Pohon Hidup: Laporan Program Pangan dan Konservasi Odesa 2024 – Zona Oray Tapa

Pohon Hidup: Laporan Program Pangan dan Konservasi Odesa 2024 Hutan Arcamanik Cimenyan Kabupaten Bandung, zona Oray Tapa, 23 Mei 2024.

Program Ekologi Tani: Gerakan Konservasi Hutan

Kali ini kita akan menyampaikan hasil liputan untuk melaporkan tanaman program Odesa Indonesia di bagian Hutan Arcamanik khusus blok Oray Tapa. Pada hari kamis, 23 Mei 2024, pengurus Odesa Indonesia, yaitu Faiz Manshur, Yuliani Liputo dan Enton Supriyatna bersama relawan Odesa Indonesia Fadhil Azzam, Anggita, Hakim Adlila Rusyana, Alma Almaulida dan Yayan Hadian. Di lokasi oray tapa itu tim liputan ditemani 8 petani Himpunan Orang Tani dan Niaga (Hotani).

konservasi hutan ekologi
Liputan kerja relawan Odesa untuk program konservasi hutan di zona Arcamanik Cimenyan Kabupaten Bandung 23 mei 2024

Perlu diceritakan sebelumnya bahwa, sejak awal tahun 2017 lalu, Yayasan Odesa Indonesia melaksanakan salahsatu program unggulannya, yaitu menyebarkan bibit-bibit tanaman pangan yang bisa memberikan dampak bagi perbaikan ekologi kepada para petani di Kawasan Bandung Utara. 

Jenis-jenisnya tanaman pangan meliputi, sirsak, nangka, matoa, durian, alpukat, jeruk, sawo, pepaya, jambu, sukun, pete, mengkudu, jengkol, kelor, dan lain sebagainya.  Juga disertakan tanaman konservasi lain sebagai tambahan seperti mahoni, kayu putih, kayu manis, karet kebo, beringin, dan lain sebagainya. 

Tujuan penyebaran ini memiliki dua tujuan utama, yakni meningkatkan produksi pangan petani dan memperbaiki lingkungan pertanian yang terus mengalami krisis hebat. 

bibit buah konservasi odesa
Tanaman Buah rutin disebarkan Odesa kepada para petani hutan Arcamanik untuk praktik konservasi hutan.

Jenis dan Jumlah Pohon Konservasi Hutan

Sejak Januari 2017 hingga Maret 2024, tercatat telah lebih 894.000 (delapan ratus sembilan puluh empat ribu) bibit tanaman yang disebarkan oleh Yayasan Odesa Indonesia di Kawasan Bandung Utara meliputi Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang dan Cileunyi. 

Khusus pada lokasi Hutan Arcamanik bagian Oray Tapa ini Yayasan Odesa Indonesia bergiat melalui kelompok tani Himpunan Orang Tani Niaga (Hotani) pimpinan Toha Odin yang melibatkan 143 keluarga petani yang berada di dekat hutan Arcamanik.

Di dalam catatan Odesa Indonesia disebutkan bahwa pada zona sekitar 3 kilometer Kawasan tersebut sejak tahun 2017 sampai tahun 2021 Odesa Indonesia telah menyebarkan bibit kopi sebanyak 286.000. 

Pada rentang tahun yang sama 2017 sampai tahun 2024 petani juga mendapatkan bibit buah-buahan seperti nangka, alpukat, sirsak, durian, matoa, jambu, sukun, jeruk, dan tanaman penghasil pangan lain berupa kelor, pete, jengkol yang  jumlahnya mencapai 224.000.

Keadaan pohon-pohon yang ditanam petani di sekitar hutan tersebut secara umum terawat baik. Para petani benar melakukan tanaman sesuai petunjuk dari Yayasan Odesa Indonesia agar menanam secara acak dengan rumus: 

1) Memilih tanah yang kosong di sela pohon pinus agar tanaman kopi di sekitarnya mendapat keteduhan yang pas.

2) Memilih kontur tanah yang kemiringannya ekstrem agar tidak terjadi erosi.

3) Memilih lahan di bagian legok bawah yang dekat dengan aliran air untuk mencegah terjadinya larutan tanah.

