Janji Petani Melepas Kemiskinan

Pembangunan mental petani mesti dibangun. Situasi kultural yang membelenggu sering menghambat laju perubahan. 14 prinsip ini merupakan pembaharuan mentalitas yang ditanamkan Odesa Indonesia kepada para petani di Kawasan Bandung Utara (KBU).

1). Saya sadar hidup kekurangan bukan sebuah takdir. Kekurangan bisa diubah menjadi kecukupan. Diberi bantuan kami merasa senang, namun kami sadar sedang merasa berhutang, dan akan lebih senang jika suatu saat kami berkecukupan akan berbagi kepada yang kurang mampu.

2). Saya berjanji ingin hidup berkecukupan dalam hal pangan. Cukup bahan pangan pokok, beras, sayuran, buah dan daging. Kami sadar memanam sayuran dan biji-bijian, beternak kecil-kecilan harus dilakukan. Saya sadar selama ini keliru menganggap bertani bisa makmur itu saat memiliki tanah luas. Padahal tanah luas membutuhkan banyak modal dan upah kerja. Saya percaya tanah pekarangan beberapa meter dapat menolong kebutuhan rumah tangga dengan kesediaan kami mengurusnya secara sungguh-sungguh. Saya punya prinsip, tidak mungkin bisa bertani di tanah luas kalau tanah pekarangan saja tidak mampu diurus. Tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah besar kalau masalah kecil yang paling dekat dengan kami belum bisa kami selesaikan.

3). Saya berjanji akan menanam sayur sepanjang tahun secara terus menerus. Mempertahankan ternak secara tertib. Sayur dan ternak sebagian kami makan sehari-hari, sisanya akan kami jual. Dan saya juga berjanji setiap tahun hasil sayur dan ternak kami meningkat terus.

4). Agar sejahtera saya juga berjanji tidak akan tinggal di rumah bobrok. Kami harus akan perbaiki rumah dengan tujuan untuk mendiami rumah yang bersih dan penuh kehijauan di di pekarangan kami. Kami akan merasa malu saat rumah kami kotor. Kandang, WC dan Pekarangan akan kami bersihkan selalu. Mungkin saya tidak akan menjadi kaya dengan usaha ini, tetapi saya bisa merasa bangga kalaupun disebut miskin tetapi perilaku hidup kami sehat.

5). Saya malu jika tidak memiliki kakus sendiri. Kami berjanji sekuat tenaga bersama tetangga untuk membangun kakus di rumah secara bersih, aliran air yang lancar, dan berusaha mencukupi kebutuhan air secara layak.

6). Saya akan banyak minum air putih, mengurangi minuman teh, mengurangi kopi, dan mengurangi konsumsi gula berlebihan. Bagi kami, minuman air putih secara maksimal minimal 8 gelas sehari adalah kewajiban supaya badan kami tetap sehat. Sekali kami sakit nanti yang repot bukan hanya kami, tetapi juga saudara kami dan tetangga kami kena dampaknya.

7). Saya berjanji tidak akan menikahkan anak usia dini sebelum matang kepribadiannya. Menikahkan anak usia dini apalagi mengeluarkan mahar dan pesta kawinan dengan menjual ternak atau tanah adalah kekeliruan yang besar dan kami meninggalkan hal itu. Bersikap boros pada acara pesta khitanan atau kawinan hanya merasa puas sesaat namun sengsara berkelanjutan. Kami berjanji tidak akan gengsian hanya untuk urusan pesta.

8). Sesulit apapun pendidikan merupakan hal yang penting untuk dipenuhi. Anak-anak kami harus sekolah dan itu tidak cukup karena sekolah formal belum tentu memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan. Kami juga senang kalau anak-anak kami belajar luar sekolah seperti kursus atau mengaji.

9). Saya berjanji akan mendidik anak-anak kami tidak banyak menonton televisi dan mengusahakan belajar membaca dan menulis.Saya akan rajin mencatat laporan kerja dan keuangan.

10). Saya berjanji tidak hidup boros. Pemenuhan kebutuhan hidup yang paling penting harus dipenuhi. Selalu mengusahakan tidak membeli setiap hal dan membuat sendiri terutama dalam hal makanan. Saya berjanji menabung rutin untuk penjagaan kebutuhan mendadak seperti saat sakit, saat anak butuh biaya sekolah, dan saat ada kebutuhan penting lain seperti membantu sesama.

11). Saya percaya bahwa untuk berubah lebih baik dalam hal apapun tidak bisa bergantung pada diri sendiri tetapi juga tidak bisa menggantungkan nasib pada orang lain. Antara diri saya, tetangga, dan saudara merupakan bagian penting dalam kemajuan.

12). Secara ekonomi saya sadar saya miskin karena setelah dihitung kebutuhan hidup untuk ukuran kesejahteraan memang kurang. Oleh karena itu saya berjuang melepaskan diri dari kemiskinan ekonomi dengan kerja keras dan kerja cerdas, dan terhindar dari mental miskin seperti mengharapkan rezeki jatuh tanpa kerja. Saya tidak akan bermain lotere, berjudi, mencari kekayaan lewat dukun.

13). Saya berjanji tidak akan berprasangka buruk terhadap orang lain, menyalahkan orang lain, apalagi menghasut hanya karena seseorang sedang mendapatkan rezeki yang lebih. Perbuatan itu tercela karena hanya akan membuat kami sibuk mengurusi orang lain dan mengabaikan perbaikan diri.

14). Saya memahami lingkungan yang bersih merupakan kebaikan yang paling tinggi, karena itu saya tidak akan membuang sampah sembarangan. Kebersihan bukan hanya untuk rumah saya, tetapi untuk kampung saya semuanya.[] -FAIZ MANSHUR. Ketua Odesa Indonesia.

Baca Kelemahan Pikir Petani
Baca Mengubah Keadaan Petani

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*