Pentingnya Petani Mencatat

Salahsatu penting bagi kemajuan petani adalah mencatat. Persoalan mencatat bukan saja penting bagi kepentingan ekonomi sesorang petani, melainkan juga penting untuk proses rasionalisasi akalbudi.

Mencatat dianggap tidak penting oleh masyarakat Indonesia, karena hal itu bagian keterbelakangan bangsa dari sisi literasi. Jika mereka yang berpendidikan saja lemah dalam urusan catatan bagaimana dengan petani di Cimenyan Kabupaten Bandung yang kebanyakan jebolan Sekolah Dasar?




Pada skala umum relawan Odesa melihat persoalan rendahnya literasi ini begitu menyulitkan kerja pendampingan. Petani tidak pernah punya catatan konkret tentang kapan ia menanam dan kapan ia memanen. Berapa lama ia harus bekerja dan kapan seharusnya ia mengerjakan hal lain. Semua tidak ada catatan dan ingatan begitu pendek.

Salahsatu bukti ingatan pendek petani manakala kita tanyakan berapa penghasilan usaha tani dalam sebulan? Mereka tidak pernah bisa menjelaskan secara rinci. Bahkan ketika kita sedikit memaksa untuk mengingatnya pun kemampuan ingatan mendapatkan hasil tani dalam setiap bulan hanya mampu mengingat dua bulan terakhir.

Bukan hanya petani yang lemah dalam urusan catatan. Ketika Odesa mengambil kelompok ibu-ibu muda dengan pendampingan wirausaha pada anak-anak usia antara 21-25 tahun dengan tingkat pendidikan SMP sekalipun persoalan mencatat begitu sulit dilakukan.

Tetapi barangkali hanya dengan keseriusan mengajarkan manajemen usaha melalui catatan inilah kemajuan petani akan bisa diraih. Toha (39 tahun), petani di dekat Kawasan Wisata Oray Tapa Cimenyan Kabupaten Bandung ini cukup serius mengikuti instruksi-instruksi pendampingan dari Odesa Indonesia dalam hal mencatat. Dengan kemampuan seadanya ia tidak malu mencatat tentang rencana usaha, dan setiapkali tidak tahu ia mau bertanya dan tidak bosan menerima masukan-masukan baru terkait dengan cara dan target yang harus diubah untuk sebuah tujuan yang lebih baik.

Berbeda dengan petani lain yang sulit sekali minat menjalankan pencatatan, Toha lebih tertib menjalankan instruksi. Dengan catatan-catatan kerja, catatan hitungan modal dan belanja kita jadi tahu di mana titik letak efisiensi, pemborosan dan sisi rasionalitas usaha bisnisnya.




Ajari petani mencatat karena dengan itu mereka bisa lebih rasional dalam urusan ekonomi, termasuk bisa mengatur jadwal aktivitasnya sehingga tenaga dan waktunya bisa efektif untuk meraih kesejahteraan-Mudris.

BACA Smart Farming: Odesa Garap Pendidikan Tani Remaja

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*