Pelayanan Sosial Odesa Januari 2021

Minggu, 17 Januari, Yayasan Odesa Indonesia melaksanakan beberapa kegiatan rutin pelayanan masyarakat. Pagi hari para relawan sekolah Sabtu Minggu (Samin) beraktivitas seperti biasa menjalankan kegiatan di 10 kampung tempat belajar anak-anak desa.

Hal yang berbeda adalah keikutsertaan TNI dari Satuan Tugas Citarum Harum. Sersan Kepala Suyanto dan Sahabatnya, Praka (Prajurit Kepala) Puji Kurniawan, dinas di Yonarhud 3/YBY/Dam III/Siliwangi. Kedua TNI tersebut ikut serta menjadi fasilitator kegiatan pendidikan dengan materi pengenalan TNI dan Kepancasilaan.

Menurut Syauqy Ridho, materi pengenalan terhadap TNI sangat penting untuk membuka wawasan anak-anak desa yang selama ini tidak mengenal TNI secara langsung. Bahkan menurut Syauqi, ada kebutuhan pengenalan terhadap profesi lain.

“Kalau wartawan sudah banyak yang tahu karena pengurus Odesa kebanyakan wartawan dan dosen, saya kira fasilitator tamu dari kalangan dokter, polisi, terutama polisi perempuan juga perlu diperkenalkan,” kata Syauqy.

Dalam setiap kegiatan baru selalu ada yang lucu. Kalau pada beberapa bulan sebelumnya keikutsertaan Ibu Nina Danny Hilman membuat takut sebagian anak karena dikira dokter yang akan menyuntik, kali ini kehadiran tentara di lokasi membuat situasi anak buyar karena ketakutan dengan tentara. Tetapi setelah Relawan menjelaskan maksud tujuan kehadiran tentara, mereka kemudian memahami dan seiring dengan interaksi dalam pembelajaran berubah menjadi akrab.

Firman Rachmat Ketua Sakota
Firman Rachmat, Ketua Yayasan Sakota (Sahabat Kota)

Siang hari setelah kegiatan mengajar, jam makan siang para fasilitator berkumpul di Pasir Impun Desa Cikadut. Ada dua hal dalam peremuan tersebut. Pertama, menyampaikan pesan-pesan dari Ketua Sakota Firman Rachmat tentang tentang organisasi Sahabat Kota (Sakota) yang pada awal Januari 2021 berdiri. Firman Rachmat adalah Pendiri dan Ketua Sakota, juga seorang wartawan, Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat.

Organisasi Sakota relevan disampaikan kepada seluruh pengurus dan relawan Odesa Indonesia karena pendirian dasarnya juga berangkat dari keinginan Bapak Firman Rachmat yang terinspirasi dengan kegiatan Odesa Indonesia untuk diterapkan di Kawasan Perkotaan Bandung Raya.

“Dengan lahirnya Sakota ini kita akan punya mitra kerjasama. Gagasan dasar kegiatan adalah sosial untuk mengurus masalah hidup kelompok masyarakat lapisan bawah di Kawasan Perkotaan Bandung Raya yang memiliki tiga problem, yaitu kelemahan ekonomi, buruk sanitasi dan ketertinggalan dalam pendidikan. Selain urusan sosial tersebut juga akan banyak melakukan kegiatan pendidikan tentang jurnalistik dan forum-forum kajian pemikiran sosial,” kata Faiz menyampaikan pesan dari Firman Rachmat.

Firgina Amelia, Bisnisman Busana
Pertemuan Relawan Odesa, sesi presentasi kewirausahaan oleh Firgina Amelia dan Kiki Amirullah. Wahana tukar pengalaman antar relawan.

Setelah menjelaskan tentang Organisasi Sakota, sesi diskusi selanjutnya adalah presentasi pengalaman kewirausahaan dari pelaku wirausaha mahasiswa. Yang pertama oleh wirausahawan Cupang, Kiki Amirullah. Kedua, presentasi Firgina Amelia yang selama dua tahun belakangan menekuni bisnis busana perempuan.

Dengan dua pengalaman ini, banyak peserta baik relawan maupun pengurus yang kemudian mengenal pengalaman kedua pelaku bisnis sambilan tersebut. Selain itu juga memberikan celah untuk membantu bisnis agar lebih bisa ditingkatkan pengembangannya baik dalam hal manjemen maupun dalam hal marketing.

Warga Arcamanik Problem Sanitasi
Beberapa Warga Arcamanik Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan menemui pengurus Odesa untuk pemecahan masalah air bersih yang susut dan sering merepotkan keperluan rumah tangga.

Sore hari kegiatan di Pasir Impun tersebut dilanjutkan pertemuan dengan warga Arcamanik Kecamatan Cimenyan. Bapak Enton Supriyatna dan Bapak Didin menjadi fasilitator pertemuan dengan warga yang sedang mengalami masalah air bersih.

“Ada keterputusan saluran air. Kami membutuhkan air yang permanen supaya tidak kekurangan air,” kata seorang warga.

Setelah bermusyawarah selama dua jam, pertemuan tersebut menghasilkan usaha bersama antara warga dan pengurus Yayasan Odesa Indonesia untuk melakukan kegiatan penyaluran air dari perbukitan Hutan Arcamanik ke Kampung Arcamanik yang akan diproses sejak pekan kedua bulan januari hingga pekan pertama pebruari. []

Tinggalkan Balasan