admin

Prihatin Kemiskinan Desa, Odesa Kembangkan Website Khusus

JAKARTA (netralitas.com) – Angka kemiskinan negara Indonesia terbanyak berada di kawasan perdesaan. Selain angkanya yang tinggi, kemikisnan di desa paling susah berubah. Perhatian negara sangat lemah pada urusan desa membuat banyak warga miskin belum merasakan manfaat sebagai warga negara. hal itu, Organisasi Odesa-Indonesia secara khusus menawarkan terobosan kegiatan dengan aksi-aksi publik. Agung Prihadi, Sekretaris Odesa-Indonesia […]

Prihatin Kemiskinan Desa, Odesa Kembangkan Website Khusus Read More »

Bu Aas, Rumah Menumpang Penghasilan Kurang

Janda tiga Anak, bekerja tiga hari dalam seminggu. Tinggal menumpang di rumah warga. Ketiga anaknya menganggur. Bu Aas (55 tahun), seorang ibu dengan tiga anak ini hidup tanpa rumah. Ia menjanda ditinggal suaminya tanpa aset apapun. Saat ini ia menumpang di rumah saudaranya dengan kamar satu ukuran 8x 3 meter. Lokasi tinggalnya di Kampung Sekabalingbing

Bu Aas, Rumah Menumpang Penghasilan Kurang Read More »

Problem dan Potensi Lokal Perdesaan di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung

Catatan faktual kondisi perdesaan di kampung-kampung Kecamatan Cimenyan Kab.Bandung. Oleh Faiz Manshur Ketua Odesa-Indonesia. Catatan ini kami susun berdasarkan pengalaman lapangan sehari-hari dari kiprah kerja kerelawanan sosial Odesa-Indonesia di Kawasan Bandung Utara (KBU) di 22 kampung pada Desa Cimenyan, Desa Cikadut, Desa Mekarmanik, Desa Mandala Mekar, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Cimenyan merupakan kecamatan yang dekat

Problem dan Potensi Lokal Perdesaan di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Read More »

Konah Rumah Tidak Layak Huni

Ibu Konah, di rumahnya yang tidak layak huni, Tareptep Mekarmanik, Cimenyan. Nama yang tertulis di Kartu Keluarga singkat, Konah, 68 tahun, seorang Janda ini tinggal di rumah tua dengan kayu-kayu yang lapuk. Rumah panggung dengan ukuran 4 x 6 itu ditinggali bersama anaknya, Enjang Setiawan (35 tahun), yang menduda dan belum menikah lagi karena kesulitan

Konah Rumah Tidak Layak Huni Read More »

Ase Rumah Tidak Layak Huni

Keluarga Ase, berumah sempit berukuran 4 x 6, buruh tani lulusan SD. Namanya singkat Ase, lahir tahun 1991. Menikah dengan Cucu, lahiran tahun 1994. Kedunya lulusan Sekolah Dasar. Memiliki anak, Rina Febrianti (4 tahun). Mewarisi sepekat rumah orangtuanya, ia membangun rumah dengan kayu-kayu seadanya. Sarana MCK bergabung dengan tetangganya yang kondisinya kumuh dan tidak sehat.

Ase Rumah Tidak Layak Huni Read More »

Daing Rumah Tidak Layak Huni

Keluarga Pak Daing, kayu-kayu rumahnya melapuk akan ambruk. Tidak ada kamar dan tidak memiliki MCK. Keluarga Pak Daing ( 72 tahun), tinggal bersama istri, Enah (65 tahun) dan anaknya Upri (32 tahun) dan seorang cucunya. Sepanjang hidupnya ia melakoni sebagai buruh tani, bekerja di ladang-ladang milik orang. Ketidakcukupan pangan membuat dirinya hanya bisa fokus mencari

Daing Rumah Tidak Layak Huni Read More »

Ace Rumah Tidak Layak Huni

Pak Ace, berumah di gubuk dengan anaknya yang sakit, di Kampung Tareptep Mekarmanik Cimenyan. Pak Ace, 37 (tahun) tinggal bersama istrinya dan satu orang anaknya yang sakit “permanen’. Ia seorang buruh tani dengan penghasilan yang tak pasti. Menempati rumah kayunya yang sempit berukuran sekitar 4 x 6 meter. Rumahnya di Kampung Tareptep, RT 01/RW 06,

Ace Rumah Tidak Layak Huni Read More »

Jajang Kandi Rumah Tidak Layak Huni

Keluarga Jajang Kandi. Buruh-tani di Waas Mekarmanik Cimenyan. Rumahnya reyot. MCK kotor. Hidup serba kekurangan membuat Jajang Kandi (33 tahun) tidak bisa berbuat banyak ketika rumah panggungnya mengalami pelapukan. Ia sudah lama khawatir makin lama tiang penyangganya makin keropos lalu ambruk. Belum lagi semakin lama bagian atapnya semakin banyak mengalami kebocoran. Saat hujan turun ia

Jajang Kandi Rumah Tidak Layak Huni Read More »

Mahasiswa Planologi ITENAS Bandung Gelar Pengabdian ke Desa

MEKARMANIK: Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung merupakah salahsatu dari sekian desa di Kabupaten Bandung yang tergolong terbelakang. Atas dasar penilaian tersebut, acara Pengabdian Masyarakat dari Himpunan Mahasiwa Planologi Institut Teknologi Nasional Bandung mengadakan acara “Gapura Mekarmanik” (Gerakan Planologi untuk Masyarakat Desa Mekarmanik), Minggu, 2 April 2017 lalu. Acara yang melibatkan 200 mahasiswa praktik kerja

Mahasiswa Planologi ITENAS Bandung Gelar Pengabdian ke Desa Read More »

Keranjang Belanja