4) memilih area dekat sumber air.

gizi konservasi
Konservasi hutan pertanian bermanfaat untuk gizi petani.

Artikel Lain: 10 Langkah Perbaikan Lingkungan Pertanian

Dampak Baik Konservasi Hutan

Dampak lebih lanjut dari praktik filantropi ini telah terbukti menghasilkan setidaknya 9 kebaikan bagi manusia, hewan dan alam dengan fakta sebagai berikut: 

1) Meningkatnya gizi petani karena para petani mengonsumsi buah-buahan.

2) Berkurangnya erosi di lahan hutan yang selama ini tidak cukup mengandalkan tanaman kopi dan pinus.

3) Kualitas udara lebih baik dari sebelumnya karena rerimbunan tanaman buah sangat kaya dedaunan.

3) Meningkatnya pekerjaan buruh tani.

4) Meningkatnya ekonomi karena penjualan buah-buahan.

5) Lebih seriusnya dan seringnya petani mengurus kebun pertaniannya karena adanya harapan panen yang lebih. 

6) Memberi dampak perdagangan bagi para penjual sayuran dan buah dengan seringnya mereka masuk kebun petani bertransaksi di lahan pertanian. 

7) Terawatnya air dan semakin baiknya sumber dan aliran air di hutan.

8) Semakin suburnya lahan hutan akibat munculnya pupuk alami dari jatuhnya buah-buahan di lokasi masing-masing kebun.

9) Menimbulkan kemakmuran satwa dengan munculnya kembali banyak jenis burung, ular, dan anekaragam satwa kecil yang sebelumnya menghilang.

konservasi ekologi
Konservasti hutan di membuahkan manfaat.

Catatan Tentang Pola Pikir dan Sikap Petani Hutan Arcamanik

Para petani dari kelompok hotani sebelumnya telah sering melaporkan beberapa hal terkait dengan program Odesa Indonesia. Terdapat catatan sebagai berikut: 

  1. Pada awalnya para petani enggan menanam pohon jenis buah karena mereka tidak mengerti nilai ekonomi dari buah-buahan. Tetapi mereka mau menjalankan karena alasan sudah diberi, artinya harus menghargai pemberi dan mereka tertarik menjalankan program Odesa Indonesia karena seringnya intensitas komunikasi. Ada perasaan tidak enak jika tidak menjalankan program tanam karena berarti mereka hanya mau menerima bantuan yang diminati tetapi menolak program lain yang diinginkan Odesa. Karena itu, sekalipun tidak tertarik menanam pohon buah-buahan mereka tetap melakukan penanaman dengan catatan hanya sedikit supaya tidak terbebani. Pola pikir ini sebenarnya sudah selesai pada tahun 2022 di mana sebagian dari petani sudah menghasilkan panen buah terutama jeruk. Dari situ mereka mulai memiliki kesenangan menanam jenis buah lain karena ternyata apa yang disampaikan Odesa Indonesia, terutama berkat sosialisasi Toha, Ujang, Tardi dan Jajang telah terbukti menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
  2. Pada tahun 2021 terdapat kejadian minat tinggi petani menanam jeruk california yang pada tahun 2017 telah disosialisasikan Odesa. Para petani sangat agresif dengan bibit jeruk california karena mereka lebih cepat mendapatkan contoh dari hasil panen dan penjualanya. Akibatnya banyak petani hanya ingin bibit jeruk, sementara Odesa Indonesia tetap ingin bersikap menyediakan anekaragam jenis tanaman. Pengurus Yayasan Odesa Indonesia tidak mau larut untuk urusan polikultur dengan hanya fokus pada jeruk karena petani sebenarnya hanya tergoda urusan duit. Terdapat banyak petani yang nekad mencari bibit jeruk california dan menerapkan prinsip menanam monokultur, hanya menanam satu jenis. Akibatnya saat harga anjlog para petani kelimpungan. Dari sinilah kemudian Yayasan Odesa Indonesia merekomendasikan agar para pemimpin petani seperti Ujang, Toha, Tardi dan Yayan Hadian untuk lebih serius mendiskusikan masalah tersebut kepada petani. Prinsip yang dijelaskan adalah, jangan sering mudah tergoda urusan harga sebab kita para petani tidak punya kuasa mengatur harga. Lebih baik menanam anekaragam jenis tanaman supaya tidak terkena dampak massif seperti penanaman monokultur jeruk. Kita semua tetap harus punya jenis tanaman lain.
  3. Para petani saat ini selalu merasa kekurangan bibit karena di banyak tempat masih ada lokasi tanah yang bisa ditanami. Pada kelompok buruh tani yang memiliki lahan olahan di hutan bibit dibututuhkan dalam jumlah yang sangat banyak. Rata-rata satu petani masih membutuhkan lebih 300 pohon buah, sementara mereka mayoritas baru menerima rata-rata 30 pohon.
  4. Para petani seringkali menyampaikan keluhan atas pembagian bibit dari pemerintah karena sering tidak berkomunikasi terlebih dahulu. Banyak tanaman dikirim dari pemerintah biasanya jenisnya tanaman kayu. Petani tidak tertarik menanam tanaman kayu karena selain tidak memiliki nilai ekonomi juga pada akhirnya tidak memperbaiki lingkungan. Selain itu terdapat kenyataan juga pemerintah seringkali mengirim bibit yang sangat tidak pantas untuk ditanam karena pohonnya kecil-kecil. Perilaku pemerintah yang memaksa petani menanam ini pada akhirnya tidak ada gunanya karena secara diam-diam petani tidak mau merawat pohon bahkan membiarkan bibit menumpuk di area-area sekitar ladang tanpa ditanam.
  5. Pada petani yang masih memiliki tanah tetapi luasnya minim (rata-rata hanya 600 meter persegi) ada keinginan untuk lebih banyak menanam. Sayangnya mereka terhambat karena tanahnya sudah penuh oleh pohon. 
konservasi nangka hutan
Buah di hutan Arcamanik hasil program konservasi hutan odesa. Dua tahun ditanam menghasilkan panen.

