Taoci Penghasil Pangan Nabati dan Pertanian Berkelanjutan

Kawasan Utara Bandung sangat cocok untuk basis produksi tanaman obat.

Kawasan Cimenyan yang terletak di sebelah utara Kota Bandung (Wilayah Kecamatan Kab.Bandung) merupakan lahan perbukitan yang subur. Zaman dulu merupakan hutan yang kini telah karut-marut setelah banyak manusia menghuni dan meladang. Hutan-hutan digunduli sebagai lahan pertanian tanpa kontrol. Tanah-tanah telah banyak dimiliki orang kota sebagai investasi pasif yang tidak diurus secara benar.

Kemiskinan warga buruh tani tak mendapatkan solusi massif dari negara membuat lingkungan berwajah muram. Bencana! Dan salahsatu wujud konkret bencana itu adalah seringnya air dari perbukitan Cimenyan menyerang Kota Bandung dengan banjir liarnya. Bahkan pernah kuburan di kawasan Taman Makam Pahlawan Cikutra sebagian tanahnya hanyut dan menampakkan mayat-mayatnya.

Menyediakan Bibit Tanaman Obat dan Tanaman Pangan

Atas dasar masalah tersebut, Odesa Indonesia mencoba melakukan praktik-praktik baru dengan mencari solusi yang komprehensif dan integral untuk penyelamatan kemanusiaan dan lingkungan. Dari sekian program yang telah dilakukan, Odesa memiliki gagasan untuk mengembangkan jenis tanaman obat. Tanah Cimenyan terbukti cocok untuk pengembangan beragam jenis tanaman obat. Tanaman Obat seperti Kelor (Moringa Oleifera), Daun Afrika (Vernonia Amygdalina), Kumis Kucing, Cecendet/Ceplukan, Kembang Telang, Buah/daun Tin, Jahe, Kapulaga, Gingseng Jawa, dll menjadi bagian penting dalam proses ini. Selain tanaman berorientasi kesehatan, juga mengembangkan tanaman pangan penghasil gizi baik dan sumber kesehatan untuk menjawab problem diabetes, kolesterol, darah tinggi, ginjal, stroke dan lain-lain yang bisa didapat dari sumber pangan terbaik dunia, yaitu Sorgum, Hanjeli/Jali-jali, Jewawut, Milet, dan lain sebagainya. Banyak lahan pekarangan dan ladang bisa dimanfaatkan. Dengan kata lain, Taoci banyak menyediakan sumber pangan nabati bergizi tinggi.

Penggerak Tanaman Obat Cimenyan Bandung

Taoci sebagai program strategis

Seiring dengan aktivitas lapangan harian dalam bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan, tanaman Kelor ini menjadi tanaman unggul yang akan digarap. Ia memiliki harapan yang baik sebagai pilar ekonomi, menjadi solusi atas gizi rumah tangga (kesehatan) dan bisa menjadi bagian terpenting dalam program penghijauan. Kelor memiliki nilai sebagai program yang baik baik alam dan manusia dalam tema besar “keberlanjutan” (sustainability). Lahan perhatian juga harus diarahkan untuk perwujudkan alami agroforestry/wanatani.

Nama Taoci kemudian muncul sebagai brand kegiatan ini. Nama tersebut hanya berupa kepanjangan dari sebutan lengkap Tanaman Obat Cimenyan. Artinya, budidaya tanaman obat berlokasi di Cimenyan yang dikelola secara baik, mempertimbangkan aspek nilai ekonomi, nilai edukasi, nilai manfaat bagi kesehatan dan juga menyangkut urusan penghijauan.

LOKASI TANAMAN OBAT CIMENYAN Lokasi Tanaman Obat Cimenyan

Bersanding dengan Kantor Odesa Indonesia Kantor Yayasan Odesa Indonesia

Program telah berjalan dengan merayap di beberapa kampung dengan peran aktif beberapa individu yang kompeten untuk bergiat mengembangkan Kelor dan tanaman Kumis Kucing. Tahap pertama gerakan Taoci memilih jalan mendasar dengan usaha pengembangan bibit. Penelitian lapangan dilakukan. Beberapa individu mengembangkan dengan beragam cara selanjutnya melaporkan setiap pengembangan. Ada pembibitan dari sistem stek dan ada pengembangan dari biji. Dalam masa sejak pebruari 2017 sistem stek telah berhasil. Berlanjut kemudian pada biji Kelor yang dimulai dari bulan Mei 2017 pada bulan Agustus 2017 telah menampakkan hasilnya. Tidak ada yang sulit dalam usaha ini.

Bahkan sejak bulan Mei 2017 juga model pengolahan pasca panen kelor sudah dimulai dengan sistem tradisional. Taoci punya target pada 2018 mendatang pasca panen modern sudah berhasil bersama usaha memasyarakatkan tanaman Kelor sebagai makanan sehat untuk rumah tangga petani desa.-odesa.id


2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Sehari Bersama Pak Kiai di Kebun Taoci – Odesa Indonesia
  2. Herry Dim: Banjir Bandung, Solusinya Agroforestry – Odesa Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*