Idul Adha dan Kesedihan Hamid

Jumat pagi jam 9.00, Hamid, relawan Yayasan Odesa Indonesia menerima laporan kalau ada 220 KK warga miskin harus disediakan beras. Pasalnya, daging kurban tidak akan mencukupi untuk memenuhi ribuan keluarga fakir miskin yang selama ini didampinginya.

Melihat stok beras yang datang hanya 100 kg dari kebutuhan 2ton Hamid bersedih. Ia sudah ditinggal teman-temannya sibuk mengurus domba, sementara galang donasi beras sudah berkurang karena dua minggu sebelumnya waktunya sudah habis untuk urusan domba dan pelayanan literasi.

Gurita kemiskinan di Kawasan Bandung Utara begitu menyesakkan dada. Terutama pada lansia janda atau duda yang benar-benar membutuhkan kebutuhan dasar wajib kita tolong.

Larut Malam Relawan Odesa Menyelesaikan Pembagian Sembako di perbukitan

Hamid dkk sangat prihatin, karena hari-hari ini pasti akan menemui secara langsung keluarga yang serba kekurangan. Dan beras merupakan bantuan paling mendasar, apalagi setelah mereka tahu bahwa kurun 2 bulan terakhir ini persoalan pandemi covid19 semakin terasa. Kemarau mulai, pekerjaan buruh tani susut drastis.

Di situlah gerakan mahasiswa menegakkan empati sedang dijalankan. Bukan sekadar menggalang donasi, melainkan memperhatikan keadaan hidup kesehariannya.

Barangkali Kakak-Kakak, Ibu dan Bapak berkenan donasi untuk fakir miskin? Kami butuh beras. Esok kita salurkan kepada petani fakir miskin.

Ada saatnya beramal karikatif, ada saatnya pendampingan ekonomi produktif. Amal karikatir dilakukan juga untuk mendorong kegiatan produktif, salahsatunya usaha tani pekarangan demi menjawab problem ekonomi pandemi covid 19.

MARI BERBAGI:

Bagi yang ingin berbagi untuk memenuhi 2 Ton beras. Bisa hubungi Abdul Hamid +6281217191437.

SALURAN AMAL JUGA BISA MELALUI KITABISA.COM

DONASI ZAKAT UNTUK FAKIR MISKIN

DONASI PETANI

Alamat Kantor Odesa Indonesia, Kampung Cisanggarung Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Hari ini, besok dan hari-hari selanjutnya 17 Relawan terdiri dari Mahasiswa dari Petani Muda siap melayani fakir miskin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*