Sedekah Bibit Itu Baik Tetapi Belum Tentu Memperbaiki Keadaan. Kenapa Bisa?

Sedekah bibit itu baik, tetapi belum tentu memperbaiki keadaan.– Bersama Odesa Indonesia kita berbagi pengalaman tentang sedekah bibit karena banyak orang ingin berbuat baik dengan menyebarkan bibit tanaman tetapi pada praktiknya gagal atau pohon tetap tumbuh tetapi asas manfaatnya kecil.

Yayasan Odesa Indonesia yang dikenal sebagai lembaga sosial memiliki pengalaman yang nyata dalam menghasilkan kebaikan dari amal di bidang pertanian. Dengan sedekah bibit tanaman itu sekarang banyak dirasakan manfaatnya untuk kaum fakir-miskin dan juga masyarakat luas. 

Berbuat Baik Berbagi Bibit Pohon Buah
Sedekah bibit yang tepat dan dikelola secara baik akan bisa mendapatkan manfaat gizi, ekonomi dan ekologi.

Tentu hal tersebut sangat menggembirakan. Pasalnya banyak dari orang atau organisasi yang melakukan sedekah bibit tetapi hanya manfaatnya hanya diketahui pas saat memberi sedekahnya, bukan hasil dari target penanaman pohon itu sendiri. 

Pasalnya, manfaat pohon itu sebenarnya membutuhkan waktu yang lama untuk optimal, bisa 3 tahun baru terasakan dampak besarnya. Sementara banyak aksi sedekah bibit yang hanya menyalurkan, setelah itu tidak tahu apakah menjadi pohon atau mati beberapa waktu kemudian.

Apakah kemudian pohon itu tumbuh? Berapa lama tumbuhnya? Apakah manfaatnya hanya untuk memperbaiki udara karena yang ditanam pohon rimbun tetapi tidak menghasilkan buah atau biji? Bagaimana jika bibit tanaman itu bisa bermanfaat banyak meliputi manfaat ekonomi, pangan dan ekologi sekaligus?

Sedekah Bibit Yang Baik: Belajar dari Pengalaman Odesa

Ada pengalaman dari apa yang dilakukan oleh Odesa Indonesia terdapat ratusan petani yang sekarang ladangnya tumbuh produktif menghasilkan buah atau biji. Ada ratusan petani yang tadinya penghasilannya hanya komoditi terbatas sekarang meningkat.

Berbuat Baik Sedekah Bibit
Sedekah Bibit buah-buahan untuk petani akan lebih dirawat karena mereka mendapatkan manfaat ekonomi dan gizi sehingga ekologinya pun membaik.

Manfaat di luar ekonomi dan gizi juga meluas karena pertanian yang dilakukan oleh Odesa Indonesia memicu lahirnya kebaikan sosial karena warga petani saling berbagi alias tolong-menolong. 

Bahkan karena sedekah bibit itu kemudian dampaknya juga memberi manfaat bagi kesehatan dan pengobatan karena hasil panen herbalnya berguna bagi banyak orang. Dan lebih meluas lagi, manfaat dari sedekah bibit tersebut ialah fungsi dari ratusan ribu pohon yang tentu menghasilkan perbaikan lingkungan meliputi perbaikan oksigen, perbaikan lahan pertanian dan juga perbaikan air.

Semua hal tersebut bermula dari gerakan berbagi atau sedekah bibit yang dilakukan oleh banyak orang, difasilitasi Yayasan Odesa Indonesia dan dilaksanakan oleh ribuan petani di Kawasan Bandung Utara.

Gerakan Kebaikan Membagi Bibit Membuahkan Manfaat Besar

 

 

Sedekah Bibit Memperhatikan Tiga Nilai

Apa yang dilakukan Odesa Indonesia sehingga sedekah bibit tersebut dampaknya meluas dan berkelanjutan?

Faiz Manshur, Ketua Yayasan Odesa Indonesia menjelaskan bahwa sedekah bibit tersebut tidak asal sedekah, melainkan karena dilakukan dengan landasan ilmu pengetahuan, manajemen organisasi, dan juga kesungguhan dalam mengurus tanaman.

Faiz Manshur lalu merinci ketiga hal tersebut dalam penjelasan terpadu berikut ini:

Dalam hal pemilihan bibit Odesa Indonesia mempertimbangkan manfaat bagi para petani. Karena petani adalah pelaku dalam penanaman pohon, maka di situlah sedekah bibit tidak boleh asal sedekah. Jenis tanaman yang dibagikan memperhatikan tiga nilai yaitu nilai ekonomi, nilai pangan dan nilai ekologi. 

Sedekah Bibit Perlu Memperhatikan Jenis Tanaman

Untuk menghasilkan tiga nilai tersebut Odesa Indonesia menetapkan anekaragam jenis bibit.

Pertama jenis buah-buahan seperti mangga, sirsak, durian, alpukat, sukun, jambu, jeruk, nangka, srikaya dan lain sejenisnya. Kedua, jenis biji-bijian seperti pete, jengkol dan sejenisnya.

Ketiga, serealia seperti sorgum dan hanjeli. Ketiga, jenis daun dan bunga penghasil herbal seperti kelor, blue tea, daun afrika dan sejenisnya.

Memilih jenis-jenis tanaman ini berdasarkan penilaian dari sisi ekonomi, pangan dan ekologi yang kemudian dihubungkan dengan ekonomi petani. Menurut Odesa tidak bisa pertanian berjalan baik dari sisi ekonomi kalau tidak menyertakan penilaian dari nilai pangan dan nilai ekologi, begitu pula sebaliknya.

Jika kita hanya memakai nilai ekologi tetapi petani tidak mendapatkan nilai ekonomi dan pangan niscaya dampak penanaman pohon tidak akan banyak bermanfaat. 

Baca Juga Wawancara dengan Ujang Rusmana dari Odesa Tentang Pengalamannya Memilih dan Membagi Bibit Pertanian Konservasi

Menyukseskan Sedekah Bibit dengan Kemahiran

Selain pentingnya ilmu dalam memilih jenis tanaman yang cocok untuk ekonomi, pangan dan ekologi, penting juga menyertakan ilmu pengetahuan dalam praktik budidaya. Sebab mustahil pertanian menghasilkan keberhasilan jika tidak memiliki kemahiran dalam melaksanakan praktik budidaya. 

Salahsatu hal yang dilakukan oleh Odesa Indonesia ialah mendidik para petani untuk mahir menyeleksi bibit, mahir membuat pembibitan, dan mahir pula dalam membudidayakan tanaman di ladang.

Untuk mencapai kemahiran tersebut Odesa Indonesia menerapkan pelaksanaan pendidikan pertanian yang dilakukan secara intensif melalui diskusi formal dan informal bersama petani.

Sedekat Bibit Kopi
Sedekah Bibit Kopi Odesa Menghasilkan Ekonomi dan Mencegah Kerusakan Hutan.

Ada banyak petani yang tidak pinter dalam budidaya tetapi memiliki teman yang pinter. Dari hasil pertemuan itulah kemudian kepintaran seseorang menyebar ke petani yang lain. Peran Odesa sebagai fasilitator gerakan juga selalu menyertakan pemahaman baru tentang pertanian, salahsatu prinsip pertanian yang diterapkan adalah berekonomi untuk ekologi, berekologi untuk mengghasilkan ekonomi. 

Siaran Youtube: Cara Memilih Bibit Tanaman Buah Untuk Konservasi Pertanian

Tak cukup dengan dua landasan ilmu itu, Odesa Indonesia juga menyertakan tata kelola hubungan kerjasama antar petani dengan petani lain dan para petani juga dihubungkan dengan warga kota yang berlatarbelakang beragam seperti dosen, penulis, wartawan, tentara, politisi, aktivis LSM, dan mahasiswa.

Dengan seringnya interaksi satu sama lain, para petani itu merasa dihargai. Bahkan jika sebelumnya para petani itu merasa rendah diri karena pekerjaannya dianggap rendah oleh dirinya kemudian menjadi terhormat. Penghormatan orang-orang kota terhadap petani membuat para petani memiliki pemulihan jati diri, rasa bangga dan semakin senang dengan apa yang dilakukan karena dihargai oleh pihak lain. 

Kesimpulannya, dalam sebuah gerakan perbaikan ekologi dan ekonomi, kita semua membutuhkan pengetahuan dari hulu hingga hilir. Jangan sampai sedekah bibit tidak tepat sasaran karena ada yang menerima tetapi tidak sungguh dikelola sehingga banyak dari sedekah bibit hanya merupakan tindakan baik tetapi tidak menghasilkan kebaikan. 

Sedekah bibit pepohonan mesti memperhatikan juga sisi lain, yaitu pemberdayaan masyarakat sebagaimana yang dilakukan oleh Odesa Indonesia. []

Penulis: Agus Salim

Admin: Fadhil Azzam.

Mau Bersedekah Bibit untuk Petani Hutan? Donasi di Sini.

Mau Berdonasi Bibit untuk Ekologi Pertanian? Silahkan donasi di sini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja