Perbaikan ekologi di desa akan sangat baik jika dilakukan oleh petani dengan menanam pohon-pohon buah supaya tidak ditebang. Dengan demikian lahan tidak erosi, keluarga petani mendapatkan gizi dan meningkat pendapatan ekonominya. 

Rabu, 8 Desember 2021, Yayasan Odesa bersama beberapa komunitas dari kota Bandung melaksanakan kegiatan Aksi Tanam lanjutan di ladang perbukitan Kawasan Bandung Utara (KBU). Kali ini Odesa membagikan bibit 500, terdiri dari bibit durian, nangka, sirsak, mangga, kelor, kayu putih, dan lain sebagainya.

“Untuk bulan desember 2021 kami punya target membagi 3.000 bibit. Setiap pekan dikirim masing-masing 1.000 bibit tanaman ke petani. Lokasi yang kami pilih pada bulan desember ini di tiga tempat, Merak Dampit, Cicayur, dan Sentak Dulang,” kata Herry Dim, Koordinator Revitalisasi Sumber Daya Alam Yayasan Odesa Indonesia di sela-sela kegiatan, Rabu, 8 Desember 2021.

Menurut Herry Dim, kegiatan Aksi tanam Yayasan Odesa ini akan dilakukan lebih intensif dan massif karena hasil kegiatan membagi bibit pada waktu sebelum covid-19 datang sekarang sudah banyak yang tumbuh membesar, bahkan sebagian tanaman seperti papaya dan jeruk lemon california sudah menghasilkan panen bagi para petani yang kebanyakan petani tersebut dari keluarga pra-sejahtera.

“Saya terharu karena dulu petani tidak pernah menanam pohon buah-buahan. Ladang begitu gersang meluas hingga lebih 10 ribu hektar di satu kecamatan. Ini mengerikan karena banjir lumpur terus terjadi menimpa Kota Bandung dan petani hidup dengan kesulitan karena menanam sayur hanya bisa dilakukan dua kali dalam satu tahun. Sekarang mereka bisa memanen hasil lain seperti buah papaya, jeruk dan juga kelor,” kata pelukis kenamaan yang tinggal di Kopo Bandung tersebut.

Peran Petani

Bagi Herry Dim dan teman-teman pengurus Odesa, aksi perbaikan lingkungan dengan melibatkan petani ini sangat penting dilakukan. Sebab para petani tersebut yang dekat dengan urusan tanah, air, dan pemasok makanan. Kalau petani bisa menjadi penggerak ekologi, tentu saja warga kota yang bukan petani mesti juga harus berkontribusi.

“Sejak awal kami melihat petani itu bekerja sendirian. Urusan hidup mereka didominasi ekonomisme bercocok tanam dan menjual dengan pola yang tradisional tidak berkembang. Akibatnya, Ketika tanah semakin menyempit dan hasil panen makin sedikit, banyak petani semakin miskin. Karena itu perlu keterlibatan dengan pihak lain. Apalagi menyangkut lingkungan. Kami terus menyerukan agar warga kota peduli terhadap masalah ini,” katanya.

Warga kota menyumbang bibit. Petani mau menanam. Perbaikan ekologi terjadi.
Warga kota menyumbang bibit. Petani mau menanam. Perbaikan ekologi terjadi.

Herry Dim menegaskan agar warga kota, terutama pemilik lahan di Cimenyan yang lahannya sudah seperti padang pasir tersebut agar ditanami pohon-pohon besar terutama buah-buahan. Kepada warga kota yang peduli lingkungan Herry berpesan agar bersolidaritas dengan menyumbang bibit untuk para petani miskin. Sebab sekalipun miskin selagi masih punya lahan kecil masih bisa ditanam.

“Pada petani yang lahannya sempit telah kita kumpulkan datanya. Ada lebih 300 hektar dari 1.500 hektar lahan yang paling kritis di sekitar Desa Cimenyan, Desa Mekarmanik dan Desa Cikadut. Dengan melihat hal ini, kita bisa menyumbang bibit untuk kelompok fakir-miskin. Dan hasilnya nanti akan menjadikan keluarga miskin lebih bergizi karena bisa memanen buah, lahan erosi teratasi dan syukur-syukur meningkat pendapatan ekonominya,” jelas Herry dim.

Kehilangan Modal Alam Menjadikan Banyak Orang Jatuh Miskin

Desa harus kuat dalam melakukan perbaikan ekologi bersama petani
Desa harus kuat dalam melakukan perbaikan ekologi bersama petani

Pada aksi hari ini terlihat 5 petani yang dipilih Yayasan Odesa untuk menjadi agen perubahan lingkungan. Kelima petani ini terbiasa sebagai pioneer dalam mendistribusikan bibit tanaman yang dikirim Odesa dan memantau tanaman agar tetap hidup. Ian, salahsatu petani yang rajin berkegiatan menanam bersama Odesa mengatakan bahwa ia dan teman-teman petani sangat senang manakala diberikan bibit buah seperti durian, sirsak, nangka, kelor dan lain sebagainya.

“Saya janji merawat karena saya juga sudah merasakan manfaatnya. Semoga bisa lebih banyak lagi bibit tanaman buah yang datang karena tetangga-tetangga saya masih butuh puluhan ribu bibit. Mari kita jaga lingkungan  bersama,” kata Ian. [odesa.id]

Perbaikan Ekologi Sumbang Bibit

Bagi yang ingin berdonasi bibit bisa menyalurkan donasi bisa hubungi Admin 082117204059

Video Aksi Tanam di Gurun Merak Dampit

Video Padang Pasir Cimenyan Bandung Utara

Tinggalkan Balasan