebabkan kekurangan air, bisa mati pula akibat kebanyakan air, atau faktor eksternal lain seperti akar tercerabut akibat angin atau gangguan hewan atau manusia.

Bagaimana supaya kelor hidup?
“Yang terpenting perawatan yang tepat,” kata Huda.
Yang tepat itu bagaimana?

Untuk tanam dari steak batang kaidah dasarnya: Cara Menanam Kelor Supaya Tidak Mati

“Tanah Perbukitan Cimenyan ini memang subur, tapi jenis tanahnya sebagian besar merah liat. Kalau musim hujan tampak gembur dan rumput pun mudah tumbuh, tapi begitu kena kering beberapa hari saja sering menggeras bahkan dalam waktu 1 bulan tidak hujan bisa pecah-pecah. Untuk masa pertumbuhan jelas ini tidak menguntungkan karena bisa merusak akar. Tanah liat merah itu bahkan kalah bagus dengan tanah brangkal,” katanya. Baca Selanjutnya Solusi Budidaya Kelor di Tanah Sulit

This Post Has One Comment

Tinggalkan Balasan