Di tahun 2024 ini Yayasan Odesa Indonesia menilai bahwa para petani di pingir hutan semakin loyal kepada Odesa Indonesia dan mau memiliki kesadaran bahwa bertani bukan sekadar hitungan uang hasil penjualan jangka pendek, melainkan juga hitungan jangka panjang.

Tidak akan rugi jika petani menanam pohon yang panennya lebih lama seperti durian, nangka,sirsak, sukun, matoa, dll. Toh pada kenyataannya hanya dalam waktu 3 dan 4 tahun sudah ada hasilnya sekalipun belum maksimal. 

Saat ini bibit-bibit tanaman yang pada zaman dahulu harus menunggu 7 hingga 9 tahun untuk menghasilkan panen buah, sekarang sudah banyak yang bisa menghasilkan panen hanya dalam waktu 3 hingga 4 tahun, seperti durian dan alpukat. 

Anekaragam tanaman yang telah disebarkan tersebut semuanya berasal dari kerja kolektif Odesa Indonesia bersama mitra baik individu maupun organisasi dari berbagai daerah yang ikut serta berdonasi menyumbang finansial untuk belanja bibit atau membiayai kerja pembibitan dan juga ada yang menyumbang bibit secara langsung. 

Laporan Pohon Hidup Hasil Tanam Petani di Zona Oray Tapa Mekarmanik Cimenyan

Demikian laporan hasil liputan ini dibuat. Selanjutnya kami akan melaporkan kegiatan penyebaran bibit program konservasi di kawasan lain seperti Kawasan Hutan Arcamanik Bagian Pondok Buah Batu dan Parabonan, Kawasan Pertanian Non Hutan di Merak Dampit dan Cibanteng, Kawasan Pertanian Cicayur dan Caringin Tilu, Kawasan Pertanian Tareptep, Kawasan Pertanian Cikawari, Kawasan Pertanian Sentak Dulang, Kawasan Pertanian Cikored dan Cadas Gantung, Kawasan Pertanian Sekebalingbing, Kawasan Pertanian Pasir Kiara, Kawasan Pertanian Cisanggarung, dan sejumlah tempat lain.[odesa.id]

Anda Bisa Berkontribuasi untuk Program Donasi Bibit Konservasi Hutan

Video Youtube Tentang Studi Ekologi Hutan Relawan Odesa Indonesia

Siaran Metro TV Program Konservasi Pertanian Odesa Indonesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja