Praktik Literasi pertanian masyarakat desa

Literasi Pertanian dan Kesejahteraan Masyarakat

Literasi pertanian punya peran penting untuk kesejahteraan masyarakat. Indonesia merupakan negara agraris sehingga pertanian merupakan salah satu sektor penting untuk perkonomian Indonesia. Bahkan, Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Retno Sri Hartati Mulyandari menyebut bahwa perekonomian Indonesia akan bergantung pada pertanian.

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando mengamini keterkaitan literasi dengan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kesejahteraan akan lebih mudah diraih saat tingkat literasi masyarakat memadai.

Praktik literasi pertanian untuk masyarakat desa
Praktik literasi pertanian Odesa Indonesia

Maka dari itu, perlu ada gerakan literasi pertanian untuk para petani agar bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Yayasan Odesa Indonesia sejak 2016 berikhtiar untuk menjalankan usaha tersebut dengan cara terjun langsung di tengah petani.

Odesa Indonesia mendampingi secara langsung para petani dan masyarakat di pedesaan dalam mengelola lahan yang ramah lingkungan. Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan ekologi karena pertanian yang selama ini berjalan banyak merusak alam.

Baca juga : Peran Inovasi Teknologi Dalam Pertanian Ramah Lingkungan

Pemberdayaan dengan Literasi Pertanian

Literasi pertanian di Kampung Waas
Literasi pertanian di Kampung Waas

Pemberdayaan masyarakat petani mesti bergandengan dengan literasi pertanian. Edukasi itulah yang paling relevan dengan kesehariannya.

Strategi pemberdayaan masyarakat itu dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam isu kerusakan alam dan peluang perbaikan yang bisa dilakukan.

Karena pemberdayaan masyarakat berhubungan dengan orang dewasa, maka literasi yang  dijalankan mesti mengadopsi strategi pendidikan orang dewasa. Selain membekali pengetahuan, pemberdayaan ini juga memberi bekal keterampilan.

Pemberdayaan dan literasi ini amat berguna karena selama ini para petani tidak diperhatikan akses untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilannya. Mereka yang kebanyakan hanya lulusan sekolah dasar terisolasi dari dunia luar.

Praktik tani pekarangan masyarakat desa
Tani pekarangan untuk kesejahteraan masyarakat desa

Keadaan seperti ini tidak memungkinkan petani untuk bisa melihat peluang-peluang baru dalam dunia pertanian. Mereka mungkin tak pernah tahu apa yang mereka lakukan saat ini sudah ketinggalan zaman atau tidak relevan lagi untuk kondisi alam.

Untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan antara fasilitator literasi pertanian dan para petani, maka diperlukan penyampaian informasi yang mudah efektif dan mudah dipahami. Para petani terbiasa melihat hal-hal konkret maka diperlukan contoh-contoh konkret saat menyampaikan seuatu kepada mereka.

Inilah tantangan yang harus Anda hadapi jika ingin memberikan literasi pertanian yang optimal. Namun hal ini jangan dipandang sebagai masalah, tetapi justru menjadi peluang untuk membangun strategi unik dalam pemberdayaan masyarakat.

Pertanian masyarakat desa

Dengan adanya literasi tentang pertanian terkini, masyarakat tentu akan terbantu dalam mengelola lahan secara efektif dan efisien. Bukan hanya produksinya yang meningkat, tetapi literasi pertanian ini juga dapat memperbaiki kualitas lahan yang selama ini kian menurun.

Walhasil, gerakan literasi dalam pemberdayaan masyarakat tidak hanya dapat memaksimalkan produktivitas kualitas pertanian, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan perbukitan yang gersang seperti yang terjadi di Cimenyan, Bandung.

Ke depannya, perekonomian masyarakat juga akan berkembang berkat peningkatan kemampuan masyarakat dalam bertani. Mereka kini bisa tahu misalnya jenis tanaman yang bagus dan bisa menguntungkan untuk jangka panjang.

Baca juga : Bisnis Bibit Pertanian Mendorong Dinamika Ekonomi Petani

Cara Memberikan Literasi tentang Pertanian

Penyampaian tentang literasi pertanian secara tatap muka
Literasi pertanian secara tatap muka

Penyampaian literasi dalam program pemberdayaan masyarakat harus dilakukan dengan cara yang tepat, agar masyarakat bisa memahaminya secara tepat.

Poster edukasi barangkali bisa tidak efektif untuk masyarakat desa pedalaman yang tingkat pendidikannya rendah dan masih kesulitan membaca. Cara yang lebih efektif menyampaikannya secara tatap muka langsung.

Kesempatan tatap muka ini memiliki keunggulan karena kita bisa memberikan praktik langsung seputar literasi pertanian. Edukasi tersebut tentu saja perlu memuat solusi atas masalah pertanian yang sedang dialami para petani selama ini.

Dengan begitu, masyarakat akan mengikuti kegiatan literasi pertanian dengan antusias. Forum yang menyentuh persoalan-persoalan konkret masyarakat juga dapat mengundang interaksi audiens.

Namun kegiatan forum tersebut saja tidak cukup. Literasi pertanian dalam pemberdayaan masyarakat tidak berorientasi pada satu-dua even, tetapi lebih dari itu.

Sosok pertani peserta program tani pekarangan Odesa

Pendidikan yang dimaksud dalam pemberdayaan memerlukan contoh-contoh nyata yang dapat dilihat masyarakat. Artinya, literasi tentang pertanian yang dapat diterima masyarakat ialah saat kita bisa menghadirkan sosok konkret yang sudah terbukti berhasil dalam praktik pertanian yang dimaksud.

Masyarakat dengan sendirinya akan mencontoh pihak yang sudah berhasil tersebut. Pendidikan seperti ini tentu tak akan bisa didapat dari seminar-seminar, tetapi dari proses tindakan nyata yang memerlukan waktu yang tidak sebentar.***

Penulis: Arinda Eka Putri

Penyunting: Abdul Hamid

Admin: Fadhil Azzam

Baca juga : 6 Manfaat Belajar Pertanian Untuk Gen Z

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja