Sentak Dulang Tanam Kopi

Pelatihan Budidaya Kopi menjelang tanam kopi untuk Kampung Sentak Dulang (tetangga Cisanggarung). Di sekebalingbing Cikadut (Bandung), 12 November 2016. Bersama Basuki Suhardiman, Pengusaha Kopi-Dosen ITB di depan 16 calon petani kopi. Beberapa poin dijelaskan sesuai kaidah dasar budidaya kopi disampaikan sebagai berikut:

1) Pemilihan Bibit harus selektif karena kalau tidak bisa bermasalah. Pengalaman Pemerintah membangikan bibit kopi Ateng yang sering mati pada panen ketiga membuat kita harus lebih hati-hati. Kalau sudah tanam pohon kopi lalu rusak di tengah jalan bisa merugi besar karena tanam kopi butuh paling cepat 2,5 tahun.

2) Pohon Kopi hanya hidup di kawasan Tropis (dekat garis katulistiwa), Indonesia, Brazil, Colombia, Ethiopia dll. Di daerah lain tidak berkembang.

3) Tidak semua pohon kopi cocok di tanam di lahan bebas. Harus ada pemilhan khusus karena sering di setiap daerah ketinggiannya kontras berbeda. Misalnya di atas 1000 meter kita pilih Arabica. Di ketinggian 600-800 lebih baik Robusta.

4) Yang bagus sebelum menanam kopi itu ada tegakan sebagai pelindung panas matahari. Kopi itu berbeda dengan sayuran. Kalau sayuran butuh sinar matahari langsung, Kopi sedikit berbeda. Sinar matahari harus dikendalikan dengan pohon rerimbunan yang manfaat pohon itu juga untuk penghijauan.

5) Supaya petani di Sentak Dulang dan Cisanggarung tidak terlalu lama menunggu penghasilan, maka sebagian harus segera menerapkan tumpang sari. Odesa selain menyiapkan bibit pisang sebagai tanaman penghasilan ekonomi yang lebih cepat juga menyyiapkan bibit kumis kucing.

6) Masalah-masalah seperti kesulitan pupuk, harga, obat, model perawatan dll Odesa menyiapkan pendamping secara khusus yang akan bekerja dalam jangka waktu lama. Odesa memiliki prinsip pendampingan hingga sampai tahap produksi kopi olahan. tanpa menunggu panen dari hasil kopi yang ditanam tahun ini, Odesa juga memanfaatkan hasil panen petani di beberapa kelompok Tani kawasan Hutan Arcamanik.

7) Kerjasama antar petani, pemilik pupuk, pemerintah dan lain sebagainya sangat penting. Bahkan untuk kerjasama itu petani kopi tidak cukup hanya bermitra dengan pihak yang berurusan dengan kopi, melainkan penting menjalin relasi dengan wartawan, peneliti, dan lain sebagainya.

8) Soal proses dari bibit hingga sampai mengolah hasil panen bahkan marketing harus diperhatikan. Pendidikan pengetahuan kopi dalam masa panjang praktik sangat menentukan.

9) Bibit kopi untuk Cisanggarung sudah ditanam lebih dari 8.000 pohon. Petani yang mengikut program lanjutan masih dipersilahkan. Untuk Jatah bibit petani Sentak Dulang akan segera didata. Minggu depan bibit bisa diurus.

10) Sentak Dulang tergolong unik. kalau selama ini pelatihan Budidaya Kopi hanya diisi laki-laki, maka pada pelatihan kali ini terdapat tiga perempuan calon petani kopi. Bahkan satu peserta dari Ibu Rikayati punya sudah berpengalaman menanam 6000 pohon dan beberapakali sudah panen. Tahun ini bermaksud menambah pohon kopi.

11) Semoga setelah petani Cisanggarung dan Sentak Dulang banyak menanam kopi, hidupnya makmur sejahtera: bukit-bukit merah gundul menghijau kembali sehingga kita bisa menyanyi lestari alamku.

sentakdulang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*