Salah Bantu Bisa Jadi Candu

Bisa jadi soal bantuan pada kaum tani belum tentu selalu menghasilkan kebaikan. Salah langkah bisa mengakibatkan petani kecanduan akan bantuan pemerintah.




“Itu terasa saat tahun ini tidak ada bantuan turun dari pemerintah. Banyak petani menunggu kabar bantuan,” kata Ujang Rusmana (37 Tahun), Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung kepada Odesa.id (Jumat 11/10/2016).

Ujang menilai sebenarnya bantuan pemerintah itu penting karena sejauh penghasilan petani tidak mencukupi untuk biaya hidup, saat musim tanam tiba modal modal bercocok tanam sering kosong.

“Ada yang harus ngutang ke tengkulak, ada pula yang ngutang saudara atau teman. Hanya sedikit yang bisa meminjam bank. Tapi kebanyakan harus ke tengkulak,” terangnya.




Menurut Ujang sejauh ini petani di Desa Cikadut dan sekitarnya kebanyakan masih bercocok tanam musiman sehingga sulit beradaptasi dengan marketing harian melayani pasar modern.

“Hasil produk kami bagus. Secara kualitas layak maju ke pasar modern. Tapi dengan pola musiman kami tidak bisa melayani kontrak,” katanya.

Dengan budidaya pola lama itulah antara permodalan dan penghasilan tidak nyambung dengan kebutuhan hidup dalam rentang waktu yang setahun.

Saran

Menurut Ujang, pemberian bantuan seperti pupuk dan bibit sangat bermanfaat dan mengecilkan problem permodalan petani. Namun yang terjadi sering antara bantuan dengan barang yang dibutuhkan petani tidak klop. Andaikan petani diberi bantuan ternak dan ternaknya berhasil tentu lebih membuat petani berdaya. Sayangnya menurut Ujang, kalaupun ada bantuan ternak sering salah sasaran, diberikan kepada orang yang tidak meyakinkan untuk mengelola.

“Banyak ternak yang kemudian dijual. Itu salah cara. Akan lebih baik misalnya kalau diatur. Untuk per kampung ternak dalam satu kandang. Dikelola perkelompok, dan didampingi terus. Sering dikontrol juga,” pesan Ujang.




Lain daripada itu, ia menyarankan agar pemerintah dalam hal bantuan bukan semata materi karena petani butuh pengembangan organisasi untuk koperasi simpan pinjam dan lain sebagainya.

“Koperasi atau bank untuk petani sangat diperlukan supaya tidak terpaksa meminjam ke tengkulak,” ujarnya.-Sadur Sentosa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*