Gen Z Peduli Lingkungan: Butuh Mindset Baru & Strategi Berbeda

Gen Z peduli lingkungan. Generasi Zoomer adalah generasi yang lahir di rentang tahun 1997 hingga 2012. Dari berbagai survei, Gen Z dikenal lebih peduli lingkungan daripada generasi sebelumnya. 

Lalu, apa yang penting untuk disimpulkan dalam hubungan Gen Z yang lebih peduli lingkungan? 

Gen Z peduli lingkungan butuh mindset baru dan strategi baru

Faiz Manshur, Ketua Odesa Indonesia memberikan pandangan terkait hubungan antara Gen-Z dengan isu lingkungan hidup.

Gen Z Peduli Lingkungan. So What?

“Pertama, adalah bersyukur karena adanya sikap itu. Kedua, perlu pengorganisasian dan pendidikan ekologi. Ketiga perlunya produktivitas gerakan. Demikian kata Faiz Manshur, Ketua Odesa Indonesia, pada acara diskusi mingguan relawan literasi Odesa 12 Mei 2024 di Pasir Impun Atas Cikadut Kabupaten Bandung.

Menurut Faiz Manshur, sebenarnya setiap generasi memiliki kelemahan dan kelebihan. Selain itu, rasa peduli terhadap sesuatu, katakanlah tingginya kepedulian terhadap lingkungan juga harus dilihat sebagai hasrat. 

Dalam urusan hasrat terdapat terdapat apa yang disebut pikiran ideal. Hasrat yang ideal jika tidak mengarah pada tindakan yang konkret hanya akan melahirkan angan-angan. Dan setiap manusia menghadapi problem ketidakmampuan membawa pikiran ideal ke arah tindakan nyata.

“Urusan hasrat, termasuk hasrat untuk hidup dalam lingkungan yang baik adalah milik setiap generasi. Kalau berpikirnya dengan cara ideal, alias utopian, alias tidak direalisasikan dalam tindakan, bisa jadi hanya berhenti pada khayalan.

Kata peduli itu itu bersifat praksis. Isu lingkungan atau ekologi tidak akan membaik manakala dimiliki orang yang pikirannya idealis. Perubahan sosial apalagi kaitannya dengan perubahan iklim membutuhkan orang-orang bermental praksis dan emansipatoris,” papar Faiz Manshur.

Spirit Relawan Gen-Z Odesa. Bergerak dengan Mindset Kerja Kebudayaan. Simak Videonya

Odesa Tempat Praksis Bagi Gen-Z

Dengan memperhatikan hubungan Gen-Z dengan lingkungan hidup inilah Odesa Indonesia ingin menjadi jembatan dari pemikiran Gen-Z agar bisa lebih konkret mengambil tindakan. 

Menurut Faiz, sejak awal pendirian Odesa ia dan teman-teman pengurus memiliki komitmen untuk menjadikan Odesa sebagai jembatan penghubung dari niat-niat baik siapa saja. Salahsatunya adalah niat baik para relawan muda. 

“Karena itu gagasan yang kita terapkan di Odesa dalam kegiatan adalah literasi, alias pendidikan. Arah dari gagasan itu diturunkan dalam dua mindset, yakni kemanusiaan dan ekologi.

Dengan kata lain, Odesa adalah adalah lembaga yang bergerak untuk kemanusiaan dan sekaligus lingkungan dan sangat ingin banyak anak-anak muda dari Gen-Z belajar serius, bukan hanya hobi membaca isu lingkungan tetapi juga bertindak mengatasi masalah lingkungan,” jelas Faiz Manshur. 

Gen Z Butuh Ruang Edukasi Lingkungan

Gen Z Peduli Lingkungan odesa
Peduli lingkungan butuh landasan ilmu.

Hidup dengan segala persoalannya apalagi menyangkut lingkungan membutuhan pembelajaran atau latihan. Agar modal kepedulian terhadap lingkungan yang dimiliki Gen-Z tersebut tidak utopian, Odesa Indonesia secara khusus mendesain pendidikan ekologi.

Selain ada sekolah tani untuk para petani, juga ada praktikum bagi relawan muda, terutama mahasiswa di Kota Bandung yang bisa menjalankan kepedulian lingkungan dengan ilmu pengetahuan, bukan asal-asalan bergerak.

Apa saja yang bisa didapat oleh Gen-Z di Odesa? 

1. Berpikir Ekologis: 

gen z peduli lingkungan
Belajar konservasi bersama petani. 

Mindset ekologis adalah pilar dasar aktualisasi Gen-Z untuk mendapatkan kesempatan lebih baik dalam memandang hidup. 

Melalui serangkaian diskusi dan aksi ekologi, Odesa Indonesia memberikan kesempatan kepada Gen Z untuk memahami perubahan iklim secara global. Lebih dari itu, Odesa memberikan ruang praktis unuk memahami masalah tanah, air, api, udara. 

Pendidikan ekologi dan ekosistem menjadi nafas sehari-hari di lembaga ini. Krisis ekologi dan perubahan iklim, termasuk kemiskinan di desa dipandang secara komprehensif dengan cara pandang ilmu yang bukan saja multidimensi, melainkan interdisiplin. 

Lebih dari itu para relawan Gen-Z secara langsung mendapatkan kesempatan praktik konservasi lahan pertanian bersama para petani. 

Setiap minggu minimal ada satu diskusi tentang ekologi baik meliputi wawasan hidup maupun solusi secara praksis dalam mengambil peran. Dengan model pendidikan ekologi seperti ini, relawan Gen-Z Odesa akan berpikir lebih komprehensif dan mengambil peran secara tepat.  

Gen Z Peduli Lingkungan
Lebih berempati pada produsen fotosintesis.

Ada dua contoh terobosan pemikiran dari Odesa terkait dengan masalah lingkungan hidup. 

Pertama adalah bahwa persoalan kerusakan alam merupakan sebab dari kemiskinan. Dan kemiskinan juga merupakan bagian kerusakan lingkungan. Kedua, dalam kepedulian lingkungan hidup harus mengubah mindset kerjasama antar manusia menjadi kerjasama lintas spesies melibatkan tanaman dan hewan. 

Dua pemikiran baru ini meninggalkan mindset kerjasama homo sentris yang hanya berpikir untuk manusia. Odesa menegaskan sebagai organisi yang punya obsesi mempraksiskan rahmat sekalian alam yang hanya bisa terwujud manakala tanaman dan hewan disertakan sebagai mitra kerjasa. 

Kata Faiz Manshur, ada tiga aktor ekologi, yaitu manusia, hewan dan tanaman. Kalau kepedulian lingkungan masih bergantung pada manusia saja, maka hal tersebut adalah pemikiran yang ketinggalan zaman. Baca tulisan Kerjasama Lintas Spesies.

2. Bergerak dengan Strategi yang Berbeda.

Gen Z Peduli Lingkungan aksi
Bekerja bersama petani meningkatkan pangan dan memproduksi oksigen.

Bekerja untuk lingkungan membutuhkan kerjasama satu sama lain. Karena itu kolektif organisasi Gen-Z juga harus dibangun. 

Selain untuk memperbaiki mindset gerakan, kolektif kerja juga bisa menjadi cara yang efektif untuk melahirkan dampak perubahan yang lebih massif. Sebagai contoh, dalam gerakan ekologi, Odesa memainkan peranan para petani untuk menjadi aktor ekologi sekaligus pangan. 

Karena landasan berpikir inilah para petani dilibatkan, mendapatkan edukasi sekaligus juga mendapatkan kesempatan mengambil peran baik. Dalam pandangan Odesa, gerakan ekologi sangat efektif jika memainkan peran petani dan terbukti ratusan ribu pohon yang ditanam petani Odesa berhasil memperbaiki ekologi, gizi dan peningkatan ekonomi.

Inilah bedanya antara Odesa dengan organisasi lain yang kebanyakan mengambil peran kolektif yang terpisah dari rakyat. Kalau sebuah gerakan sosial tanpa melibatkan masyarakat sekitar niscaya agak banyak mengalami kegagalan dan terlalu melelahkan. 

Persoalan lingkungan itu besar, butuh materi dan energi yang besar, termasuk butuh besarnya ilmu pengetahuan. 

Kalau aksi-aksi peduli lingkungan hanya sporadis dan eksklusif maka bisanya hasilnya gagal. Pohon ditanam lalu mati karena tidak ada yang merawat. Pohon sudah tinggi ditebang lagi karena menganggu lingkungan dan tidak memberi manfaat bagi warga sekitar. 

Di Odesa gerakan peduli lingkungan selalu memperhitungkan hasil, bukan sekadar gaya-gayaan aksi ekologi. Ilmu dan pengalaman harus menjadi guru terbaik. 

Dengan melibatkan para petani, gerakan ekologi ini menjadi tradisi baru para petani yang tadinya tidak menanam buah-buahan sekarang menanam. 

Begitu juga yang tadinya tidak menanam tanaman herbal berubah menjadi menanam tanaman herbal. []

Penulis: Abdul Wahid.

Admin: Fadhil Azzam.

Memprihatinkan! 9 Juta Gen Z Jadi NEET. Saatnya Jadi Relawan

Inilah Spirit Gerakan Gen Z Odesa Indonesia. Simak Videonya.

Keranjang Belanja