Catatan Pelatihan Menulis Guru Desa Cimenyan Bandung

CIKADUT. Berbincang dengan para guru yang mengabdi di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, itu mengasyikan. Semangat ingin tahu tentang dunia jurnalistik dan kepenulisan cukup besar. Minggu (21 Mei 2017) di Kantor Yayasan Odesa Indonesia, Cisanggarung, Cikadut, Cimenyan Kabupaten Bandung itu mereka mau duduk lesehan berjam-jam membahas dua materi tersebut dengan tekun.



Saat sesi tentang menulis berita, sampai juga pada keluhan para guru tentang sejumlah wartawan abal-abal yang kerap mendatangi sekolah mereka. Bukan sungguh-sungguh mencari berita yang layak diketahui umum. Melainkan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan tugas wartawan.

“Terkadang ada yang datang untuk jual paksa kalender atau kaos yang bertuliskan koran mereka. Harganya juga selangit, seenaknya saja. Misalnya mereka meminta kita membeli dua kaos dengan kualitas biasa seharga Rp 300.000,” ujar seorang guru.

Ada pula wartawan abal-abal yang kerjanya ngutak-ngatik dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan main ancam. “Saya pernah didatangi seorang wartawan, karena saya tidak tahu persis masalah BOS, saya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan menghambat kerja wartawan,” kata seorang guru yang lain.

Dari obrolan itulah, muncul sebuah semangat yang lain. Mereka akan belajar menghadapi wartawan secara proporsional. Jangan “kumeok memeh dipacok” (belum apa-apa sudah ciut nyali). Bahkan setelah melek soal penulisan berita, bukan tidak mungkin kelakuan tidak terpuji sejumlah oknum wartawan akan mereka tulisa di media sosial.

Dalam sesi penulisan artikel, banyak ide yang muncul dari para guru. Sebetulnya mereka memiliki gagasan tentang banyak hal, yang lahir dari kondisi dan kegiatan sehari-hari. Hanya saja, masih kebingungan untuk mengartikulasikannya dalam bentuk tulisan.

“Saya sering mendapatkan ide untuk artikel. Tapi begitu saya coba, selalu ragu apa yang harus ditulis. Baru beberapa kata ditulis, segera dihapus lagi. Begitu berulang-ulang. Setelah pelatihan ini, saya merasa ada semangat lagi untuk terus belajar menulis,”tutur seorang guru.



Para peserta sepakat untuk membuat grup WA yang isinya membahas seputar dunia jurnalistik dan penulisan artikel. Dengan demikian diharapkan mempermudah belajar bersama. Ayoo guru yang lain gabuuung….Insya Allah bermanfaat.[Enton Supriyatna Sind)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*