Kursus Bahasa Inggris dan Pembangunan Karakter Anak Desa

Pengalaman Membangkitkan Pendidikan Anak-anak Desa Tertinggal

Memperhatikan situasi keterbelakangan hidup petani, maka pendidikan harus diletakkan pada dimensi pembangunan kualitas manusia. Terlebih pada anak-anak dan remaja, pendidikan karakter menjadi inti penting dalam setiap proses pembelajaran. Adapun kecerdasan atau ketrampilan merupakan tahap selanjutnya. Dengan karakter yang baik apapun bidang pembelajaran yang dilakukan di perdesaan tertinggal, kita bisa berharap banyak munculnya capaian perkembangan anak didik ke arah yang lebih luas.


Bahasa Inggris yang dilaksanakan Odesa Indonesia di Cimenyan Bandung merupakan sebuah usaha membuktikan hal itu. Dalam waktu satu tahun perjalanan telah membuahkan hasil yang baik dalam hal proses peningkatan pola pikir, kualitas adab perilaku, dan wawasan hidup yang lebih luas.

Mula-mula kursus Bahasa inggris ini dilakukan karena beberapa alasan strategis. Pertama karena terdapat fakta rendahnya minat belajar warga desa yang disebabkan faktor kultur. Terhadap masalah ini kita melakukan pendekatan dengan siswa secara komunikatif. Pada awalnya kita memperhatikan kesulitan anak-anak desa di kawasan Pasir Impun untuk belajar bersama dalam hal literasi. Yang mereka inginkan adalah bimbingan belajar, tapi ujung-ujungnya Pekerjaan Rumah (PR) dari sekolah diserahkan kepada pendamping. Melihat gejala pragmatisme ini, kita berpikir ulang melayaninya.

Persoalan sekolah yang dibawa ke rumah tersebut tetap diperhatikan, namun yang terpenting dari itu adalah soal mental. Mental anak-anak tersebut tidak terkondisikan secara baik. Sekolah masih sangat tradisional dan orangtua siswa belum bisa menjadi pendamping harian anak-anaknya dalam urusan sekolah. Bisa dikatakan, problem sekolah salahsatunya adalah urusan PR.

Menyenangkan itu penting
Bahasa Inggris diminati siswa karena mereka senang bicara ketimbang membaca. Diajak menyanyi bareng, diajak mengucapkan kata-kata baru, apalagi diajak mengenal sesuatu dengan kebersamaan riang gembira. Ini memungkinkan para pendamping mudah memasukkan hal-hal yang baru, termasuk tanggungjawab mengurusi masalah PR. Belajar lebih menyenangkan adalah mantra yang paling mujarab bagi siswa, apalagi ditambah kesenangan dengan sering diberikan hadiah.

Kedua, kursus Bahasa Inggris ini juga menarik anak-anak karena kita mudah beralasan untuk mereka dengan iming-iming/bujukrayu agar rajin belajar. Misalnya, mengapa kita harus pinter Bahasa Inggris, sebab sekarang kita sehari-hari berhubungan dengan internet. Kalau di internet hanya bisa membaca Bahasa Indonesia akan rugi. Sebab sebagian besar ilmu pengetahuan dan segala macam hal yang berguna dari internet berbahasa Inggris.

Tetapi yang terpenting dari keberhasilan Odesa Indonesia menanamkan pentingnya belajar adalah karena model partisipatif. Anak tidak ditekan, anak tidak diarah-arahkan secara paksa dan anak tidak ditakut-takuti. Yang lemah dilindungi, yang kuat harus saling solider dan menolong. Media untuk partisipasi itu mudah. Alam sekeliling, sarana seperti buku dan perangkat teknologi (laptop/audio visual) cukup untuk diramu menjadi media kegiatan pembelajaran. Sesekali juga perlu didatangkan anak-anak kota yang memiliki kemahiran tertentu seperti mahir berbahasa Inggris, mahir bermain alat musik, mahir menceritakan buku yang pernah dibaca, dan seterusnya.Ini penting untuk memperlihatkan contoh bahwa anak-anak seusia mereka juga bisa melakukan hal yang sebelumnya dianggap tak terjangkau.

Dampak nyata
Perubahan penting dari mengapa anak rajin belajar karena orangtua merasakan dampak baik secara cepat dalam kebaikan-kebaikan keseharian. Orang tua mereka mendorong anaknya rajin kursus karena beberapa hal. Satu dapat hadiah saat bulan tertentu. Kedua mendapatkan kenyamanan karena permainan yang sebelumnya tidak jelas arahnya berganti dengan permainan yang mendidik. Dan yang sangat besar dirasakan adalah sikap anak yang semakin baik di rumah seperti urusan mandi, urusan makan, dan tertib waktu. Namun jangan lupa, bahwa harus ada peran dari fasilitator untuk komunikasi dengan orang tua. Orang tua yang tidak mengerti pentingnya pendidikan harus pula mendapatkan pendekatan dan pengertian. Dan jangan lupa lepaskan beban ekonomi mereka dengan tidak memungut biaya apapun.

Setahun melakukan pendampingan hasilnya nyata, “tidak ada orangtua yang tidak menginginkan anaknya tidak belajar. Kita tidak lagi punya asumsi bahwa anak-anak desa itu malas belajar.” Pengondisian sangat menentukan sehingga terjadi perubahan yang begitu cepat. Keberhasilan setahun mendampingi anak-anak yang kursus di Pasir Impun kemudian diujicoba di kampung lain. Berjarak 3 Km di perbukitan Batu templek, Odesa Indonesia membuka kursus Bahasa Inggris di Kantor. Target pesertanya adalah 10 hingga 15 anak sudah dianggap cukup. Jika memungkinkan, 20 anak juga akan tertangani. Di luar dugaan, ternyata yang mendaftar mencapai 96 siswa dan terus bertambah sampai minggu ke-5.

Ini luar biasa. Orang tua dari kalangan petani dan buruh tani itu mendorong anak-anaknya belajar. Mereka percaya karena kabar menyenangkan. 1) Kursus gratis. 2) Anak-anak di Pasir Impun sebelumnya selalu mengabarkan keceriaan tentang kursus. 3) Orangtuanya juga bisa membuktikan anaknya yang sudah setahun belajar memiliki perubahan yang lebih baik.

Kembali pada persoalan karakter, semua tindakan dalam pembelajaran Kursus Bahasa Inggris tidak terpaku pada target cas-cis-cusnya, apalagi dilakukan hanya seminggu sekali. Tentu ini akan jauh kalah dengan siswa-siswa perkotaan, terutama yang bersekolah dengan biaya mahal, fasilitas mewah, berada dalam asuhan orangtua mampu, dan gizi terpenuhi secara baik.

Imajinasi dan Mental
Kursus Bahasa Inggris Odesa Indonesia untuk anak-anak desa bukan mengejar kecerdasan cas-cis-cus sebagai satu-satunya target. Memperhatikan situasi keterbelakangan hidup anak-anak petani desa ini ada muatan yang lebih penting, yaitu membangun manusia yang sadar tentang arah tuju hidup. Karena itulah pembelajaran pertama adalah membuka imajinasi. Tentang cita-cita, tentang keadaan hidup, tentang masa depan, dan tentang keragaman profesi.

Di luar itu ada juga yang sangat penting dalam prosesi agung perbaikan sumberdaya manusia ini, yaitu tentang kesetaraan hidup. Anak-anak desa mendapatkan pentingnya solidaritas bergotong-royong. Hidup dalam kultur desa bukan otomatis baik karena klaim kuatnya gotong-royong. Desa juga punya problem soal sempitnya pemikiran orangtua sehingga secara tidak sadar sering menularkan penyakit mental anti-solidaritas pada anak-anaknya. Sikap sombong, sikap sok paling jago dan elitisme bukan milik orang elit atau orang kaya, melainkan juga menghinggap pada anak-anak desa, bahkan pada anak-anak golongan miskin.

Kemudian juga penting membangkitkan rasa percaya diri pada anak-anak yang selama ini lemah mentak (minderan) dan tidak memiliki kemampuan komunikasi secara apik. Semua diubah dengan praktik pembelajaran partisipatoris. Model terapannya bisa fleksibel sesuai dengan kebutuhan. Anak-anak dari kelompok ekonomi lemah, apalagi pada anak-anak korban rusaknya keluarga akibat perceraian mengindap pemikiran yang cupet, lemah mental dan jauh dari kehendak bebas/merdeka. Jika dibiarkan, potensi mereka bisa terpuruk hingga dewasa bahkan sampai akhir hayat.

Pada usia sebelum remaja, mental-mental yang mulai berkarat akibat persoalan kultural ini harus diatasi. Dan prosesnya tidak sulit. Mereka butuh sentuhan kemanusiaan (empathy) dengan memberikan kesempatan bergurau, bermain dan kesempatan menyampaikan problem-problemnya. Dua tiga bulan ternyata bisa berubah. Betapa indah kerja sosial seperti ini.

Di atas segala proses menghasilkan sesuatu yang menawan tersebut yang terpenting adalah, semua fasilitator, siswa dan orang tua mengucapkan terimakasih atas partisipasi warga Kota yang sering membantu urusan donasi kegiatan dan juga hadiah-hadiahnya. [] Faiz Manshur. Ketua Odesa Indonesia Bandung.
Baca Emma and Company Social Responsibility
Baca Wisata Menyenangkan untuk Mengubah Model Pembelajaran

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Literasi dan Perubahan Generasi Petani
  2. Donasi Buku untuk Mengubah Generasi Desa – Odesa Indonesia
  3. Punya Buku Bacaan? Sumbangkan untuk Literasi Anak Desa – Odesa Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*