Relawan Sekolah Samin Odesa belajar cara bertani yang benar bersama petani

6 Manfaat Belajar Pertanian untuk Gen Z

Pentingnya belajar Pertanian untuk Gen Z secara langsung bersama para petani
Kegiatan Belajar Pertanian di Kebun Botani Odesa Bandung (Juni, 2023)

Generasi Z atau disingkat Gen Z merupakan generasi yang lahir pada 1997 hingga 2012. Generasi ini lahir saat perkembangan teknologi informasi sudah semakin canggih. Lahir di suasana perkembangan industri 4.0 membuat Gen Z sangat akrab dengan gawai seperti ponsel pintar atau platform digital seperti media sosial dan semacamnya. Keakraban dengan dunia virtual membuat Gen Z terpisah dengan dunia pertanian. Ada semacam jarak antara Gen Z dengan sektor pertanian.

Keterlibatan Gen Z dalam dunia pertanian dapat dilacak dalam data statistik. Para petani Indonesia didominasi oleh orang yang berusia 45  tahun ke atas, sebanyak 71 persen. Sisa 29 persen diisi oleh yang berusia 45 tahun ke bawah. Data tersebut mencerminkan kenyataan bahwa bidang pertanian tidak menarik minat anak muda. Padahal, pertanian tetap memiliki peluang meski zaman sudah serba digital. Pada kenyataannya, hingga saat ini manusia tetap mengonsumsi pangan hasil pertanian, tidak mengonsumsi pulsa atau kuota internet.

Bagi kamu yang tergolong Gen Z mungkin ada yang berpikir bahwa dunia pertanian adalah pekerjaan yang kotor, ketinggalan zaman, tidak ada jenjang karier, dan pekerjaannya tidak dihargai oleh masyarakat luas. Namun, sejumlah fakta menunjukkan bahwa dunia pertanian masih menjanjikan masa depan khususnya untuk anak-anak muda.

Pembangunan dalam sektor pertanian memiliki peranan penting dalam menunjang perekonomian suatu negara. Terbukti bahwa pertanian Indonesia pada tahun 2023 menyumbang angka pertumbuhan ekonomi. Sektor pertanian tercatat telah berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu sebesar 13,57%. Hal ini terjadi karena bidang tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,46%.

Anggapan bahwa dunia pertanian tidak memiliki masa depan itu keliru. Faktanya, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi berbagai komoditas pertanian dan menyiapkan pasokan pangan Indonesia untuk menghadapi krisis global.

Baca juga : Belajar Pertanian Pangan di Kebun Botani Odesa Bandung

Manfaat Belajar Pertanian untuk Gen Z

1. Menambah Wawasan

Sebagaimana saat Gen Z mempelajari hal baru, belajar pertanian juga dapat membuka wawasan baru. Saat belajar pertanian, Gen Z akan mendapatkan pelajaran seperti peluang kerja pertanian, mengenal dunia tanaman, jenis-jenis tanah yang subur, dan lain-lain.

2. Menjadi Pengusaha Muda

Dengan belajar pertanian, Gen Z dapat membuka peluang untuk berwirausaha, yaitu menjadi pengusaha muda. Ditunjang dengan wawasan yang didapat selama belajar, Gen Z akan dapat melihat peluang usaha di bidang pertanian. Misalnya, ingin fokus di bidang pupuk, tanaman hias, layanan ekspedisi, pemasaran, dan lain-lain.

3. Meningkatkan Kecakapan Khusus

Belajar bertani artinya juga berusaha untuk meningkatkan kemampuan khusus untuk Gen Z. Bahkan saat memasuki dunia pertanian, Gen Z akan melihat banyak bidang yang menawarkan kecakapan yang berbeda-beda. Pengalaman bertani dengan kecakapan tertentu akan menjadi portofolio yang penting bagi generasi muda yang ingin memulai karier.

4. Berkontribusi pada Perekonomian Negara

Salah satu cara untuk bisa menjadi pemuda yang bermanfaat untuk negara adalah bekerja di bidang pertanian. Gen Z yang aktif di bidang ini akan berkontribusi secara langsung pada perekonomian negara. Pertanian bisa menjadi sektor yang dapat membuka lapangan pekerjaan. Jumlah tenaga kerja Indonesia akan terus meningkat, pertanian bisa menjadi lahan untuk memanfaatkan bonus demografi tersebut.

5. Terlibat dalam Inovasi Pertanian

Saat belajar pertanian, Gen Z dapat mengembangkan diri dan melibatkan diri ke dalam inovasi pertanian. Sebagai generasi yang melek teknologi informasi terkini, Gen Z dapat mengembangkan pembaruan pertanian dengan basis teknologi yang mampu menyelesaikan persoalan di bidang pertanian. Hal ini cocok misalnya untuk kamu yang berminat di dunia riset atau Teknik. Tidak ada salahnya untuk mengembangkan dunia pertanian lewat riset dan inovasi teknologi tepat guna.

Baca juga : Peran Inovasi Teknologi dalam Pertanian Ramah Lingkungan

6. Menekan Angka Kemiskinan

Gen Z yang membuka usaha di bidang pertanian akan menekan angka kemiskinan. Usaha tani akan menyerap tenaga kerja karena akan membutuhkan sekian bidang pekerjaan, angka pengangguran pun dapat menurun. Walhasil, daya beli masyarakat tetap terjaga hingga akhirnya angka kemiskinan bisa ditekan.

Kuznets  dalam Todaro (2000) menyatakan bahwa sektor pertanian mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional negara berkembang. Indonesia selalu dirundung permasalahan jumlah pangan rendah dan harga beras yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh berhentinya regenerasi petani muda.

Data BPS menunjukkan bahwa dalam kurun sepuluh tahun, jumlah rumah tangga petani berkurang sebanyak lima juta. Demi terciptanya regenerasi, Gen Z perlu terjun dalam bidang pertanian. Keterlibatan Gen Z di bidang pertanian bukan hanya bermanfaat bagi pertanian Indonesia tetapi juga mendatangkan manfaat untuk Gen Z itu sendiri. [Ariane Venus]

Baca juga : Bisnis Bibit Pertanian Mendorong Dinamika Ekonomi Petani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja