Rapor Kerja Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub 17 di Bandung Utara

Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia, Budhiana Kartawijaya menilai, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berada dalam Satuan Tugas Citarum Harum Jawa Barat perlu menyerap pengetahuan dari Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub-17 yang dipimpin Serka Suyanto. Sebab menurutnya, Suyanto dan kawan-kawannya berhasil menahkodai kerja dengan model pembasisan, bukan sekadar bermitra dengan masyarakat.

“Kemitraan itu level dasar kerjasama. Kalau pembasisan itu sudah level tinggi. Lebih satu tahun Pak Suyanto dan teman-temannya menjalankan misi Satgas Citarum. Bersama Organisasi kami (Odesa Indonesia) mereka punya akar di masyarakat sehingga tercipta banyak kebaikan yang mesti kita catat dan dipublikasikan,” kata Budhiana.

Tasban Doloan Satgas Citarum Bandung Utara
Tasban Doloan, TNI Satgas Citarum, pekerja keras urusan sanitasi.-foto Ujang Rusmana

Budhiana menceritakan, Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub-17 yang dipimpin Serka Suyanto tersebut sejak Oktober 2019 hingga Januari 2021 merapat bersama Yayasan Odesa Indonesia yang sejak tahun 2016 mengusung program gerakan literasi, perbaikan sanitasi dan pendampingan ekonomi.

“Karena Serka Suyanto dan teman-temannya berpikir terbuka dan adaptif dengan kerja Odesa Indonesia, pelaksanaan di lapangannya tergolong produktif dan banyak membawa kebaikan. Pak Suyanto dan teman-temannya itu agak kelainan sehingga kami mengapresiasinya secara positif,” kata Budhiana.

Kelainan yang dimaksud oleh Budhiana Kartawijaya pada Satgas Citarum harum pimpinan Serka Suyanto tersebut adalah tidak pilih-pilih pekerjaan yang sulit, tidak manja dalam urusan waktu kerja, militan, dan bersedia memikul tanggungjawab yang sering muncul secara tiba-tiba.

Puji mengendong anak desa
Praka (Prajurit Kepala) Puji Kurniawan, Militer di Yonarhud 3/YBY/Dam III/Siliwangi. Menjadi fasilitator belajar anak-anak desa.-Foto Syauqi

“Silaturahminya sangat bagus, bekerja dengan tanggungjawab maksimal, dan mereka semua adalah humoris sehingga saat bekerja berbahagia senantiasa,” kata Budhiana.

Selain catatan tersebut Yayasan Odesa Indonesia juga memiliki catatan positif terhadap Tim Kerja Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub 17 yang dipimpin Serka Suyanto antara lain;

  • Kerja keras Satgas Citarum Harum Sektor 22/17 yang dipimpin Serka Suyanto dan dibantu Tasban Doloan menghasilkan kepercayaan tinggi dalam membawa teladan menanam pohon di lahan erosi dan usaha kebersihan hidup di kampung-kampung kumuh.
  • Kehadiran mereka secara intensif dengan komunitasi persuasif dan komunikatif menciptakan sebuah mobilitas kebaikan karena warga mengenal peran tentara sebagai sahabat, bukan sebagai aparat negara yang sebelumnya banyak diasumsikan oleh warga sebagai aparatus kekerasan.
  • Lebih jauh dari sekadar urusan menanggulangi erosi, sampah dan sanitasi, militer Satgas Citarum Sektor 22 Sub 17 tersebut telah kenal akrab dan menjadi relasi baru di kalangan petani sehingga timbul persaudaraan baru bagi petani.
  • Aktivitas militer Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub 17 yang menjalin kebersamaan bersama Yayasan Odesa Indonesia sejak Oktober 2019 hingga Januari 2021 bisa membuktikan militer sebagai agen perubahan sosial kemanusiaan.
  • Ikut menyebarkan pentingnya pertanian agroforestry/keanekaragaman hayati, termasuk ikut serta memahami dan mengonsumsi herbal (kelor) dan sumber pangan lokal seperti sorgum dan hanjeli yang sedang dipromosikan Odesa Indonesia.

Dari catatan prestasi tersebut Budhiana menyarankan agar Satgas Citarum harum di sektor lain untuk mempelajari model kerja praksis di lapangan sehingga bisa menjadi bagian penting dalam proses perbaikan lingkungan dan kemanusiaan.

“Saya menyampaikan catatan ini sebagai bagian penting catatan kerja kemasyarakatan. Jangan sampai prestasi yang baik diabaikan. Penting juga dipublikasikan sebagai wahana pembelajaran keorganisasian bagi siapa saja yang tertarik bergiat urusan sosial,” papar Budhiana.[odesa.id]

Mengenal Serka Suyanto

Tasban Doloan, Berbakti Sepenuh Hati

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan