Memberi Bantuan Yang Tepat Langsung ke Rumahnya, Bukan disebar di Jalanan

Oleh FAIZ MANSHUR. Ketua Odesa Indonesia. 
Saya tinggal di Pinggiran kota sejak 5 tahun silam. Saya mulai mengenal orang-orang bukan hanya karena berada di pinggir secara geografis, melainkan kehidupannya yang terpinggirkan.
Ini malam idul fitri. Seperti 4 tahun sebelumnya. Kami selalu memanfaatkannya sebagai malam solidaritas; melanjutkan kegiatan amal sepanjang bulan puasa, dan melanjutkannya lagi kemudian selagi ada yang bisa dilakukan.
Menyalurkan bantuan masuk ke rumah-rumah orang miskin adalah langkah terbaik. Bukan menyalurkan bantuan di pinggir jalan sehingga justru mengundang orang menjadi peminta-minta jalanan. Berikan bantuan kepada mereka yang benar-benar sengsara. Dan orang sengsara tinggalnya di rumah mereka karena tiada mampu menghambur ke jalanan di kota.
Malam ini, ada 6 relawan yang berkeliling ke desa-desa. Jumlahnya hanya 6, bukan karena kami tak punya banyak relawan. Selagi mengerahkan relawan berapa puluh sekalipun mampu. Namun persoalannya adalah jumlah bantuan yang memang tidak banyak sehingga cukup dipegang 6 orang selama 5 hari terakhir.
Kami menemukan ratusan, tercatat 860 keluarga fakir miskin yang kehidupannya sangat memelas. Kita usaha sekuat mungkin menggali sumber bantuan sebagai solidaritas sosial. Kemampuannya sampai malam ini baru 490 orang, itupun dengan porsi bagian beras rata-rata hanya 5 kg, bukan 10 kg.
Kami melakukan itu karena kesadaran, bahwa inilah cara terbaik memanusiakan manusia. Mereka lansia, fakir miskin, tak punya daya kerja dan terhubung dengan keluarga yang miskin pula. Jadilah kegiatan amal ini penting. Adapun pada mereka yang bukan lansia tentu usaha memajukan mereka dengan program pendampingan seperi pembibitan tanaman, tani pekarangan dan kegiatan literasi.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah bersama Odesa. Kami pastikan semua donasi tepat sasaran tanpa pengurangan untuk relawan sekalipun. Semua pengurus bersolidaritas saling membantu, dan mengawal kebersamaan derma untuk kemajuan.
Salahsatu hal penting dari kegiatan sosial melayani kaum miskin marjinal adalah, bahwa kita bisa lebih mudah bersyukur. Banyak orang megap-megap karena kesulitan hidupnya. Banyak orang untuk sekadar makan pun belum tentu memiliki pilihan. Sementara kita sering berlebihan urusan makanan, bahkan rewel urusan gaya dan selera.
Memang tidak ada bahaya kelaparan, tetapi kekurangan ekonomi dan hanya berkonsentrasi pada urusan makanan bisa menyebabkan ketimpangan pemenuhan hajat hidup yang lain. Itulah mengapa indeks kebahagiaan kita rendah.
Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf lahir batin.Semoga semuanya sehat dan bahagia.
Faiz Manshur
Ketua Yayasan Odesa Indonesia.

Tinggalkan Balasan