Agar Sumbangan Anda Bermanfaat Berlipat dan Berkelanjutan

Agar Sumbangan Anda 
Bermanfaat Berlipat 
dan Berkelanjutan

Kebaikan Berkualitas

Oleh Faiz Manshur
Ketua Odesa Indonesia

Sesekali kita perlu merenungkan hal ini. Bahwa menyumbang materi untuk orang lain -terlebih untuk fakir-miskin-merupakan tindakan mulia.

Tetapi kita tahu, sekadar membantu materi belum tentu memberi dampak baik secara berkelanjutan. Jika kita mengharap dampak dari manfaat itu berkelanjutan, butuh langkah-langkah strategis.

Sumbangan Materi Menyertakan Pemberdayaan
Sumbangan Materi Menyertakan Pemberdayaan

Pertama, sumbangan materi dilakukan dengan menyertakan pemberdayaan yang sifatnya serius. Keseriusannya adalah melakukan pendampingan sejak awal dilakukan hingga benar-benar menimbulkan hasil nyata dan baru dilepas setelah pihak yang dibantu benar-benar bisa melanjutkan.

Dengan kata lain, bantuan materi akan bernilai lebih dari sekadar materi dan bisa memberi dampak lanjutan manakala disertai dengan usaha pemberdayaan atau pendampingan.

Kedua, bantuan yang diberikan bersifat kail, bukan semata ikan. Tak cukup sekadar rumus “kail sebagai alat”, bantuan kail itu juga mesti bisa benar-benar bisa dijalankan oleh penerima bantuan sebagai alat mencari ikan.

Banyak kejadian di masyarakat dengan pemberian kail tetapi kail itu mangkrak dan bisa dijalankan karena tidak menyertakan sumbangan ilmu kepada penerima bantuan.

Sumbangan Materi Membutuhkan Pemberdayaan

Kail adalah alat, dan ikan adalah hasil. Memberi ikan memang terasa mudah dan menyenangkan tetapi itu sifatnya hanya sesaat dan biasanya setelah bantuan pragmatis itu diberikan, pihak penerima bantuan kembali pada persoalan semula.

Sebagai contoh, ada orang miskin di pinggir jalan yang meminta uang. Lalu kita lemparkan koin. Maka kita bisa kita buktikan sesungguhnya, si miskin tetap miskin. Bahkan banyak yang sudah tidak miskin tetap terus mengemis.

Di Yayasan Odesa Indonesia, kegiatan memberi bantuan dengan model pemberdayaan ini menuai hasil yang bagus dari waktu ke waktu. Ada contoh bantuan tepat sasaran berkelanjutan yang perlu diceritakan di sini.

Pertama, bantuan pendidikan untuk anak miskin. Dengan beasiswa anak-anak miskin, putus sekolah bisa teratasi, termasuk usia pernikahan dini yang menjadi problem besar anak-anak petani bisa berkurang.

Dengan tetap bersekolah di SMP dan SMA, anak-anak usia 14 tahunan itu tertunda perkawinannya. Demikian juga dengan kegiatan literasi setiap hari sabtu dan minggu. Telah banyak memberi dampak baik bagi peningkatan literasi.

Selain itu juga memberi warna kehidupan positif di desa-desa yang selama ini jauh dari kegiatan kebersamaan yang sifatnya keilmuan. Praktik literasi rutin melapangkan imajinasi anak-anak desa yang tertutup lebih terbuka.

Manfaat ini bukan saja bagi anak dan orang tua di desa, melainkan bagi para relawan karena mereka bisa mengeruk pengalaman di lapangan.

Kisah lain, bantuan bibit tanaman penghasil gizi sekaligus penyelamat erosi juga ampun dalam mengatasi persoalan kompleks di masyarakat desa.

Kita tahu, banyak buruh tani yang miskin itu bukan saja kekurangan uang, melainkan juga kekurangan sumber gizi. Kalau kita bantu suplemen vitamin tentu akan boros dan manfaatnya hanya sesaat.

Dengan kehadiran bibit tanaman seperti kelor, pepaya, jeruk, sukun, sirsak, nangka, banyak orang miskin mendapatkan sumber gizi dari buah-buahan secara rutin.

Bahkan hasil panen itu juga meningkatkan pendapatan keluarga karena surplus panennya bisa dijual dan menghasilkan uang.

Tumbuhnya tanaman buah juga memberi dampak lain, yaitu tercegahnya banjir lumpur dari perbukitan dan tentu juga memperbaiki udara. Sumbangan bibit tanaman disertai edukasi berdampak luas bagi peningkatan pangan sekaligus perbaikan ekologi.

Jika Anda suka berbuat baik, maka sebaiknya memilih cara seperti itu, yaitu memberikan bantuan materi yang disertai dengan praktik pendidikan.

Lain halnya jika bantuan sekadar derma. Mudah dijalankan tetapi hanya sesaat manfaatnya.

Sedangkan bantuan dengan menyertakan pemberdayaan dampaknya akan lebih nyata dirasakan masyarakat, meluas dan berkelanjutan. (Sumber: Esai Koran Gala, Senin 26 Juni 2023).

Strategi Pemberdayaan Petani Odesa Indonesia

Pemberdayaan Masyarakat Desa Petani

Menyumbang Bibit disertai Pemberdayaan. Salurkan donasi Anda

Beberapa Pilihan Donasi untuk Anda untuk Mengubah Tatanan Masyarakat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja