Gerakan Tanam Sukun untuk Kawasan Bandung Utara

sukun Sukun (Artocarpus altilis) menjadi bagian penting dalam usaha memperbaiki pertanian di Kawasan Bandung Utara.

Yayasan Odesa Indonesia mulai membagikan bibit Sukun kepada petani bersama dengan tanaman lain seperti Kelor, Sorgum, Hanjeli, Nangka, Sirsak, Aren, Bambu, Durian, Pisang, Jengkol, Pete, Jambu Monyet, Jambu Air, dan lain sebagainya.

IMG 5973Sukun perlu dipasok untuk Kawasan Bandung utara karena setidaknya ada tiga manfaat makro yang bisa menguntungkan manusia, oksigen dan juga pertanian.

1) Pohon besar dan tidak sulit berkembang, sudah teruji mudah tumbuh di pinggir dan lereng-lereng kebun. Manfaat utama lingkungan adalah untuk penahan angin, penahan tanah dan akarnya tidak terlalu keras sehingga tidak berpotensi merusak tanaman sekitarnya.

Bahkan berdasarkan praktik wanatani di berbagai negara, tanaman sukun bisa hidup bersama dengan umbi-umbian di bawahnya, dan juga tidak menganggu tanaman pangan menengah seperti sorgum, hanjeli, kelor, jagung, padi gogo dan lain sebagainya. Jika sukun banyak dikembangkan di Kawasan Bandung Utara, terutama di tanah lereng pertanian dan pinggir jalan, tentu akan menjadi solusi dari usaha penyelamatan lingkungan bersama tanaman tegakan lain.

2) Manfaat lokal jika berkembang di pertanian Kawasan Bandung Utara adalah, para petani bisa mendapatkan sumber gizi lebih variatif selain singkong dan umbi-umbian yang kebetulan juga terus menerus mengalami penyusutan. Panen setiap pohon sukun cukup melimpah. Setiap 1 buah bisa menghasilkan ½ hingga 1 kg dengan jumlah puluhan pada setiap pohon.

Saat ini, tanaman penghasil gizi seperti singkong, ubi, talas dll merupakan tanaman pendek yang terkadang harus tersisih karena kepentingan pragmatis pertanian monokultur musiman. Sementara sukun merupakan tanaman tinggi yang bisa terpisah dengan kepentingan pragmatis itu. Sukun juga bagus untuk kepentingan praktik pertanian kopi yang membutuhkan tegakan.

3) Manfaat ekonomi non pangan bagi kepentingan petani lokal juga sangat berpotensi karena sukun ini bisa menjadi komoditi yang bahkan tanpa diolah sekalipun bisa dijual di daerah perkotaan Bandung yang dekat dengan Cimenyan. Para petani kelak akan mendapatkan sumber dagangan baru di luar dagangan pisang, ubi, singkong, dan talas. Bersamaan dengan tanaman pangan lain yang terus mengalami peningkatan penjualan seperti kelor, sorgum, hanjeli, bunga telang, tentu buah sukun akan menjadi bagian penting dari usaha peningkatan finansial keluarga petani.

Yang terpenting dalam usaha penyelamatan lingkungan ini, Tanaman Sukun tidak diremehkan oleh para petani. Yayasan Odesa Indonesia sebelum menggerakkan petani menanam jenis tanaman tertentu selalu melakukan survei keliling sehingga paham kebutuhan petani. Para petani di Kawasan Bandung Utara sudah mengetahui manfaatnya mereka antusias menanamnya.

Mereka tidak mempersoalkan tanaman Sukun menganggu pertanian karena mereka tahu daun sukun tidak terlalu rimbun; renggang dan tidak mudah mati di musim kemarau. Selain itu mereka juga bisa memasak buah sukun secara mudah sebagai menu harian, dan juga pantas untuk suguhan acara keluarga seperti saat mereka tahlilan, atau rapat Rukun Tetangga.

Manfaat Gizi:
Berbagai sumber pengetahuan tentang gizi tanaman Sukun secara umum menggambarkan pentingnya kita membudidayakan sukun, terutama untuk keluarga petani di desa.

Kalorinya sangat banyak. Buah segarnya dalam 100 gram menghasilkan 102 kalori.

Karbohidratnya juga demikian sehingga bisa memberi energy bagi yang mengonsumsinya. Adapun kandungan seratnya sangat bagus, lebih banyak di banding nangka. Ini akan sangat baik untuk menjawab problem masyarakat saat ini yang banyak tertimpa problem kolesterol, mengurangi obesitas, tekanan darah dan membantu usus besar yang sering terancam kanker.

Sukun punya nilai pada vitamin C daripada nangka dan pisang; terdapat sekitar 29 mg atau 48% dari AKG. Vitamin-C (asam askorbat) adalah antioksidan kuat yang larut dalam air sehingga bermanfaat untuk kekuatan tubuh. Dan vitamin B Kompleksnya juga penting dipertimbangkan.

Lain daripada itu, protein pada sukun dalam 100 gram terdapat 7,4 g atau 13% dari nilai gizi yang direkomendasikan setiap hari. Tetapi yang paling penting diperhatikan dari Sukun adalah sumber mineral yang sangat baik seperti potasium, besi, kalsium, seng, selenium, mangan, dll. –Faiz Manshur

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*