Mengapa Kita Perlu Mempelajari Ajaran Saminisme? (Bagian 2)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari naskah sebelumnya yang Berjudul: Mengapa Kita Perlu Mempelajari Ajaran Saminisme? ( Bagian 1) 

Gerakan saminisme bisa dilihat dari sudut pandang ilmu sosial (the social sciences). Saminisme lebih tepat dipandang sebagai komunitas sosial, sedangkan dimensi politiknya sudah tuntas dengan sendirinya sejak Indonesia merdeka. 

Praktik saminisme
Ajaran Saminisme menekankan tindakan dan bicara berjalan seimbang. Yang menyuruh adalah orang yang pasti melakukan juga.

3 Alasan Mempelajari Ajaran Saminisme

Ada tiga alasan yang kenapa saya lebih mendekati ajaran saminisme melalui optik ilmu sosial.  Pertama, saminisme memiliki visi atau pandangan hidup bagi kolektifnya yang visi tersebut bersifat universal. Kedua, saminisme memiliki kolektif yang dijalankan dan telah terbukti memberi manfaat bagi individu pelaku, keluarga, masyarakat dan lingkungan. Ketiga, kolektif saminisme terbukti punya dampak yang meluas bagi publik pada zamannya dan bahkan sampai saat ini masih berjalan. 

Melalui cara pandang ini, kita bisa melihat “gumpalan kental” tentang tata hidup manusia yang di dalamnya terdapat nilai-nilai kemanusiaan sekaligus cara hidup khas yang bisa kita tarik sebagai bagian penting kehidupan di nusantara dengan kebijaksanaan lokalnya.

Untuk sebuah pendidikan. Samin menyediakan buah segar yang bisa dipetik guna menambah atau mengoreksi cara pandang kita tentang makna hidup dan kebahagiaan.

Kalau Anda memandang saminisme dari ajaran Islam, Anda bisa memakai optik al-sama dan  al-bashar dari laku seorang hakim yang output dan outcome nya bisa menghasilkan hikmah dari relasi hidup manusia dengan ruang lingkup alam sekitarnya. 

Diskusi Saminisme di Odesa Indonesia

3 Doktrin Ajaran Saminisme

Mempelajari Samin saat ini bukan hal yang sulit karena dokumen sejarah semakin melimpah di internet, buku dan siaran-siaran dari video dari para pelakunya.

Para sejarahwan dan juga tokoh Samin yang berbicara melalui video banyak menjelaskan tentang esensi Samin. Mereka bisa mengklarisifikasi hal-hal yang tadinya samar menjadi terang. 

Menurut hari Bakti Mardikantoro, ada tiga ajaran samin yang secara umum,1) angger-angger partikel (hukum tindak-tanduk), 2) angger-angger pangucap (hukum berbicara), dan 3) angger-angger lakonanta (hukum yang harus dijalankan/dan larangan). 

Di dalam tiga ajaran itu menurut saya yang menarik karena saminisme adalah sebuah kesetaraan antar manusia (sami-sami). Semua manusia sama dari asal-usulnya dan sama dalam statusnya sebagai manusia. Yang membedakan adalah nasib atau keadaan hidup. Prinsip ini melahirkan sikap kolektif persaudaraan yang erat sekaligus lengkap (sedulur sikep). 

Sejarah Samin Buku
Buku-Buku tentang Ajaran Saminisme.

Di dalam Ajaran Saminisme ada Ideologi dan Kolektivitas

Doktrin ini menarik karena dalam praktiknya memberi makna hidup dan menggerakkan semangat kolektif yang sifatnya ideologis. Wujud praktis dari praktik sikep (hubungan erat) berarti empati dan solidaritas.

Kolektivitas saminisme bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan menyertakan persoalan-persoalan yang menyeluruh pada dimensi rumah tangga (oikos) sehingga wajar kalau kemudian dampaknya menghasilkan manusia ungggul (demos) karena kemampuannya mengontrol negara kolonial. 

Model pendidikan perkumpulan ini mengutamakan keterlibatan setiap warga melintas usia dan jenis kelamin sehingga sekalipun sifatnya informal tetapi kualitas hasilnya tentu lebih bagus dinilai dari berbagai sisi. 

1) setiap anak bisa mudah memahami cara pandang orang tua, demikian sebaliknya. 

2) setiap warga bisa memahami semua warga karena keterlibatannya secara keseluruhan.

3) tidak ada yang tertinggal dan sekalipun sedikit tetapi konsisten yang akan lebih baik daripada belajar dengan waktu yang dibatasi. 

4) mempelajari bukan dari teori tetapi dari laku hidup yang praktis dan mengutamakan keteladanan. 

5) sekalipun kapasitas pemikiran orang berbeda-beda tetapi pada akhirnya akan mendapatkan pengetahuan yang laras. Sekalipun tidak semua menjadi pinter secara sama, tetapi mereka tetap bisa mendapat manfaat yang sama karena pemikiran dan aksinya dilakukan secara bersama. []

Catatan Perjalanan Rembang, Lasem, Sarang dan Blora

Video Siaran Literasi dan Perpustakaan Sekolah Sabtu-Minggu (SAMIN) Odesa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja